AWS re:Invent 2025 Paparkan Inovasi Menuju Agentic AI Autonomous Agents AWS re:Invent 2025 Paparkan Inovasi Menuju Agentic AI Autonomous Agents ~ Teknogav.com

AWS re:Invent 2025 Paparkan Inovasi Menuju Agentic AI Autonomous Agents


Teknogav.com – Amazon Web Services (AWS) telah mengumumkan serangkaian inovasi terkini dalam ajang AWS re:Invent 2025 di Las Vegas. Transisi menuju Agentic AI autonomous agents yang mampu menalar dan bekerja mandiri menjadi fokus dari ajang tersebut. AWS juga meluncurkan solusi-solusi generasi terkini yang dapat mendukung AI menjalankan beban kerja secara efisien dan aman.

AI generatif (GenAI) telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, penerapannya pun mengalami pertumbuhan yang pesat. Kehadiran GenAI dapat membantu pelaku bisnis di Indonesia untuk terus berrtumbuh. GenAI mendukung transformasi digital bisnis dengan menyederhanakan aktivitas, meningkatkan produktivitas dan mendukung pengambilan keputusan.

Baca juga: Amazon Nova Tawarkan Serangkaian Model AI Berkinerja Tinggi yang Efisien

Anthony Amni, Country Manager AWS Indonesia mengungkapkan bahwa AWS senantiasa menghadirkan teknologi AI di Indonesia. Upaya ini dilakukan seiring pergeseran fokus industri dari tahap eksperimen adopsi AI menuju implementasi yang berorientasi pada hasil.

"Kami sangat percaya pada negara ini, tercermin dari nilai investasi yang kami lakukan di negara ini, yaitu lebih dari USD5 miliar sejak 15 tahun sebelumnya. Kami sangat tahu negara ini memilki potensi sangat besar terutama di talenta digital," ucap Anthony.

Dukungan AWS dalam mempersiapkan talenta digital dilakukan dengan mengasah kecakapan di bidang cloud sejak tahun 2017.

Anthony Amni, Country Manager AWS Indonesia 

"Saat ini, kita memasuki era Agentic AI di mana kecerdasan buatan mampu bekerja secara mandiri untuk menyelesaikan tugas operasional yang kompleks. Di Indonesia, dampak positifnya terlihat nyata pada perusahaan dari berbagai sektor, yang berhasil meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menekan biaya.  Fokus utama kami di Indonesia tetap pada mendukung organisasi dan memberdayakan mereka untuk menghadirkan inovasi yang dapat mengubah potensi teknologi menjadi nilai bisnis yang terukur,” lanjut Anthony.

Anthony juga mengungkapkan bahwa AWS menyediakan pre-tools sehingga perusahaan tidak perlu mulai dari nol dalam menerapkan Agentic AI. Hal ini dilakukan karena tidak semua perusahaan memiliki kemampuan untuk membuat AI.

Baca juga: Seiring Perkembangan Teknologi Cloud, AWS Paparkan Hal-hal yang Perlu Dipersiapkan

Kesiapan solusi AWS dalam membantu organisasi mengatasi hambatan adopsi AI dipaparkan Joel Garcia, Technology Lead for Strategic Initiatives, ASEAN, AWS.

Joel Garcia, Technology Lead for Strategic Initiatives, ASEAN, AWS.

 “Di AWS kami memberdayakan organisasi di setiap tahap perjalanan adopsi generative AI mereka, mulai eksplorasi awal sampai penerapan berskala produksi. Frontier Agents terbaru kami, termasuk Kiro dan AWS DevOps Agent, menghadirkan kemajuan signifikan dalam kemampuan AI otonom. Agen-agen ini dilengkapi memori jangka panjang dan dapat beroperasi secara mandiri dalam waktu lama. Kehadiran agen-agen tersebut berfungsi selayaknya rekan kerja kolaboratif, bukan sekedar alat biasa. Kami menyediakan landasan infrastruktur, model, dan alat yang aman bagi perusahaan untuk menskalakan GenAI di lingkungan produksi,” ucap Joel Garcia.

Perjalanan Transformasi Hibank dengan Solusi AWS

Pada sesi media briefing, AWS Indonesia juga menghadirkan Febry Indra Setyawan, Head of Tech Modenization, PT Bank Hibank Indonesia (Hibank). Beliau memapatkan bagaimana solusi AWS mendukung transformasi digital di Hibank. Bank tersebut beralih dari bank konvensional menjadi bank UMKM digital, sehingga membutuhkan transformasi bisnis dan teknologi.

