
Teknogav.com – Starvision bersama dengan Legacy Pictures mempersembahkan film “Senin Harga Naik” yang akan ditayangkan di bioskop Indonesia mulai 18 Maret 2026. Film ini cocok ditonton bersama keluarga saat lebaran karena mengangkat kisah keluarga, lengkap dengan konflik dan kasih sayang mereka. Kisah ini mengajak penonton untuk menyadari pentingnya keluarga walau banyak diwarnai konflik satu sama lain.
Sebelumnya, Starvision telah mempersembahkan film drama romansa Komang pada lebaran tahun 2025 lalu yang mencapai 3.002.303 penonton. Kini, film “Senin Harga Naik” mengisahkan tentang keluarga pengusaha roti yang toko rotinya berada menyatu dengan rumah mereka. Suatu ketika, anak kedua dari tiga bersaudara keluarga tersebut, yaitu Mutia (Nadya Arina) pergi meninggalkan rumah karena. Karakter sang ibu, yaitu Retno (Meriam Bellina) yang begitu mengatur kehidupannya sudah membuat Mutia tidak tahan tinggal di rumah tersebut.
Tiga tahun berlalu, Mutia yang sudah menentukan jalan hidupnya terpaksa kembali ke rumah untuk melakukan tugas demi jenjang kariernya. Tempat Mutia bekerja menugaskannya dalam misi pembebasan lahan, yaitu melobi ibunya sendiri agar rumah beserta toko rotinya, Mercusuar mau digusur. Awalnya, misi tersebut dilakukan secara diam-diam, tanpa sepengetahuan kakak dan adiknya, Amal (Andri Mashadi) dan Tasya (Nayla Purnama).
Baca juga: Film Home Sweet Loan Cerminkan Kegundahan Seorang Generasi Sandwich
Nadya Arina yang berperan sebagai Mutia pun merefleksikan mengenai cara berkomunikasi dengan orang tua. Menurutnya, saat beranjak dewasa ada perubahan cara berkomunikasi dengan orang tua dan sering terjadi kesalahpahaman. Film “Senin Harga Naik” mengajadi Nadya untuk dapat memahami dan menyayangi keluarga.
“Semua adegan yang ada di film ini rasanya bakal bikin kita tertawa, menangis haru, dan ingin meminta maaf ke orang yang mungkin sudah lama berselisih paham. Lebaran jadi momen yang tepat untuk mengucapkan maaf, sama seperti yang dilakukan Mutia dan Ibunya di Senin Harga Naik,” ucap Nadya.
Sebenarnya, tak hanya Mutia yang mendapat tekanan dari sang Ibu, kakak dan adiknya pun merasakan hal yang sama. Sang ibu menanggap Taris (Givina), istri Amal telah merebut Amal dan cucunya, Alviero (Adam Xavier) dari kehidupannya. Banyak konflik dan momen-momen penuh emosi yang cukup memancing air mata melalui berbagai lapisan drama dari masing-masing karakter. Mulai dari konflik anak perempuan dan ibu, relasi mertua dan menantu, sampai orang tua yang keras kepala terhadap yang diyakini.
Meriam Bellina yang memerankan Retno, ibu tiga anak yang keras dengan anak-anaknya mengungkapkan bahwa film tersebut menyadarkan mengenai pentingnya kebersamaan. Menurutnya, film ini juga menekankan pentingnya kehadiran orang tersayang.
“Biasanya di saat kehilangan kita baru merasa ya, ‘Oh, ternyata kemarin-kemarin aku punya ini, aku punya itu.’ Di film Senin Harga Naik ini saya menjadi single mother yang hanya ingin memiliki kedekatan dengan anak-anaknya. Sementara anak- anaknya ingin berkembang dan melanjutkan hidup mereka. Jadi terkadang saya cukup keras dalam mendidik dan malah membuat mereka makin menjauh. Tapi, selalu ada kesempatan untuk memperbaiki semua, dan saya rasa menonton film Senin Harga Naik bersama keluarga di momen Lebaran bisa menjadi salah satu sarana untuk menemukan kembali kehangatan keluarga,” ucap Meriam Bellina.
Baca juga: Film '1 Kakak 7 Ponakan' Sajikan Kesederhanaan dengan Kekuatan Rasa
Naskah film ini ditulis Rino Sarjono yang kemudian disutradari oleh Dinna Jasanti dan diproduseri Chand Parwez Servia. Film “Senin Harga Naik” mengajak penonton untuk menemukan arti keluarga seutuhnya, serta maaf dari anak ke orang tua dan sebaliknya.
“Waktu terkadang membuat momen berlebaran bersama keluarga menjadi sesuatu yang sangat langka dan istimewa. Di era yang makin sulitnya bersama dan berdekatan seiring berjalannya hari, penting untuk menemukan hal yang memicu untuk saling berkomunikasi. Penting untuk bisa bicara dan saling mendekatkan diri lagi dengan keluarga. Lebaran adalah momen yang sangat penting untuk hadirkan film terbaik. Momen dimana kita berkumpul kembali dengan keluarga, dan semoga film Senin Harga Naik bisa menghangatkan hati untuk mau saling memaafkan,” ucap produser Chand Parwez Servia.
![]() |
| Chand Parwez Servia, produser film "Senin Harga Naik" |
Menurut Chand Parwez, lebaran merupakan momen kebersamaan yang sakral. Sejak kecil hingga dewasa, momen ini dirayakan dengan berkumpul bersama, seiring makin sulitnya kesempatan bermaafan akibat padatnya kegiatan bekerja. Harapannya, film “Senin Harga Naik’ dapat mengajak untuk menemukan kembali nilai-nilai ang membuat keluarga sangat penting, dan ingin kita peluk.
Baca juga: Film ‘Dua Hati Biru’, Potret Perjuangan Keluarga Muda Hadapi Tantangan

Hal senada disampaikan Dinna Jassanti yang ingin agar film “Senin Harga Naik” dapat menjadi kado spesial untuk merayakan lebaran. Dinna menampilkan latar berupa interior toko roti yang ikonik sebagai tempat dengan nilai sentimentil yang menggerakkan emosi masing-masing karakter. Setting ini pun menjadi motivasi drama yang dihadirkan.
Film ini juga melibatkan pemeran senior, seperti Nungki Kusumastuti sebagai Bude Ida dan Restu Sinaga sebagai Bimo, sang ayah. Selain itu, juga ada Rianti Cartwright yang memerankan Retno muda dan Hamish Daud sebagai Maruli Zubizarreta, CEO tempat kerja Mutia.

Humor film ini pun disegarkan kehadiran Arief Alfiansyah dan Aci Resti, yang berperan sebagai Karmanto dan Rani, karyawan Mercusuar. Selain itu, hadir juga komedian Hifdzi Khoir, Lolox, dan Chika Waode. Para pemeran lain mencakup Brandom Salim, Razan Zu, Annisa Hertami, Dayu Wijayanto, Reynavenzka, Devy Anastasia, Violeta Ekanjani, Maryam Lin, Jordan Omar, Mikhaila Zeline, dan Ashraf Dirgham.







