
Teknogav.com – Rumah Produksi Pal8 Pictures mengumumkan jajaran pemeran film "Laut Bercerita" yang lebih lengkap di Jakarta pada 24 Februari 2026. Sebelumnya, para pemeran utama film tersebut telah diumumkan pada ajang JAFF Market 2025. Film yang diangkat dari novel laris karya Leila S. Chudori ini disutradari oleh Yosep Anggi Noen. Skenario film ini digarap Leila S. Chudori bersama Yosep Anggi Noen. Leila S. Chudori juga memproduksi film ini bersama dengan Budi Setyarso dan Gita Fara.
Pal8 Pictures merupakan rumah produksi di bawah naungan group Tempo Media untuk membuat film-film yang relevan dengan isu di masyarakat. Kisah-kisah yang diangkat termasuk cerita berlatar belakang sosial atau sejarah. Film “Laut Bercerita” merupakan film perdana yang dipersembahkan Pal8 Pictures. Produksi film ini dilakukan Pal8 Pictures dengan menggandeng VMS Studio, Jagartha, Lynx Films dan Brandlink.Baca juga: Film Rahasia Rasa Padukan Nasionalisme dengan Pelestarian Kuliner Indonesia
Para pemeran utama film “Laut Bercerita” yang diumumkan di ajang JAFF Market 2025 adalah sebagai berikut:
- Reza Rahadian sebagai Biru Laut
- Yunita Siregar sebagai Asmara Jati
- Christine Hakim sebagai ibu
- Arswendi Bening Swara sebagai ayah
- Dian Sastrowardoyo sebagai Kasih Kinanti
- Eva Celia sebagai Ratih Anjani
Baca juga: Film "Perang Kota" Usung Audio Dolby Atmos dan Kamera Dinamis

Jajaran pemeran lain yang diumumkan pada 24 Februari 2026 adalah sebagai berikut:
- Kevin Julio sebagai Daniel Tumbuan
- Ben Nugroho sebagai Alex Perazon
- Dewa Dayana sebagai Sunu Dyantoro
- Yoga Pratama sebagai Arifin Bramantyo
- Nagra Kautsar sebagai Naratama
- Natalius Chendana sebagai Julius
- Afrian Arisandy sebagai Gala Pranaya
Para karakter tersebut berperan penting dalam kehidupan Biru Laut, mereka adalah anggota kelompok diskusi mahasiswa Winatra. Biru Laut adalah seorang mahasiswa jurusan sastra Inggris yang bertemu dengan Kasih Kinanti yang merupakan salah satu pimpinan Winatra. Sejak pertemuan di tahun 1991 tersebut, Laut bergabung dalam Winatra bersama Alex, Daniel dan Sunu. Bagi mereka, membaca dan menulis merupakan bentuk perlawanan, dengan langkah selanjutnya dalam melawan kelaliman adalah dengan bergerak.
Menurut Dian Sastrowardoyo, tokoh Kinanti lebih memiliki pengalaman menavigasi saat sedang aksi.
![]() |
| Dian Sastrowardoyo, pemeran Kasih Linanti pada film "Laut Bercerita" |
"Kinan juga bertugas merekrut untuk ikut aksi. Kinan dan Bram punya ketenangan lebih dari yang lain, juga menyadari lebih dahulu jika aksi akan gagal. Jangan bilang film ini perlawanan, tetapi bilang ini harapan," ucap Dian..
Baca juga: Film Warfare, Tampilkan Kisah Nyata Mencekam Navy SEAL di Irak
Reza Rahadian yang memerankan Biru Laut mengkui kesulitannya secara emosional dalam memerankan tokoh tersebut. Namun, dia berharap film ini dapat menumbuhkan kepekaan bagi penonton. Reza juga mengungkapkan kegembiraannya dapat menjadi teman dekat di kehidupan nyata dengan ketiga pemeran lain dalam Winatra.
"Ketika film ini selesai diproduksi saya merasa berat sekali meninggalkan proyek yang saya tahu kalau untuk selesai terasa berat untuk dibawa pulang. Semoga film ini bisa membuka ruang berefleksi terhadap permasalahan sosial saat ini," ucap Reza.
Ben Nugraha juga mengungkapkan betapa menantangnya memerankan Alex Perazon yang memiliki karakter kuat dan kompleks.
![]() |
| Ben Nugraha, pemeran Alex Perazon dalam film "Laut Bercerita" |
"Alex khas dengan kameranya. Di film ini, saya belajar fotografi dan membangun persahabatan di dalam dan luar set," ucap Ben Nugraha.
Antusiasme bisa bekerja sama dengan sutradara Yosep Anggi Noen juga diungkapkan oleh Kevin Julio.
“Pada dasarnya, saya bukan pembaca novel, "Laut Bercerita" merupakan novel pertama yang saya baca sampai habis. Ketika saya diterima untuk menjadi Daniel Tumbuan, saya terharu sampai berkaca-kaca,” ucap Kevin.
Pengalaman seru saat syuting film menurut Kevin adalah saat adegan Blangguan karena melihat Dian Sastro dan Reza kehujanan penuh lumpur.
Dian yang mengidolakan karakter Kinan pun merasa senang ketika ditawari memerankannya. Eva yang juga telah membaca novel "Laut Bercerita" pun senang impiannya memerankan Anjani menjadi kenyataan.
Yunita Siregar mengungkapkan bahwa dia justru belajar dari tokoh Asmara Jati, adik Laut. Asmara Jati merupakan tiang keluarga. Ayah dan ibunya tak kunjung percaya bahwa putra mereka, Biru Laut, hilang tanpa jejak. Selama selang beberapa tahun, mereka meyakini Biru Laut masih hidup, sedangkan Asmara Jati yakin kakaknya sudah tiada.
