Tips Dasar Tuning Audio dari Kelvin iCE Audioworks Tips Dasar Tuning Audio dari Kelvin iCE Audioworks ~ Teknogav.com

Tips Dasar Tuning Audio dari Kelvin iCE Audioworks

Teknogav.com - Di masa pandemi ini, tentunya berkendara dengan mobil sendiri merupakan pilihan transportasi paling aman. Tentunya akan lebih nyaman lagi jika mobil dilengkapi dengan sistem audio yang memanjakan telinga. Sebelumnya Kelvin yang merupakan audio installer dari iCE Audioworks memberikan tips dasar mengenai komponen-komponen penting untuk diperhatikan dalam car audio. Kini Kelvin kembali memberikan tips dasar untuk melakukan tuning audio.

Tuning audio merupakan penyesuaian tanggapan yang seragam pada wilayah dengar, dengan minimal distorsi, kejelasan maksimum dan penggambaran suara alami terbaik. Pada proses tuning audio, akan digunakan Pink Noise yaitu energi akustik yang didistribusikan seragam berdasarkan oktaf ke seluruh spektrum audio. Kisaran pendengaran manusia sendiri berada di rentang 20 Hz sampai 20 kHz. Pink Noise ini memiliki kepadatan spektral daya yang sama, suara dalam pita oktaf didengar manusia karena desain telinganya. Ini merupakan alasan Audio Tuner menggunakan Pink Noise untuk memeriksa tanggapan frekuensi di sistem audio.

Sebelum melakukan tuning audio, mari siapkan terlebih dahulu alat-alat yang akan digunakan untuk tuning. Berikut ini adalah beberapa alat yang akan digunakan:

  1. Phase Checker
  2. Alat-alat pengukuran yang mencakup RTA dan mikrofon terkalibrasi
  3. Pink Noise Uncorrelated (Stereo)
  4. Software DSP ( jika menggunakan DSP Eksternal)

Setelah semua peralatan lengkap, mari ikuti langkah-langkah pengaturan dan penyesuaian di masing-masing sektor berikut ini:

1. Crossover

Pengaturan crossover, harus dimulai dengan volume 0 atau mute. Hal ini dilakukan untuk mencegah kerusakan akibat melampaui kemampuan speaker. Sementara pihak importir tak memberikan garansi kerusakan atas kerusakan tersebut, terutama pada tweeter. Pengaturan akan dilakukan pada rentang frekuensi berikut ini.

  • HPF : High Pass Filter yaitu filter yang hanya dilewati frekuensi tinggi. Filter ini dibutuhkan pada Tweeter dengan batas minimum ditentukan pada nilai 5.000 Hz, dengan slope 12 dB.
  • LPF : Low Pass Filter yaitu filter yang hanya dilewati frekuensi rendah.
  • BPF : Band Pass Filter (kombinasi dari HPF dan LPF) adalah filter yang melewatkan rentang frekuensi tertentu dan tak melewatkan di batas tersebut. Filter ini dibutuhkan oleh MidBass Range. Nilai crossover yang biasa dilakukan Kelvin dimulai pada HPF 60 Hz/12 dB dan LPF 2500 Hz/12 dB.
rentang frekuensi pada setiap driver
Baca juga: Tips Dasar Merancang Car Audio dari iCE Audioworks

Kelvin juga memberikan rekomendasi nilai awal crossover secara aktif, yaitu sebagai berikut:

  • Tweeter : HPF 3000 Hz/12 dB  sampai 8000 Hz/12 dB
  • Fullrange 2 inci - 2,5 inci:  HPF 800 Hz/12 dB – 2500 Hz/12 dB
  • Fullrange 3 inci – 3,5 inci: HPF 200 Hz/12dB – 500 Hz / 12 dB
  • MidBass 6,5 inci – 7 inci: HPF 60 Hz/12 dB – 80 Hz/12 dB dan LPF 2000 Hz/12 dB - 3150 Hz/12 dB (konfigurasi 2-way dengan tweeter)
  • Subwoofer : LPF 40 Hz – 60 Hz/12 dB atau 24 dB


2. Polarity Check

Sesuai dengan namanya, file Polarity Check digunakan untuk memeriksa polaritas. Penggunaan file ini bisa dilakukan dengan menyimpannya di CD atau flashdisk untuk dipasang ke sistem audio. Pengecekan ini harus dilakukan satu per satu pada setiap driver. Caranya adalah dengan melakukan Mute di semua channel, lalu nyalakan driver satu per satu dan pastikan semua Polarity benar. Tanda bahwa Polarity benar adalah Speaker bergerak ke depan dua kali (LED hijau) dan ke belakang sekali (LED merah). File Polarity Check ini bisa diunduh secara gratis di internet.

