
Sebelumnya, Kaspersky berhasil mengidentifikasi layanan pembuatan deepfake di platform darknet dengan kisaran biaya USD300 sampai USD20.000 per menit. Berbeda dengan layanan-layanan sebelumnya, kini layanan yang tersedia memungkinkan penjahat siber menghasilkan konten audio dan video secara real-time lebih murah. Iklan tersebut menampilkan beberapa pilihan, termasuk pertukaran wajah secara real-time selama panggilan video di platform konferensi video atau aplikasi pesan instan, penggantian wajah untuk verifikasi dan penggantian umpan kamera di perangkat.
Baca juga: Jasa Pembuatan Deepfake Marak di Darknet, Ini Cara Kerjanya
Pengiklan mengklaim bahwa layanannya menyediakan perangkat lunak yang mensinkronisasi ekspresi wajah seseorang dalam video dengan teks. Penggunaan teks tersebut bahkan bisa dalam bahasa asing. Layanan juga mencakup alat untuk mengkloning suara dan untuk menyesuaikan nada dan timbre untuk menyampaikan emosi tertentu. Namun, kemungkinan besar, banyak iklan ini merupakan penipuan untuk menipu calon pembeli.
“Kita tidak hanya melihat iklan yang menawarkan ‘deepfake-as-a-service’, tetapi juga permintaan yang jelas akan alat-alat ini. Aktor berbahaya secara aktif bereksperimen dengan AI dan mengintegrasikannya ke dalam operasi mereka. Beberapa platform memiliki kemampuan yang lebih canggih: misalnya, LLM berbahaya yang dibuat sepenuhnya dari awal, independen dari model yang tersedia untuk umum, dan berjalan secara lokal. Meskipun teknologi ini tidak menghadirkan ancaman siber baru yang fundamental, teknologi ini dapat meningkatkan kemampuan penyerang secara signifikan,” ucap Dmitry Galov, kepala Tim Riset dan Analisis Global Kaspersky di Rusia dan CIS.
Baca juga: Khawatir Penipuan dengan Deepfake Terkait Pemilu 2024? Ini Tips Mencegahnya
Dimitri juga mengungkapkan bahwa dalam konteks ini para pakar keamanan siber harus bekerja keras melawan ancaman-ancaman tersebut. Salah satu cara menghadapi tantangan tersebut adalah memanfaatkan Akal Imitasi (AI) untuk meningkatkan produktivitas profesional keamanan dan efektivitas langkah-langkah pertahanan.
Tips Aman dari Ancaman Deepfake
Kaspersky memberikan beberapa tips berikut ini agar senantiasa aman dari ancaman siber:
- Pastikan perusahaan memiliki langkah-langkah keamanan siber yang efektif, bukan hanya solusi perlindungan, tetapi juga spesialis TI yang terampil. Gunakan Kaspersky Threat Intelligence untuk mengidentifikasi ancaman yang dapat memengaruhi bisnis
- Pastikan karyawan memahami deepfake dan alasan deepfake merupakan ancaman serius, serta berikan pelatihan rutin mengenai cara mengenalinya. Salah satu cara untuk membantu meningkatkan literasi digital adalah dengan memanfaatkan Kaspersky Automated Security Awareness Platform
- Ajari staf untuk mengenali tanda-tanda utama deepfake: gerakan tersentak-sentak, pencahayaan yang tidak konsisten antar frame, warna kulit yang tidak alami, kedipan mata yang tidak biasa atau hilang, distorsi gambar, dan video yang sengaja direkam dalam kualitas rendah atau pencahayaan yang buruk
Baca juga: Kaspersky Paparkan Tips Kenali Deepfake dan Cara Aman Mengantisipasinya
Demikianlah beberapa tips yang dapat dipertimbangkan agar bisnis dan karyawannya dapat terhindar dari tipuan deepfake.






