Review: Luna, Cantik dengan Bodi Seksi Berbalut Aluminium yang Kokoh


Teknogav.com, Jakarta - Luna, smartphone besutan Foxconn hadir di Indonesia dengan segudang fitur canggih dan desain ciamik. Smartphone ini diklaim sebagai iPhone versi Android karena sosoknya yang bak pinang dibelah dua. Bermodalkan desain cantik dengan material metal yang kokoh, Luna berusaha menggebrak pasar Indonesia.


Nama Foxconn tentunya tak asing lagi bagi pemerhati smartphone. Vendor asal Cina ini sudah berpengalaman dalam menggarap berbagai produk andalan Apple. Nah, desain Luna ini memang begitu mirip dengan iPhone 6s Plus.

Tak dapat dipungkiri bahwa iPhone dirancang begitu kokoh, demikian pula dengan Luna yang menggunakan material bodi full metal.  Tak hanya kekokohan, dari segi penampilan pun Luna tampak stylish dan elegan.

Luna memiliki fitur dual SIM, keduanya sudah didukung oleh jaringan 4G. Sehingga tak perlu repot lagi memindah-mindah kartu jika ingin memanfaatkan jaringan 4G dari SIM card berbeda. Pilihan jaringan yang bisa dipilih dari masing-masing SIM card adalah mencakup 2G/3G/4G, 2G/3G, 3G only dan 2G only.

Selain desain cantik dan bodi kokoh, smartphone ini juga mengandalkan fitur-fitur fotografi yang mumpuni pada kamera 13 MP yang dibenamkan di punggung ponsel.

Unboxing

Tak hanya desain ponselnya yang menyerupai iPhone 6s Plus, bahkan kemasan dari Luna pun seperti iPhone. Saat tutup kotak dibuka, maka terlihat sosok Luna di lapisan paling atas. Ketika sekat kotak diangkat, tampak berbagai perlengkapan berupa pin untuk mengeluarkan tray SIM card, buku manual dan kartu garansi. Terdapat juga lap pembersih layar, casing dan screen protector. Turun lagi ke bawah, tampak earphone, kabel data dan charger.

unboxing


Kemasan Luna memiliki susunan mirip dengan kemasan iPhone. Bagian paling atas memuat handset, ketika sekat diangkat, terlihat berbagai perlengkapan yang menyertainya. Beberapa perlengkapan tersebut mencakup pin untuk membuka slot SIM Card, kartu garansi dan buku manual. Selain itu tersedia juga lap khusus untuk membersihkan layar, screen protector dan casing. Pada bagian paling bawah, terdapat kabel data, charger dan earphone.

Desain Belakang dan Depan

Pada punggung smartphone terbaca tulisan “in cooperation with Foxconn, assembled in Indonesia” dan turun ke bawah tulisan terdapat sensor NFC. Dengan bodi yang terbuat dari metal, Luna tampak elegan dan stylish. Luna sendiri terdiri dari dua pilihan warna, yaitu Silver dan Space Gray. Pada model Silver yang digunakan untuk review ini, Luna tampak futuristik.

Perbandingan bagian belakang
Perbandingan bagian depan
Luna memiliki ukuran layar 5,5 inci, penampakannya mirip dengan iPhone 6s Plus, walau sedikit lebih tebal. Namun tetap saja sosok Luna terlihat ramping dengan ketebalan hanya 7,38 mm. Bentuk lengkung dari keempat sudut bodi Luna membuatnya tampak molek dan ergonomis.

Kendati mirip iPhone, namun ada beberapa perbedaan yang signifikan di bagian depan smartphone ini. Yup! Tentu saja tombol fisik andalan Apple tak ada pada smartphone ini. Layaknya Android terkini, Luna mengandalkan softkey untuk mengoperasikan smartphone ini.

Selain itu, posisi kamera pun tak tampak berbeda. Jika iPhone meletakkan kamera di pojok kiri atas punggung ponsel, maka Luna menempatkan kamera tepat di tengah bagian horisontalnya.

punggung atas

punggung bawah

Bodi belakang smartphone berwarna silver dengan aksen strip abu-abu di bagian atas dan bawah. Pada punggung atas, strip abu-abu melintasi bagian tengah kamera dan flash. Turun agak jauh ke bawah terdapat bundaran NFC yang garis abut-abut tipis vertikal yang menyambung dengan strip horisontal bagian bawah.