Alat pengecek polaritas


3. Equalizer

Seperti telah disinggung sebelumnya untuk memeriksa tanggapan frekuensi suatu sistem audio dibutuhkan Pink Noise. Pada tuning audio ini digunakan file Uncorrelated Pink Noise atau Stereo Pink Noise yang bisa disimpan menggunakan media CD atau flashdisk. Masukkan CD atau pasang flashdisk tersebut dan siapkan alat pengukuran atau mikrofon yang sudah dikalibrasi. Lakukan mute pada semua channel dan nyalakan channel bergiliran, misalnya channel 2 atau channel tweeter sebelah kanan terlebih dahulu.

boost (penambahan) dan cut (pengurangan) pada tanggapan frekuensi

Lakukan Equalization (EQ) ini sampai mencapai target Basic Response. Setelah proses pada tweeter kanan selesai  lanjutkan proses yang sama pada tweeter kiri. Jangan lupa lakukan mute tweeter kanan terlebih dahulu, lalu nyalakan tweeter kiri. Samakan responnya dengan tweeter kanan yang sudah di-EQ tadi.  Proses ini juga dilakukan pada MidBass, dan semuanya dilakukan satu per satu. Usahakan respon kiri dan kanan minimal 90% persamaannya atau hampir sama. Sebaiknya tidak dilakukan boost untuk area 1000 Hz - 6300 Hz.

grafik tanggapan frekuensi

Setelah proses EQ selesai dengan target basic frequency response atau tanggapan frekuensi dasar, nyalakan tweeter dan midbass bagian kanan. Lihat responnya apakah terjadi cancelation (frekuensi tidak mau menjumlah), untuk mengatasi hal ini adalah dengan membalik polaritas sampai 180 derajat. Jika frekuensi sudah saling mengisi, lakukan hal yang sama pada tweeter sebelah kiri.

Contoh gambar di bawah ini adalah HPF dan LPF tidak menjumlah atau membentuk “jurang” yang digambarkan pada garis berwarna biru. Tweeter pada garis biru sebelah kanan dan Mid pada garis biru sebelah kiri 

grafik tanggapan frekuensi yang menunjukkan cancelation

Grafik di bawah ini menampilkan hasil yang sudah benar karena frekuensinya sudah menjumlah. Kurva berwarna hijau menujukkan tweeter (HPF) dan kurva berwarna biru menunjukkan mid (LPF). Hasil penjumlahan frekuensi pada kedua driver ditunjukkan oleh garis berwarna merah.

grafik tanggapan frekuensi yang hasilnya sudah benar
Baca juga: Tips Membaca Grafik Tanggapan Frekuensi Loudspeaker

4. Time Alligment

Cara menentukan penyelarasan waktu atau Time Alligment (TA) adalah dengan mengukur jarak masing-masing driver. Contohnya adalah tweeter kanan 100 cm, tweeter kiri 150 cm, midbass kanan 50 cm dan midbass kiri 200 cm. Jarak driver terjauh akan menjadi driver acuan atau nilai jarak awal yang akan dikurangi jarak setiap driver. Pada contoh ini midbass kiri dengan jarak 200 cm menjadi driver acuan penghitungan. Rumus penghitungan TA untuk setiap driver adalah jarak driver dengan driver acuan dibagi 34,3.

skema posisi driver

Berdasarkan jarak pada contoh nya digunakan maka berikut ini adalah nilai TA untuk masing-masing driver:

  • TA midbass kiri = 0 ms (milidetik) karena mempunyai nilai jarak ukur paling jauh (200 cm)
  • TA tweeter kiri = midbass kiri (200 cm) - tweeter kiri (150 cm)/34,3 = 50 cm/34,3 = 1,45 milidetik
  • TA tweeter kanan = midbass kiri (200 cm) - tweeter kanan (100 cm)/34,3 = 100 cm/34,3 = 2,9 milidetik
  • TA midbass kanan = midbass kiri (200 cm) - midbass kanan (50 cm)/34,3 = 150 cm/34,3 = 4,3 milidetik

Baca juga: Foss Audio Institute Gelar Seminar Car Audio di Empat Kota

Setelah memasukkan nilai TA, lakukan muta pada midbass kiri dan kanan. Siapkan CD Phase Check dengan suara vokal “My Voice is in Phase and My Voice is Out of Phase”. Dengarkan suara tweeter, apakah sudah berada di center. Jika belum, kurangi atau tambahkan nilai TA tweeter kanan sampai terdengar solid di center. Nah sekarang coba nyalakan semua driver selain subwoofer. Jika suara center sudah tercapai cukup baik, maka proses tuning dasar berhasil dilalui.

Share:

Artikel Terkini

Follow by Email