Film ‘Kuncen’ Padukan Horor, Misteri, Petualangan, Persahabatan dan Percintaan Film ‘Kuncen’ Padukan Horor, Misteri, Petualangan, Persahabatan dan Percintaan ~ Teknogav.com

Film ‘Kuncen’ Padukan Horor, Misteri, Petualangan, Persahabatan dan Percintaan



Teknogav.com – Hers Production dan Cinevara Production mempersembahkan film “Kuncen” yang disutradari oleh Jose Poernomo. Film ini berkisah mengenai petualangan lima orang remaja yang berusaha menyelamatkan teman dan kekasihnya yang hilang saat mendaki gunung. Kisah horor yang biasa terjadi di gunung terasa lebih seru karena memadukan unsur misteri, petualangan, persahabatan dan juga percintaan.


“Film ini memiliki latar setting lokal dengan unsur mistis dari budaya lokal dari desa dekat pegunungan. Namun, permasalahan dan solusi yang ditampilkan di film ini adalah dari para karakter yang tinggal di kota. Jadi berbagai dinamika selama pendakian itu juga akan membawa kedekatan ke penonton muda mengenai ketidaktahuan mereka pada apa yang terjadi sebenarnya di gunung dan akibat fatalnya,” ucap Jose Poernomo, sutradara film ‘Kuncen’.
Jose Purnomo, sutradara film "Kuncen"
Menurut Jose, ada beberapa tempat yang kehilangan pamor menjadi sepi, sehingga kuncen pun makin terpuruk. Ada orang-orang yang ingin membuat tempat tersebut jadi chaos dan anker. Jika sudah anker malah akan dimanfaatkan sebagai pesugihan, gendam dan lain-lain.

Alasan Jose menggunakan karakter anak-anak SMA dan bukan anak kuliahan atau pekerja karena emosinya berbeda. Anak-anak SMA masih naif, tidak mengerti, sok tahu, main tabrak sana-sini dan nekat. Berbeda dengan orang yang makin tua akan lebih berhati-hati. Kenekatan ini yang ingin diceritakan Jose. Dirinya pun tidak menceritakan kedalaman makna kuncen kepada mereka. Kompleksitas karakter Gen - Z ini yang dimanfaatkan sebagai cerita.

Baca juga: Film ‘Pencarian Terakhir’ Angkat Kisah Pendakian Gunung Penuh Misteri

Awindya (Azela Putri), karakter utama dari film ini adalah seorang pelajar SMA yang tinggal di perkotaan. Ayah Awindya mendidik anaknya sehingga menyukai sejarah dan budaya. Ketika kekasih Awindya yang seharusnya sudah pulang dari mendaki Gunung Merapi mendadak tidak bisa dihubungi, kegundahan pun melanda Awindya. 

Kabar mengenai adanya pendaki yang hilang mendorong Awindya untuk melakukan misi penyelamatan. Bersama dua sahabatnya, Agnes (Vonny Felicia) dan Mojo (Mikha Herman), mereka pun berangkat ke Gunung Merapi. Di tempat tersebut, mereka bertemu Yoga (Cinta Brian) dan Diska (Devina Karamoy) yang sebelumnya ikut mendaki bersama rombongan yang hilang. Yoga juga ingin menyelamatkan teman-teman seperjalannya yang hilang.

Penduduk setempat pun tak berani meneruskan misi penyelamatan, karena banyak hal gaib yang menakutkan terjadi sejak kuncen gunung tersebut meninggal. Ketegangan dalam film ini dibangun melalui kesunyian di gunung tersebut, tabut tebal dan hal-hal misterius.Banyak makhluk-makhluk gaib juga bermunculan, bahkan tak sedikit yang kerasukan dan bagai terkena wabah zombie

Suasana mencekam yang tergambar di dalam film ini salah satunya adalah penggunaan setting asli kuburan yang ada di lokasi. Azela Putri mengungkapkan bahwa salah satu pengalaman menegangkan saat syuting film 'Kuncen' adalah saat beradegan di liang kubur. Selain itu, Azela juga mengungkapkan pengalaman dirinya yang hampir kesurupan.

"Jadi ada salah satu pemeran kuntilanak yang saat di lokasi itu berteriak. Aku kira itu Vonzy yang lagi ambil adegan. Teriakannya itu nonstop. Aku akhirnya lari ingin melihat, ternya ada yang kesurupan. Begitu teriakannya berhenti, tiba-tiba seperti mau pindah ke aku. Jadi aku mengalami hampir mau kesurupan, itu rasanya ubun-ubun seperti mau ditarik," ucap Azela Putri. 

Azela Putri, Sara Wijayanto dan Davina Karamoy

Pengalaman horor yang disajikan film ini cukup emosional, apalagi dipadukan dengan persahabatan Awindya dan teman-temannya, serta rasa cinta. Ketakutan terhadap hal gaib juga menjadi penguji hubungan antar-teman. Film ini juga bagai memperkenalkan kembali budaya kepada Gen Z, termasuk peran penting seorang kuncen.

"Awalnya saya tidak tahu kuncen itu apa. Setelah membaca skripnya, ternyata menarik yang menceritakan lima remaja pergi ke gunung. Ada percintaan dan persahabatan. Film ini juga dapat menyegarkan ke Gen Z mengenai kuncen itu apa sambil menyajikan drama yang relate," ucap Rahul Mulani, produser film ‘Kuncen’.

Rahul Mulani, produser film ‘Kuncen’.

Rahul juga mengungkapkan bahwa gunung bukan cuma alam fisik dalam kepercayaan lokal masyarakat Indonesia. Gunung juga menjadi tempat tinggal roh leluhur dan penjaga alam. Ada kebiasaan yang telah menjadi pengetahuan umum di antara para pendaki dan masyarakat di sekitar pengunungan.