Warna silver mengkilap pada punggung smartphone ini sepertinya mudah meninggalkan bekas sidik jari yang menjadikannya kusam. Oleh karena itu, sebaiknya memasang casing belakang yang disertakan pada paket. Tersedia juga lap khusus untuk membersihkan layar atau pun punggung ponsel.

 

Desain Sisi Smartphone

Pada sisi samping kiri, dapat dijumpai tombol daya dan tombol volume yang tersusun dari atas ke bawah. Beralih ke sisi kanan, tak ada tombol pada sisi ini, namun ada lubang kecil untuk mengeluarkan tray SIM Card.

Memang desain Luna begitu persis dengan iPhone yang tak memungkinkan untuk mencopot baterai. Cara memasang SIM Card dilakukan dengan memasukkan pin pada lubang kecil untuk mengeluarkan tray. Ada dua tray SIM Card, tray 1 muat untuk meletakkan micro SIM. Sementara pada tray 2 hanya bisa digunakan untuk menyisipkan nano SIM. Tray 2 ini juga berfungsi untuk menjadi wadah micro SD.
samping kiri
samping kanan
Port micro USB ada di sisi bawah ponsel. Posisinya terletak di antara dua baut mungil. Di sisi luar baut tersebut, masing-masing tertanam speaker. Beralih ke atas, terdapat jack audio 3,5 mm untuk memasang headset atau earphone.

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, tak ada tombol fisik pada sisi depan smartphone. Sementara di bagian atas muka ponsel terdapat earpiece yang ukurannya agak sedikit lebih panjang dibandingkan iPhone 6s Plus. Di samping kiri earpiece dapat dijumpai kamera 8 MP yang dapat berfungsi untuk selfie.

sisi bawah

sisi atas


Tatakan SIM Card

Sistem Operasi dan Launcher

Sistem operasi yang digunakan oleh Luna adalah Android Marshmallow 6.0. Tampilan menu smartphone ini ada dua versi, Anda bisa memilih untuk menggunakan EZ Launcher atau Launcher +.

Pemilihan dapat dilakukan saat pertama kali mengaktifkan smartphone. Namun jangan khawatir terjebak di salah satu pilihan. Sebab pilihan dapat diubah setiap saat dari pengaturan. Jika ingin mengubah pengaturan menjadi EZ Launcher tekan menu Settings, Default app configure, Launcher, lalu pilih EZ Launcher.

Nah, sekarang tampak tampilan EZ Launcher yang sederhana ini. Mengingatkan pada masa-masa memakai Windows Phone. Menu standar di halaman utama mencakup Dialer, Call history, Contacts, Message, Camera, Gallery, Mute dan Settings, serta informasi berupa jam, tanggal dan suhu. Susunan tersebut dapat ditambah atau dikurangi dengan menekan + atau X pada daftar aplikasi. Geser layar ke kanan untuk mengakses daftar pilihan aplikasi untuk ditambahkan atau dibuang.



Jika ingin beralih ke tampilan menu yang lebih lengkap layaknya smartphone Android, maka pilih Launcher +. Caranya adalah dengan menekan Settings, More settings, Default App Configure, Launcher, lalu pilih Launcher +. Layaknya smartphone dengan sistem operasi Android, pada tampilan Launcher+ ini tampak tiga soft button yang susunannya bisa diatur sesuai kebiasaan. Untuk menata susunan, tekan Settings, Display, Softkey Display, lalu pilih kombinasi dan warna yang diinginkan.

Ada lima tombol akses utama yang terletak di atas jajaran soft button. Fungsi tombol-tombol tersebut mencakup telepon, SMS, browser bawaan, email, dan kamear. Fungsi tombol dapat diubah dan susunannya pun dapat ditata ulang lho. Misalnya mengganti fungsi SMS dengan fungsi WhatsApp atau mengubah browser bawaan dengan aplikasi Chrome besutan Google.


Aplikasi

Pada menu Home atau halaman utama, terdapat dua fitur yang menarik. Gallery Luna ini bisa diintegrasikan dengan media penyimpanan cloud. Fungsi pengintegrasian ke cloud pada Gallery dapat dipilih, yaitu  Baidu Yun, Dropbox, Google Drive, Box, One Drive dan VDisk. Fitur kedua adalah folder Frequently use yang berisi aplikasi-aplikasi yang sering diakses. Tak perlu repot menentukan aplikasi, karena folder ini secara otomatis memasukkan aplikasi-aplikasi yang sering digunakan.


Beberapa aplikasi bawaan Evercoss juga tersedia pada Luna, yaitu EC Book dan EC Nada kita. EC Book memungknkan untuk mencari dan mengoleksi buku-buku. Sebagian besar buku yang tersedia memang buku pelajaran.

