
Teknogav.com – DreamWorks Animation mempersembahkan film animasi terkini, Forgotten Island yang mengangkat petualangan menjelajahi Pulau Nakali yang penuh fantasi.Kisah dalam film ini mengangkat tema persahabatan, keluarga dan kenangan yang membentuk hubungan antar-manusia berlatarkan budaya dan mitologi Filipina. Film Forgotten Island akan tayang di bioskop Indonesia mulai 2 Oktober 2026.
Persahabatan Jo dan Raissa yang sudah dekat sejak kecil menjadi benang merah dari kisah dalam Forgotten Island. Keduanya tengah bersiap menjalani hidup yang bebeda setelah lulus sekolah. Raissa yang ingin melanjutkan kuliah di Amerika Serikat, sehingga Jo pun ingin menghabiskan waktu terakhir mereka bersama-sama. Saat mereka sedang merayakan hari terakhir mereka, keduanya menemukan portal misterius yang membawa mereka ke Pulau Nakali. Tempat yang telah menjadi impian mereka sejak kecil tersebut banyak dipenuhi makhluk ajaib dan legenda khas Filipina.
Baca juga: Forgotten Island, Film Animasi Petualangan Sahabat yang Menyentuh dan Seru
Raissa ingin segera bisa kembali ke dunia nyata, untuk mewujudkan keinginan orang tuanya. Jo sendiri sebenarnya betah di pulau tersebut, tetapi ingin dapat terus mendukung sahabatnya. Namun, ternyata jalan untuk kembali ke rumah memiliki harga yang tak terduga, yaitu kenangan tentang persahabatan mereka. Jo dan Raissa bertualang bersama Raww, weredog yang kikuk tetapi berhati baik, serta sejumlah karakter unik lainnya. Mereka harus menemukan jalan keluar sebelum kenangan yang telah membentuk persahabatan mereka hilang selamanya.
Film ini disutradarai dan ditulis Jowl Crawford dan Januel P. Mercado yang juga menggarap Puss in Boots: The Last Wish. Persahabatan mereka yang telah terjalin selama lebih dari dua dasawarsa juga menjadi inspirasi kisah Jo dan Raissa. Forgotten Island merupaka proyek yang sangat pribadi bagi mereka, kisah persahabatan, keluarga dan perempuan-perempuan penting dalam kehidupan mereka. Film ini juga menjadi bentuk perayaan terhadap budaya Filipina.
![]() |
| Sumber: Universal Pictures Indonesia |
Kekuatan cerita film Forgotten Island juga mendapat sambutan positif dari audiens. Rotten Tomatoes mencatatkan skor 95% dari Tomatometer (kritikus film) dan 96% dari Popcornmeter (general audiences) untuk Forgotten Island. Sejumlah ulasan memuji film ini karena mampu memadukan humor, energi, visual yang imajinatif, dan cerita yang memiliki rasa emosional. Film ini menawarkan petualangan fantasi sekaligus mewakili budaya Filipina dengan cara yang autentik dan mudah melibatkan penonton dari berbagai kalangan.
Baca juga: The Dangers in My Heart: The Movie, Geregetnya Cinta Remaja
H.E.R. yang mengisi suara Jo dalam film Forgotten Island merasa keterlibatannya memiliki makna pribadi.
“Jarang sekali bisa menemukan representasi Filipina. Aku bangga dapat menjadi bagian dari film ini dan berkesempatan untuk menceritakan kisah-kisah yang tumbuh bersamaku kepada orang lain. Ini merupakan hal yang sangat spesial bagiku,” ucap H.E.R.
Hal senada disampaikan Liza Soberano yang mengisi suara Raissa. Bagi Liza, menjadi bagian dari film yang merayakan warisan budayanya merupakan pengalaman yang istimewa. Kendati berlatarkan budaya Filipina, kisah persahabatan, perubahan dan kenangan dalam film tersebut memiliki tema universal yang bisa dirasakan seluruh penonton.
![]() |
| Sumber: Universal Pictures Indonesia |
Sisi menarik weredog juga disampaikan Dave Franco yang merasakan pengalaman menyenangkan saat mengisi suara Raww. Menurut Dave, karakter Raww memiliki sisi rentan yang memberinya ruang untuk mengeksplorasi karakter tersebut. Berbagai pendekatan dilakukannya untuk menemukan karakter Raww.
“Aku sangat berterima kasih telah dipercaya untuk memerankan karakter yang begitu unik,” ucap Dave.
Forgotten Island juga mengajak untuk kembali ke era 1990-an, saat media sosial dan smartphone belum menjadi bagian dari keseharian. Latar ini menjadi unsur penting kisah Jo dan Raissa, terutama saat menghadapi kemungkinkan perubahan jarak dan kehidupan mengubah persahabatan mereka. Nuansa era tersebut juga ditampilkan melalui detail visual, estetika budaya rave, serta musik pop akhir 1980-an hingga 1990-an.
![]() |
| Sumber: Universal Pictures Indonesia |
Baca juga: Trailer Film The Cat in The Hat Resmi Rilis di Indonesia
Semangat nostalgia Forgotten Island juga dihadirkan melalui photobooth Forgotten Island di Bintaro Xchange dan Stasiun MRT Blok M. Pengunjung dapat mengabadikan momen bersama sahabat dan membawa pulang hasil foto dalam bentuk sampul kaset musik. Kehadiran photobooth ini menghadirkan kembali salah satu unsur khas era yang menjadi latar cerita film. Photobooth tersebut dapat dikunjungi dari tanggal 16 September–4 Oktober 2026.
“Melalui Forgotten Island, kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar pengalaman menonton film animasi. Ada cerita tentang hubungan persahabatan, kenangan, dan orang-orang yang tumbuh bersama kita. Karena itu, kami juga mengajak penonton merayakan hubungan tersebut bersama sahabat mereka,” ucap Julius Daniel Suhakri, Head of Marketing Universal Pictures International.
Forgotten Island menghadirkan dunia Filipina yang kaya budaya dan mitologi, serta cerita universal mengenai pertanyaan sederhana: “Seberapa jauh kita akan berjuang mempertahankan kenangan bersama sahabat terbaik kita?”. Dunia tersebut ditampilkan melalui perpaduan petualangan fantasi, humor, nostalgia dan kisah persahabatan yang emosional.
Informasi terkini mengenai Forgotten Islan dapat dilihat di akun resmi Univestal Pictures International di Instagram, X dan YouTube. Selain itu, informasi juga bisa diakses melalui situs resmi Forgotten Island.









