Uang Elektronik Plat Merah Melebur, Siap Gempur Go-Pay dan OVO Uang Elektronik Plat Merah Melebur, Siap Gempur Go-Pay dan OVO ~ Teknogav.com

Uang Elektronik Plat Merah Melebur, Siap Gempur Go-Pay dan OVO


Teknogav.com - Dominasi Go-Pay dan OVO membuat pemerintah tergerak untuk mengambil langkah strategis. Pasalnya Go-Pay dan Ovo belum lima tahun beroperasi, sementara beberapa layanan uang elektronik plat merah sudah mulai beroperasi sejak tahun 2007.


Saat ini posisi pertama dan kedua layanan uang elektronik ini masing-masing diduduki oleh Go-Pay dan OVO. Sementara Tcash yang sudah mulai beropersi tahun 2007 masih menduduki posisi ketiga.

Go-Pay berhasil mendominasi platform pembayaran online karena memang terintegrasi dengan layanan transportasi panggilan Go-Jek yang merupakan induknya. Selain itu Go-Pay juga agresif memberikan promo cashback di merchant-merchant yang bekerja sama.

Sementara Ovo awalnya merintis dari pembayaran dalam satu grup Lippo, seperti Hypermart, Matahari Dept. Store, Maxx Coffee, dan Cinemaxx. Kemudian melebar ke beberapa merchant lain dan semakin kokoh setelah bekerjasama menjadi sistem pembayaran utama di Grab dan Tokopedia.

Baik Go-Pay dan OVO pun begitu gencar mengucurkan biaya marketing untuk memberikan promo diskon dan cashback di merchant-merchant yang bekerjasama.

Agar dapat terus bersaing dengan kedua platform tersebut, pemerintah pun mencanangkan sinergi BUMN dengan membentuk LinkAja. Layanan tersebut akan mengintegrasikan platform TCash dan platform pembayaran elektronik milik bank BUMN.

Kendati merupakan hasil integrasi layanan bank plat merah, LinkAja akan dilepas di luar sistem perbankan. Jika bergerak di luar sistem perbankan, maka ruang gerak platform ini lebih leluasa karena tak tunduk pada aturan perbankan.

PT. Fintek Karya Nusantara (Finarya) yang 99% sahamnya dimiliki Telkomsel pun akan menjalankan operasi dari LinkAja. Perusahaan ini memang bergerak di bidang fintech sistem pembayaran Indonesia.

Platform utama LinkAja akan memakai platform TCash yang digabungkan dengan E-Cash dari bank mandiri, T-Bank dari BRI dan YAP! Dari bank BNI.

Beberapa layanan tersebut telah memiliki basis merchant mereka sendiri, harapannya peleburan layanan akan dapat memperluas basis merchant. Sementara itu kemungkinan juga akan ada transisi metode pembayaran dari mesin EDC ke QR Code.

Berdasarkan informasi dari Anang Fauzi, pemimpin Divisi Electronics Banking BNI yang dikutip dari Kontan, Link Aja masih dalam proses migrasi pengguna, dari uang elektronik berbasis server ke platform. “Semua dikerjakan paralel,” ucap Anang.

Sementara itu respon positif pun diberikan oleh Go-Pay. “Semakin banyak pemain justru akan mendukung gerakakn non tunai,” ucap Budi Gandasoebrata, Managing Director Go-Pay.

Layanan LinkAja


Seperti halnya TCash, fitur pada LinkAja menyediakan layanan pembayaran tagihan, transaksi di merchant, pembayaran transportasi, transfer dana, dan pembayaran belanja online.

LinkAja akan mulai beroperasi pada 21 Februari 2019, pengguna TCash dapat mengkonversi akunnya ke LinkAja pada tanggal tersebut. Konversi akun dari TCash ke LinkAja tidak membutuhkan daftar ulang, cukup meng-update aplikasi menjadi LinkAja.

Pelanggan dapat menginstal aplikasi dari Google Play Store dan App Store. Persetujuan konversi akun juga bisa dilakukan melalui USSD dengan menekan kode *800# yang merupakan menu TCash.

Selesai konversi, saldo TCash otomatis masuk ke saldo LinkAja dengan nilai yang sama. Transaksi tetap bisa dilakukan menggunakan metode TCash Tap, Snap QR atau QR Code dan USSD TCash.

Berbagai benefit akan ditawarkan bagi pelanggan baru LinkAja atau pun pelanggan TCash yang mengkonversi akunnya ke LinkAja.

Apabila pengguna TCash tak ingin mengkonversi akunnya, maka akun TCash mereka bisa ditutup dan ditarik dananya di GraPARI Telkomsel.
Share:

Artikel Terkini