Nah, bagi penggemar musik, tentu akan suka dengan aplikasi EC Nada Kita. Demi mendukung musisi lokal, aplikasi ini banyak berisi album karya musisi Indonesia. Luna juga memiliki aplikasi khusus lho, namanya Luna Box, tetapi entah mengapa isi dari aplikasi ini masih berisi promo kupon dari Evercoss. Pendaftaran garansi juga bisa dilakukan menggunakan fitur ini.




Pengaturan




Shortcut atau pintasan pada Android seperti biasa dapat diakses dengan mengusap layar ke arah bawah. Di Luna, pada pintasan selain fungsi yang umum, terdapat juga fungsi untuk mengakses fitur canggih atau khusus. Contohnya adalah Smart amp, Screen capture, wireless display, NFC dan fungsi menyalakan lampu senter.

Nada dering yang tersedia pada Luna cukup banyak, ada lebih dari 50 pilihan. Masing-masing SIM card pun bisa menggunakan nada dering yang berbeda. Demikian pula saat memilih notifikasi pesan SMS masuk yang bisa dibedakan untuk nomor yang berbeda.

Ada 30 pilihan bunyi notifikasi untuk pesan masuk ini. Selain itu, Luna juga menawarkan fungsi perekaman panggilan telepon secara otomatis. Dan fitur untuk mengeraskan volume nada dering yang otomatis dilakukan ketika ponsel sedang di dalam tas atau kantong.



Luna juga menyediakan folder Manager yang berisi aplikasi Power Detective, Backup Tool dan App Traffic Control. Dengan menggunakan aplikasi Power Detective, konsumsi baterai yang tak normal pun bisa dilacak. Selain itu ada juga aplikasi bawaan pihak ketiga, yaitu T Wallet yang berfungsi sebagai dompet E-money dari Telkomsel.

Pengaturan Kamera 

Luna memiliki resolusi kamera utama yang sedikit lebih tinggi ketimbang iPhone 6s Plus, resolusi kamera utama Luna adalah 13 MP.

Di bagian depan terdapat kamera 8 MP yang bisa digunakan untuk selfie. Fungsi pengaturan kamera pada Luna begitu beragam, anara lain adalah pengaturan exposure, saturation, sharpness dan contrast. Padahal iPhone 6 saja tak menyediakan fungsi tersebut. Tentu ini hal yang dibutuhkan bagi sebagian besar pehobi fotografi untuk melakukan pengaturan parameter tersebut secara manual.

Fitur lain yang tersedia pada menu kamera Luna adalah pilihan untuk menambahkakn efek foto. Beberapa efek tersebut mencakup Vivid, Lomo, Fisheye, Aura red dan Aura Orange. Pada pilihan mode scene, terdapat pilihan Normal, Portrait, Landscape, Landscape portrait, Night atau Night portrait. Selain itu ada pula pilihan deteksi kedipan, HDR, Selftimer, pengendalian shutter, pengaturan White Balance, pengaturan ISO, pilihan kualitas foto, ukuran foto dan lain-lain.



Mode Pemotretan

Tersedia beberapa mode pemotretan yang dapat dipilih antara lain adalah Auto, Burst shot, Best shot, Slow motion video, Time lapse recording, Watermark, Object erase, Motion photo, Cinemagraph, Panorama dan Dynamic Lighting.

Jika memilih mode Burst Shot, maka kamera akan memotret beberapa kali, setelah selesai, Anda dapat memilih hasil yang disukai. Lalu sisa foto yang tak dipilih bisa otomatis dibuang agar tak memenuhi media penyimpanan. Sementara mode Best Shot akan otomatis memilih foto terbaik dari beberapa kali pengambilan gambar.
Hasil pemotretan mode Auto

Hasil Pemotretan Mode Burst Shot


Fitur Object Erase memungkinkan untuk menyingkirkan obyek mengganggu yang tak sengaja tertangkap kamera. Fungsi ini dapat secara otomatis mendeteksi obyek dan membuat foto tampak utuh setelah obyek tersebut dibuang.