Baca juga: Film “Siksa Kubur” Kisahkan Psikologis Korban Kesesatan Pemahaman Agama 

“Izin ke kuncen atau juru kunci berarti menghormati mereka yang ‘menjaga’ sebelum manusia datang. Di Film ini, kami ingin menunjukkan bahwa Kuncen adalah penjaga adat sekaligus keselamatan, bukan cuma penjaga alam mistis,” lanjut Rahul Mulani.

Rahul Mulani memproduseri film ‘Kuncen’ bersama Fadi Iskandar dan Neivy Vilany. Selain itu, juga ada produser eksekutif Atta Halilintar, Heera Syahrir, Roan Yandie Anpira, Azmi Yansyah Siregar dan Kemal Temenggung. Fadi menungkapkan bahwa dirinya sangat dekat dengan budaya, termasuk kuncen. Beberapa konten yang dibuatnya bahkan mengungkapkan bahwa dirinya sangat menghargai tugas kuncen.

"Kuncen perannya penting walau sering tidak dianggap, tetapi kuncen zaman now mulai dihormati. Peran kuncen penting untuk menjaga kestabilan. Film ini membawa urban legend untuk menekankan pentingnya peran kuncen. Sopan santun di zaman sekarang juga sudah berubah. Film ini menggambarkan parahnya kondisi ketika tidak ada sosok kuncen," ucap Fadi Iskandar, produser film 'Kuncen'.

Fadi Iskandar, produser film 'Kuncen'

Fadi juga mengungkapkan bahwa kencen berfungsi untuk menjaga antara dunia yang nyata dan tidak nyata. Film ini menggambarkan ketika kuncen tidak ada, situasi tersebut dimanfaatkan dukun jahat agar banyak pasien yang mengunjunginya. Menurut Fadi, 78% orang yang tidak percaya ke dukun justru ke dukun. 

"Percaya hal-hal mistis di pegunungan karena juga sering kejadian. Pemilihan gunung juga dilakukan melalui diskusi. Setelah melakukan riset, akhirnya memilih Merapi karena terkenal dengan aura mistis," ucap Neivy Vilany, produser film 'Kuncen'.

Neivy Vilany, produser film 'Kuncen'

Neivy juga mengungkapkan bahwa mereka juga berkonsultasi dengan kuncen agar proses syuting berjalan lancar tanpa mengganggu keseimbangan yang ada. Film ini menggambarkan karakter perempuan yang menghadapi ketakutan-ketakutan dengan nekat. Ini adalah gambaran anak muda zaman sekarang. Keberanian perempuan memang salah satu hal yang diangkat dalam Hers Production. Hal senada juga diungkapkan Heera Syahrir, produser ekskutif film 'Kuncen'.  

"Film ini ingin menunjukkan pentingnya peran kuncen. Saat tak ada kuncen, keseimbangan berubah. Film ini juga menunjukkan lima remaja yang melakukan petualangan saat kuncen tak ada. Peran Awindya sangat nekat saat pacarnya hilang," ucap Heera Syahrir. 

Antusiasme sebagai produser eksekutif film 'Kuncen' pun diungkapkan Kemal Temenggung. Menurutnya, film horor ini tak hanya horor, tetapi juga tentang pertemanan dan menghormati budaya yang ada. "Kita harus saling menghormati satu sama lain dan alam," ungkapnya.

“Di film Kuncen, saya banyak belajar jari teman-teman produser, bagaimana membuat karya film untuk menjadi lebih baik lagi. Ini jadi momen saya untuk bisa mengambil lpelajaran dari banyak pelaku perfilman yang lebih berpengalaman dan bisa saya gunakan ke depannya,” ucap Atta Halilintar, produser eksekutif film ‘Kuncen’.

Baca juga: Temurun’, Film Horor Penuh Plot Twist dengan Efek Audio Mencekam  

Sara Wijayanto berperan dalam film ‘Kuncen’ sebagai sosok misterius yang menjadi kunci keselamatan pada karakter utama di misi penyelamatan. Kehadiran Sara yang singkat dan berbeda berhasil memberi kesan yang mendalam dan memberi makna pada jalan cerita film ini. 

Sementara itu, Davina Karamoy menyatakan bermain di film Kuncen menjadi hal baru baginya. Mendaki gunung merupakan tantangan tersendiri baginya karena lebih menyukai pantai. Namun, hal ini agak selaras dengan karakter Diska yang diperankan karena karakter tersebut tidak familiar dengan naik gunung. 

"Jadi saat syuting, aku harus pakai celana pendek dan semacam rompi sleeveless. Aku lumayan tersiksa di sana karena sangat kedinginan. Sementara teman-teman cast yang lain memakai double coat dan sweater. Jadi setiap cut adegan itu aku selalu minta selimut karena sangat dingin," ucap Davina Karamoy. 

Menurut Davina, karakter Diska lumayan logis dan mirip dirinya walau dia merasa tidak sejudes Diska. Namun dirinya mungkin akan bersikap seperti Diska, tetapi lebih memiliki empat.

Mikha Herman, pemeran Mojo dalam film "Kuncen"

Mikha Herman juga merasa dekat dengan karakter Mojo, yaitu sama-sama suka nongkrong dan mendukung teman-temannya. Dirinya juga penakut, tetapi setakut apa pun jika sudah dengan sahabat selalu memberi waktu.

Film ini akan tayang di bioskop Indonesia mulai 6 November 2025. Informasi terkit film ini dapat dipantau melalui Instagram resmi @hersproduction.

Share:

Artikel Terkini