Kaspersky Temukan Celah Keamanan di Pemindai Barcode Kaspersky Temukan Celah Keamanan di Pemindai Barcode ~ Teknogav.com

Kaspersky Temukan Celah Keamanan di Pemindai Barcode



Teknogav.com - Kaspersky mengidentifikasi kerentanan pada perangkat barcode scanner yang banyak digunakan di industri gudang dan ritel. Celah tersebut berpotensi membuka pintu serangan siber ke jaringan operasional gudang. Temuan yang dipresentasikan pada Security Analyst Summit 2026 di Bali ini merupakan bagian dari audit keamanan ekosistem digital gudang.

Gudang modern bukan sekadar ruang penyimpanan sederhana, melainkan ekosistem kompleks yang dibangun di atas berbagai teknologi dan perangkat. Nilai penjualan e-commerce global telah meningkat hampir dua kali lipat sejak tahun 2019 menjadi lebih dari USD6 triliun. Artinya, segala gangguan atau keterlambatan dalam rantai pengiriman dapat menyebabkan kerugian finansial dan kerusakan reputasi yang fatal. 

Baca juga: Ancaman Siber Otomotif dan Global Jadi Fokus SAS 2025 

Para peneliti Kaspersky Security Services telah memerika berbagai vektor serangan siber terhadap infrastruktur gudang untuk mengidentifikasi potensi risiko. Vektor tersebut termasuk serangan yang dilakukan menggunakan berbagai perangkat di sistem gudang. Mereka pun menemukan vektor serangan baru yang mengeksploitasi kerentanan dalam model pemindaian barcode dari produsen ternama. Perangkat semacam itu digunakan secara luas pada pergudangan, retail, dan berbagai sektor lain.

Pengaturan yang umum melibatkan pemindai genggam yang berkomunikasi dengan base station, yang kemudian terhubung ke workstation atau sistem bisnis lainnya. Kelemahan utamanya adalah tidak adanya autentikasi antara base station dan pemindai tersebut.

Baca juga: Angkat Tema Ruang Angkasa, SAS 2024 Tekankan Pentingnya Keamanan Siber   

Penelitian Kaspersky mengungkapkan bahwa pemindai-pemindai tersebut dapat berperan sebagai titik masuk ke jaringan OT pergudangan. Serangan bisa dilakukan melalui koneksi nirkabel pemindai. Para peneliti Kaspersky menemukan bahwa penyerang dalam jangkauan bisa menekan tombol pada perangkat yang terhubung. Akibatnya terjadi eksekusi jarak jauh tanpa membutuhkan interaksi dari pengguna.

Pada skenario serangan, pengguna kemungkinan sedang menjalani kerja sehari-hari yang normal menggunakan pemindai barcode nirkabel yang terhubung ke base station. Bersamaan dengan itu, penyerang mendapatkan alamat Bluetooth dari base station, contohnya melalui penyadapan pasif lalu lintas Bluetooth.

Mekanisme serangan yang dolakukan melalui konejsi nirkabel pemindai

Penyerang mengirim muatan berbahaya ke base station yang mensimulasikan penekanan keyboard melalui koneksi Bluetooth yang tersedia. Base station kemudian meneruskan penekanan tombol ke PC yang terhubung, yang kemudian dianggap sebagai masukan resmi dari pengguna yang sah. Penekanan tombol ini dapat digunakan untuk mengeksekusi perintah yang tidak sah. Pola serangan ini teramati terjadi pada perangkat dari berbagai produsen.

Hasilnya, penyerang bisa memperoleh pijakan awal ke komputer di dalam jaringan gudang. Pemindai hanya berfungsi sebagai titik masuk. Pentingnya pijakan ini tergantung pada posisi terpercaya komputer tersebut di dalam lingkungan operasional dan konektivitasnya ke sistem-sistem krusial. Vektor serangan semacam ini dapat menimbulkan ancaman serius. Ancaman ini tidak sebatas industri pergudangan, tetapi juga sektor retail dan segala sektor lain yang menggunakan perangkat serupa secara aktif.

Para peneliti Kaspersky meyakini skenario serangan yang sama kemungkinan digunakan untuk perangkat pergudangan lain. Contohnya adalah Portable Data Terminals (PDR) atau printer termal untuk memperoleh akses ke infratruktur seperti Warehouse Management Systems (WMS).

Sergey Sidorov, Kepala Layanan Keamanan Industri di Kaspersky.

"Sektor retail dan logistik modern sangat bergantung pada teknologi digital. Teknologi ini mulai dari platform pengelolaan di seluruh perusahaan sampai setiap perangkat yang digunakan oleh pekerja. Konektivitas menyeluruh ini berarti segala teknologi, di segala tingkat dapat menjadi pintu masuk serangan siber yang mampu mengguncang seluruh ekosistem. Hal ini sebagaimana yang ditunjukkan oleh penelitian kami, bahkan melalui satu perangkat pemindai barcode sekali pun. Sektor pergudangan, dan industri retail secara lebih luas, harus menempatkan keamanan siber sebagai prioritas utama di setiap lapisan operasional mereka," ucap Sergey Sidorov, Kepala Layanan Keamanan Industri di Kaspersky.

Baca juga: Sesuai Nama, Trojan Perbankan Grandoreiro Punya Tujuan Besar-besaran 

Para pakar Kaspersky merekomendasikan untuk memverifikasi setiap perangkat baru sebelum dihubungkan ke jaringan untuk meningkatkan keamanan di lingkungan gudang, Penting untuk mematikan segala antarmuka Bluetooth yang tidak digunakan, dan memaksa mekanisme autentikasi yang kuat. Koneksi jaringan harus dipisahkan agar hanya koneksi penting yang diizinkan. Segera terapkan pengkinian keamanan ke dua perangkat dan VMS. Lakukan langkah tersebut sambil membatasi izin akun ke persyaratan minimum. 

Selain itu, biasakan juga melakukan latihan jalur serangan skala penuh. Latihan tersebut mencakup skenario yang melibatkan pihak internal dengan kredensial penting.

Kaspersky menawarkan pemeriksaan menyeluruh untuk lingkungan industri; mengungkap kelemahan di perangkat jaringan, ICS dan OT; memeriksa konfigurasi dan jalur akses; serta memetakan kerentanan untuk mengungkap risiko yang bisa ditindaklanjuti. 

Pada pemeriksaan sistem di lapangan, Kaspersky ICS Security mengungkapkan risiko tersembunyi dan menyampaikan wawasan yang bisa ditindaklanjuti tanpa mengganggu operasi.

Langkah-langkah ini dapat diperkuat dengan solusi yang dirancang khusus, seperti Kaspersky Industrial Cyber Security (KICS). Solusi ini dirancang untuk melindungi organisasi industri, termasuk perusahaan-perusahaan logistik. Platform ini membantu meningkatkan visibilitas lintas infrastruktur perusahaan dan memperkuat keamanan siber tanpa mengganggu operasional atau mengorbankan ketersediaan sistem.

Share:

Artikel Terkini