Febry Indra Setyawan, Head of Tech Modenization, PT Bank Hibank Indonesia (Hibank)

Selama bertransformasi, Hibank menghadapi tantangan-tangangan berikut ini:

  • Tim kecil atau terbatas untuk menangani proyek sambil tetap menjalankan dan memantau aplikasi yang sudah ada
  • Tingginya tuntutan untuk membuat aplikasi baru atau meningkatkan yang sudah ada
  • Kurangnya dokumentasi dari aplikasi yang sudah ada

“Kami harus menerapkan strategi yang efisien melalui automasi atau AI untuk melakukan tugas-tugas berulang dan mempercepat penyampaian layanan atau proyek,” ucap Febry

Hibank pun memanfaatkan asisten AI Kiro yang disediakan AWS untuk membantu developer membangun, mengelola dan mengoptimalkan aplikasi cloud.Dukungan ini diberikan melalui bahasa yang alami, interaksi, pembuatan kode dan integrasi layanan AWS langsung. Kiro membantu tim Hibank memulai proyek baru lebih cepat dengan menentukan ruang kerja agar sesuai sistem tertentu Hibank. Fitur ‘spec driven’ Kiro dapat menunjukkan rencana untuk ditinjau dan dimodifikasi tim sebelum memulai kerja. Hal ini menjamin hasil yang selalu akurat dan aman.

“Kiro meningkatkan produktivitas pengembangan secara signifikan. Programer kami dapat fokus pada peryaratan bisnis dan pengembangan inti dengan mengautomasi tes unit. Pengerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu seharian, kini dapat dilakukan hanya beberapa menit. Linimasa proyek kami pun dapat dikurangi secara dramatis. Hal yang terpenting adalah Kiro dirancang pendekatan ‘security-first’. Pendekatan ini menggunakan AI untuk menyederhanakan pekerjaan kami sambil menjamin seluruh data bank dan nasabah tetap dijaga dan dilindungi,” lanjut Febry.

Baca juga: Gelar AWS re:Inforce, AWS Perkenalkan Serangkaian Layanan Keamanan Baru

Inovasi Terkini AWS

Berikut ini adalah beberapa pembaruan solusi AWS yang diumumkan pada AWS re:Invent:

AWS memperkenalkan kategori baru agen otonom yang dirancang menjalankan tugas kompleks secara mandiei, berikut ini adalah tiga agen yang diluncurkan:

  • Kiro Autonomous Agent (virtual developer assistant untuk coding dan debugging)
  • AWS Security Agent (konsultan keamanan proaktif yang mampu memahami infrastruktur organisasi). Agen AI ini dapat membuat rekomendasi sehingga developer dapat melakukan pemrograman dengan percaya diri
  • AWS DevOps Agent (fitur tim operasional always-on yang siap mendeteksi dan menangani insiden).
Ketiga Agen frontier tersebut mempengaruhi perusahaan dalam mengamankan dan mengoperasikan perangkat lunak. Agen tersebut dapat memahami konteks dan melakukannya secara otonom.

Pilihan di Amazon Bedrock pun diperluas dengan 18 model baru. Perluasan tersebut mencakup Mistral AI dan rangkaian model Amazon Nova 2 (Lite, Pro, Sonic, Omni). Kemampuan penalaran dan pemrosesan multimodal disajikan seru Nova 2 dengan rasio harga-kinerja terbaik di industri. Kustomisasi model juga bisa dilakukan Nova Forge menggunakan data perusahaan. Selain itu, ada Nova Act yang mampu mengotomatisasi alur kerja pada peramban web dengan tingkat keandalan sampai 90%.

Amazon Bedrock Agentcore juga mengalami pembaruan dengan infrastruktur untuk mempercepat transisi GenAI dari prototipe ke produksi. Berikut ini adalah fitur-fitur baru tersebut:

  • AgentCore Memory yang bisa menyimpan konteks jangka panjang agar agen bisa belajar dari pengalaman sebelumnya tanpa membutuhkan instruksi berulang.
  • AgentCore Policy yang berfungsi untuk mengamankan bahasa dan perilaku AI
  • Kiro Powers yang memberikan keahlian instan bagi agen untuk menggunakan alat pihak ketiga.

AWS juga meluncurkan, infrastruktur dan cip generasi terkini, yaitu sebagai berikut:

  • Graviton5, cip kustom untuk beban kerja cloud umum yang kinerjanya ditingkatkan 25% dibandingkan generasi sebelumnya
  • Trainium3 UltraServers untuk pelatihan AI yang hadir dengan cip 3nm pertama AWS. Kinerja cip ini 4,4 kali lebih cepat dan efisiensi energi 4 kali lipat dibanding generasi sebelumnya
  • AWS AI Factories yang memungkinkan perusahaan menjalankan infrastruktur AI superkomputer (NVIDIA/Trainium) langsung di pusat data mereka sendiri
Integrasi data dan keamanan pun dihadirkan oleh Amazon S3 yang kini tersedia secara umum. Terobosan ini memungkinkan untuk mencari vektor dengan skala miliaran dan menghemat daya sampai 90%.
Deteksi ancaman dapat dihadirkan AWS Security Hub dengan visualisasi terpadu secara nyaris real-time. Selain itu, hadir juga AWS Transform yang memanfaatkan Agentic AI untuk memodernisasi aplikasi lama (legacy) sampai 5 kali lebih cepat.


Share:

Artikel Terkini