"Bagaimana menyelami rasa kehilangan dengan lembut, tanpa pernah kehilangan kekuatannya,” ucap Yunita Siregar.
Christine Hakim yang memerankan ibu Biru Laut pun mengungkapkan dirinya tidak bisa membayangkan beratnya kehilangan seorang anak.
![]() |
| Christine Hakim |
"Pasti berat bagi seorang ibu harus kehilangan. Lebih berat lagi yang hilang ini merupakan harapan. Dalam perjalanan saya ke mancanegara beberapa kali banyak animal rescue, tetapi tidak pernah mendengar human rescue. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan harus saling meyayangi, merupakan pesan paling utama sebagai ciptaan Tuhan. Peristiwa ini bukan hanya terjadi di tahun 1998, tetapi terjadi sampai kiamat. Hal yang memprihatinkan adalah di mana Ketuhanan Yang Maha Esa jadi sila pertama, tetapi justru seperti yang paling dilupakan," ucap Christine Hakim.
Sutradara Yosep Anggi Noen mengarahkan para pemain selama 37 hari syuting di Semarang, Salatiga, Jakarta, dan Sukabumi. Anggi mengungkapkan proses penggarapan "Laut Bercerita" cukup sulit dan penuh tantangan.
“Selain menyajikan cerita yang sudah dipahami oleh pembaca novelnya, di film ini saya harus menghadirkan penceritaan yang bisa diikuti oleh penonton secara umum,” ucap Anggi.
Keterlibatan para pemain berbakat dalam film ini pun disyukuri oleh Budi Setyarso, Direktur Pal8 Pictures.
“Kami bersyukur film panjang perdana kami ini didukung oleh para pemain berbakat. Kami berharap film Laut Bercerita bisa memberikan inspirasi untuk banyak orang. Semangat persahabatan dan persaudaraan anggota Winatra itulah yang kami ingin tularkan kepada penonton film ini," ucap Budi.
![]() |
| Budi Setyarso, Direktur Pal8 Pictures |
Budi juga mengungkapkan bahwa merasa berjodoh karena buku "Laut Bercerita" ditulis saat Leila masih di Tempo. Pal8 Pictures merupakan rumah produksi yang baru dibangun Tempo dengan semangat untuk membangun hal-hal yang baik, melawan korupsi, dan melawan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan. Menurutnya hal ini ingin ditularkan melalui "Laut Bercerita" dan berharap dapat diikuti proyek-proyek film lain.
Novel "Laut Bercerita” diterbitkan tahun 2017 sekaligus dengan film pendek yang berjudul sama. John McGlynn menerjemahkan novel tersebut menjadi "The Sea Speaks His Name" pada tahun 2020. Novel ini meraih penghargaan SEA Write Award pada tahun yang sama.
Gita Fara yang memproduseri film pendek dengan judul sama pada 2017 mengungkapkan bahwa pada film panjang ceritanya lebih utuh. Perjalanan Biru Laut lebih utuh dan menekankan aspek keluarga, kehilangan dan harapan.
“Kami merasa cerita ini makin relevan untuk saat ini. Kami ingin menekankan aspek keluarga, kehilangan, dan harapan. Ketika mengadaptasi novel menjadi film pendek, hal ini tentunya menjadi hal yang membuat deg-degan. Cerita ini di tahun 1990an. Kita ingjn menghidupkan kisah yang sudah ditulis Leila dalam novel. Bersyukur dapat support partner dengan skala produksi yang luar biasa,” ucap Gita Fara.
Perbedaam antara menggarap film dan buku pun dituturkan oleh Leila S. Chudori. Menurutnya film dan buju merupakan medium berbeda.
![]() |
| Leila S..Chudori |
"Ketika mengetahui akan diangkat sebagai film, maka bukunya harus disingkirkan, hanya mengambil jiwa dan pilar-pilarnya. Film ini lebih mengambil jiwa karakter-karekter yang sama. Jalan cerita akan diambil seperti buku, tetapu harus memberi lonteks. Buku ada struktur tersendiri. Ketika membuat audio visual tidak semua orang mempunyai bukunya. Kenapa buku dilarang, memancing berpikir kenapa Laut mau bergabung dgn Winatra. Semua lebih dieksplor di film yang lebih bercerita. Apa yang ditulis dan cantik apabila diucapkan belum tentu enak didengar. Jadi ada beberapa kali revisi draft karena ingin membuat film yang sangat bagus untuk semua, tidak hanya untuk yang sudah membaca. Mereka yang belum membaca juga harus bisa menikmati," ucap Leila.
Leila juga mengungkapkan bahwa film "Laut Bercerita" mengambil momen-momen yang bisa ditularkan dengan kata- kata kunci untuk menggambarkan era dan memperlihatkan persahabatan.
Film ini terpilih dalam program Work-in-Progress (WIP) di Hong Kong - Asia Film Financing Forum (HAF) 2026. Selain itu, film ini juga akan berjejaring dengan calon mitra kolaborator di Hong Kong Filmart pada 17–19 Maret 2026. Film “Laut Bercerita” akan tayang di bioskop Indonesia tahun 2026 ini.
Sejak Desember 2017, novel versi softcover sudah mencapai cetak ulang ke 116 kali. Jika dihitung sekaligus dengan Edisi hardcover dan Edisi Spesial 100 yang hanya berbeda packaging itu, novel ini sudah mencapai 133 kali cetak ulang.











