
Teknogav.com - Para penggemar adiwira Spider-Man, pastinya telah menunggu film Spider-Man: Brand New Day. Ini adalah film Spider-Man keempat yang diperankan Tom Holland dan resmi dirilis secara global pada akhir Juli 2026. Karakter Spider-Man telah membesarkan nama Tom Holland di jagat multiverse Marvel. Tom Holland akhirnya kembali lagi mengenakan kostum manusia laba-laba dalam Spider-Man: Brand New Day yang berbeda dari film-film sebelumnya.
Kali ini, sutradara Destin Daniel Cretton (Sutradara Shang-Chi-red) mengambil alih film dari tangan Jon Watts. Di bawah arahannya, film ini membawa angin segar yang selama ini dibutuhkan oleh Marvel Cinematic Universe (MCU). Cretton berhasil menarik keluar Spider-Man dari bayang-bayang pahlawan besar lainnya dan mengembalikan jati diri Spider-Man ke akarnya. Suatu kisah pahlawan yang sangat menyentuh, emosional, dan penuh pengorbanan.
Baca juga: Film Anaconda, Kisah Persahabatan Penuh Ketegangan dan Tawa
Sinopsis
Narasi film mengambil latar waktu beberapa tahun setelah mantra Doctor Strange menghapus ingatan dunia. Peter Parker (Tom Holland) kini hidup dalam isolasi total di kerasnya kota New York. Tanpa Bibi May yang telah berpulang, juga tanpa MJ (Zendaya) dan Ned (Jacob Batalon) yang mengenalnya. Peter bertahan hidup sendirian di suatu apartemen kumuh dan memilih mendedikasikan hidupnya sepanjang waktu sebagai Spider-Man.
Namun, tekanan psikologis akibat kesepian yang ekstrem dan aktivitas pahlawan tanpa henti mulai memicu perubahan biologis yang berbahaya pada tubuhnya. Di tengah krisis identitas dan mutasi fisik yang tidak terkendali ini, muncul ancaman baru yang misterius.
Ancaman kejahatan ini belum pernah ia lihat sebelumnya, dan memaksa Spider-Man bertarung di batas kemampuan fisiknya. Spider-Man pun terpaksa berinteraksi dengan sejumlah adiwira yang muncul secara tak terduga, mulai dari Yelena Belova (Florence Pugh), Frank Castle (Joe Bernthal) sampai Bruce Banner (Mark Ruffalo). Apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya? Dan ancaman apa yang sebenarnya terjadi?
Baca juga: Evil Dead Burn, Horor Splatter Brutal yang Sangat Mencekam
Narasi yang Mengeksplorasi Emosi dan Kedewasaan Peter Parker
Baru kali ini di waralaba Spider-Man disuguhkan suatu kisah yang membumi dan penuh emosi, Peter Parker terlihat sangat rapuh. Saat Peter Parker kian dewasa dalam menghadapi persoalan yang menderanya, terlebih hubungannya makin canggung dengan MJ yang kini tidak mengingatnya. Semua persoalan yang terjadi, menghadirkan konflik romansa yang teramat tragis di tengah konflik batin yang dialami Peter di sepanjang film.
Koreografi Aksi Menawan dan Penggunaan Practical Effect yang Dominan
Pergantian sutradara ke Destin Daniel Cretton ternyata membuat pertarungan jarak dekat menjadi sangat powerful. Terlebih saat melihat gerakan web-swinging Spider-Man yang lebih realistis. Film ini terlihat mengurangi dominasi CGI dan beralih ke practical effects serta penggunaan kostum berbahan elastis yang patut diacungi jempol. Pertarungan jalanan terasa lebih intens, terutama saat melibatkan elemen brutal The Punisher yang sangat kuat.
![]() |
| Sumber: Sony Pictures |
Beberapa Subplot agak Dipaksakan
Durasi Spider-Man yang cukup panjang (mencapai 2 jam 25 menit-red), mungkin membuat penonton bertanya-tanya, hal baru apa yang sebenarnya ditambahkan. Kemungkinan kehadiran musuh klasik seperti Scorpion dan Tarantula tanpa eksposisi yang cukup, akan membingungkan para penggemar. Apalagi melihat karakter antagonis baru, Jean Grey (Sadie Sink), terlalu disimpan agak rapat melalui misteri berliku, membuat penyelesaian konfliknya kurang gereget dan terlalu berlarut-larut.
Baca juga: Tim Spider-Man Andalkan Perangkat Gaming ASUS ROG Strix G35 Lho!
Pada film Spider-Man ini, ASUS kembali menghadirkan dua produk laptop andalannya, yaitu ROG Strix G16 dan ROG Zephyrus G16. Laptop tersebut digunakan Peter Parker dalam melakukan simulasi risetnya. Selain itu, film ini juga menampilkan produk smartphone flagship dari Samsung.
Kesimpulan
Spider-Man: Brand New Day menjadi penyegar bagi yang menyukai kisah adiwira ikonik yang jauh lebih emotional yang penuh drama dan konflik romansa yang pahit dari Peter dan MJ. Di sisi lain, film ini tak hanya memamerkan pertarungan antar adiwira yang berseteru berlatar multiverse seperti film-film sebelumnya. Namun, film ini berani memberikan konflik personal yang belum pernah dialami Peter Parker di sepanjang hidupnya.
Alur awal film ini membangkitkan rasa bertanya-tanya. Namun, seiring berjalannya waktu, narasinya mulai menemukan ritme yang cukup dalam membangun kisah Spider-Man terbaik dan paling manusiawi.
Pemera: Tom Holland, Zendaya, Sadie Sink, Jacob Batalon, Jon Bernthal, Mark Ruffalo
Durasi Film: 145 menit
Skor: 8.0/10







