
Teknogav.om – Smartphone telah menjadi pendamping digital utama masyarakat di Asia Pasifik, jumlah data penting yang disimpan di dalamnya juga meningkat signifikan. Cara orang mengakses internet berubah, smartphone menjadi perangkat utama yang digunakan untuk mengakses internet, PC pun menjadi perangkat sekunder. Sayangnya, keamanan pengguna tidak sejalan dengan perilaku tersebut.
Baca juga: Serangan Relay NFC di Smartphone Meningkat 188% pada Q1 2026
Berdasarkan survei Asia Pasifik terkini Kaspersky, 72% responden Asia Pasifik menganggap smartphone sebagai perangkat utama untuk mengakses internet. Di Indonesia, angka ini bahkan lebih tinggi, yaitu mencapai 77%. Jumlah data penting yang disimpan masyarakat di Asia Pasifik juga meningkat. Sejumlah 65% responden menyimpan foto dan video pribadi sebagai kenangan visual di perangkat. Angka ini diikuti detail kontak (57%) dan 50% menyimpan pesan teks dan riwayat obrolan. Sejumlah 49% menyimpan dokumen pribadi seperti kartu identitas, paspor atau dokumen asuransi di smartphone.
Smartphone juga digunakan untuk mendukung pekerjaan dan produktivitas sehari-hari. Sejumlah 47% responden di Asia Pasifik menyimpan email pekerjaan dan 31% menyimpan kalender pekerjaan di smartphone. Smartphone juga digunakan untuk menyimpan informasi keuangan sensitif, 38% menyimpan detail perbankan dan 34% menyimpan kata sandi dan kredensial login. Riwayat obrolan juga disimpan oleh 27% responden. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa smartphone telah berevolusi menjadi pusat penyimpanan kehidupan digital masyarakat.
Baca juga: Serangan Siber ke Smartphone Android Meningkat di Semester I 2025
Penyimpanan berbagai informasi sehari-hari di Indonesia lebih luas dibandingkan rata-rata Asia Pasifik. Sejumlah 57% responden menyimpan data seperti email pekerjaan. Persentase responden yang sama juga melakukan untuk menyimpan data pribadi seperti KTP, paspor, tiket dan asuransi. Hal ini diikuti oleh penyimpanan kata sandi dan detail login (47%), catatan dan pengingat (45%), serta informasi belanja (44%). Tindakan ini menekankan peran smartphone yang kian besar dalam kegiatan pribadi dan profesional.
“Sekarang smartphone berfungsi sebagai asisten lengkap yang menyentuh setiap aspek kehidupan kita. Data yang kita percayakan kepada mereka jauh melampaui foto, nomor telepon, atau pesan teks. Akibatnya, pertanyaan utamanya bukan lagi “apa yang kita simpan,” tetapi “bagaimana kita melindunginya,” sehingga keamanan harus menjadi bagian integral dari perangkat seperti halnya data yang dibawanya,” ucap Anton Kivva, pakar keamanan siber di Kaspersky.
Baca juga: Review Kaspersky Premium, Perlindungan Menyeluruh dan VPN Tanpa Batas Kuota
Tips Aman 3 Langkah
Kaspersky memberikan tips berupa tiga langkah berikut ini agar senantiasa aman dan melindungi pelanggan menavigasi kenyataan digital baru dengan aman:
- Jangan jadikan smartphone sebagai satu-satunya tempat penyimpanan untuk segala jenis informasi. Data paling sensitif seperti kata sandi, identitas atau rincian keuangan perlu perhatian khusus, sehingga sebaiknya disimpan dalam format terlindungi. Gunakan solusi keamanan khusus yang aman menyimpan kredensial dan kartu, serta memiliki fungsi brankas rahasia untuk menyimpan dokumen penting. Salah satu solusi yang bisa digunakan adalah Kaspersky Password Manager yang memiliki fitur sinkronisasi lintas perangkat. Fitur tersebut memungkinkan file dokumen penting seperti KTP dan paspor, serta file PDF lain bisa diakses dari berbagai gawai.
- Buat perlindungan terhadap ancaman digital karena smartphone perlu perlindungan siber menyeluruh layaknya PC. Perlindungan harus memiliki banyak lapisan keamanan, termasuk pemindaian aplikasi untuk mendeteksi potensi ancaman saat instalasi. Solusi juga harus memiliki fitur berbasis AI untuk memblokir tautan berbahaya dan phishing secara real-time dan mencegah kehilangan data atau uang.
- Perencanaan Cadangan (Plan B) merupakan langkah proaktif jika terjadi insiden hilangnya smartphone. Berikut ini adalah langkah-langkah proaktif
- Aktifkan layanan lokasi. Platform Android dan iOS memiliki alat bawaan untuk menemukan ponsel yang hilang dan, jika perlu, menghapus datanya dari jarak jauh. Aplikasi Kaspersky untuk Android mengaktifkan kemampuan ini melalui fitur “Where is My Device”.
- Aktifkan pencadangan otomatis. Pencadangan rutin memastikan bahwa foto, video, dokumen, kontak, dan data penting lainnya dapat dipulihkan bahkan jika perangkat hilang atau dicuri.
- Konfigurasikan penguncian otomatis instan. Mengatur smartphone untuk terkunci segera setelah layar mati membuatnya tidak dapat diakses pencuri atau penjahat siber saat tidak digunakan.
- Jaga keamanan fisik perangkat. Di ruang publik, jangan pernah meninggalkan smartphone tanpa pengawasan atau dalam jangkauan mudah. Hindari meletakkan smartphone di atas meja, di saku belakang, atau tempat rentan lainnya.
“Kita sering meremehkan seberapa banyak informasi berharga yang kita simpan di perangkat seluler kita dan seberapa rentan data tersebut. Itulah kenyataannya. Tanyakan pada diri Anda: Kapan terakhir kali saya mencadangkan foto atau catatan saya? Apa yang harus dilakukan jika ponsel saya hilang? Apakah saya memverifikasi tautan sebelum mengkliknya? Sementara sebagian besar pengguna secara otomatis memikirkan perangkat lunak keamanan untuk komputer mereka, ponsel justru tertinggal. Sudah saatnya memberikan perlindungan siber yang sama kuatnya kepada pendamping digital sehari-hari Anda,” ucap Anton Kivva, pakar keamanan siber di Kaspersky.