Foto juga bisa diberi tanda secara otomatis dengan fitur Watermark yang akan membubuhkan nama lokasi tempat foto tersebut diambil. Bagi yang senang memotret dengan obyek memanjang, bisa menggunakan mode Panorama. Anda bisa menentukan apakah foto Panorama yang akan dibuat akan memanjang secara horisontal atau vertikal.
Hasil pemotretan dengan Watermark

Hasil pemotretan Panorama

Beralih ke kamera depan yang biasa digunakan untuk selfie, ternyata pilihan mode pemotretan lebih sedikit. Pilihan tersebut adalah Auto, Burst shot, Time lapse recording, Cinemagraph dan Dynamic lighting. Fungsi pengaturan parameter exposure, saturation, contrast dan sharpness tetap dapat dilakukan secara manual pada kamera selfie ini.

Kinerja hardware

Beberapa orang menyayangkan mengapa Luna hanya dibekali dengan prosesor yang tak anyar. Namun ketika digunakan, ternyata kinerja Luna ini begitu memuaskan. Apalagi pada chipset Snapdragon 801 besutan Qualcomm ini menggunakan prosesor octa-core dengan kecepatan yang tinggi, yaitu 2,5GHz.

Dengan didukung RAM 3GB, ternyata seluruh aplikasi pada smartphone ini dapat berjalan dengan mulus. Hal ini terbukti ketika sedang dipakai multitasking membuka beberapa aplikasi sekaligus. Berikut ini adalah contoh bahwa Luna dapat memainkan game Dead Trigger 2 yang cukup berat dengan mulus. Gerakan sang jagoan saat beraksi membasmi mayat hidup dapat berjalan tanpa tersendat dan tampak nyata.




Benchmarking

Bila masih belum yakin, yuk lihat hasil pengujian menggunakan beberapa aplikasi benchmark Antutu, Quadrant Standard, dan Geekbench ini.





Pada aplikasi AnTuTu, tampak bahwa peringkat Luna masih berada di atas Meizu M3|Note 3. Demikian pula saat diuji memakai aplikasi Geekbench, ternyata kemampuan prosesor Luna tak mengecewakan. Pada kerja single core, peringkat Luna masih di atas LG Nexus 5X dan OnePlus One. Sedangkan pada kerja multi-core, peringkatnya diatas LG Nexus 5 dan Xiaomi Mi 4c.

Ketahanan baterai Luna juga cukup bandel. Saat digunakan beraktivitas seharian, daya yang tersimpan pada baterai berkapasitas 3.000 mAh ini masih awet saja. Padahal beberapa smartphone lain ada yang hanya bisa bertahan setengah hari saja.

Nah, ada lagi nih keunggulan dari Luna dalam hal baterai, walau daya bisa bertahan lama, tetapi proses charging justru bisa dilakukan dengan cepat. Namun jangan sambil dioperasikan saat charging ya, karena smartphone ini akan panas ketika digunakan saat charging.


Kesimpulan

Desain Luna yang menggunakan alumunium di sekujur tubuhnya tak hanya membuat bodinya terlihat cantik, tetapi juga kokoh. Kendati dituduh menyontek desain iPhone, tetap ada perbedaan khas dari desain Luna. Lekukan di pinggiran bagian belakang Luna membuat bodinya semakin molek jelas berbeda dengan iPhone.

Demikian juga penempatan kamera utama yang berada di punggung ponsel jelas berbeda dengan smartphone andalan Apple tersebut. Luna merupakan pilihan yang tepat bila ingin tampil elegan dan stylish.

Tadi baru dari sisi desain, nah dari segi fitur, Luna dibekali dengan fungsi-fungsi kamera yang mumpuni. Anda dapat bebas bereksperimen dengan mengatur komponen-komponen yang mempengaruhi hasil pemotretan. Jadi tak lantas tak menyerahkan sepenuhnya pada pemotretan yang otomatis.

Pengoperasian menu-menu pada Luna begitu mudah. Bahkan tersedia dua pilihan antar muka yang menyederhanakan menu smartphone Android menjadi tampak seperti Windows Phone.

Bagi yang ingin memiliki smartphone ini, cukup menyiapkan kocek sebesar Rp 5.449.000. Memang tak murah sih, karena Luna memang bukan smartphone murahan. Paling tidak Anda bisa tampil elegan dengan fitur yang cukup mumpuni. Luna bisa dibeli di beberapa jaringan distribusi seperti Galeri Gadget, Eraphone, Pazia, Point 2000, Sellular Shop dan Toko PDA. Jika ingin membeli secara online, bisa dilakukan di Blibli, Dinomarket, JD.id, Lazada, Mataharimall dan Tokopedia.


 Spesifikasi Teknis

Luna
Bodi
Dimensi157.6 x 77.1 x 7.38 mm
Berat186g
Slot SIM CardDual Micro Sim
Layar
Ukuran5.5 inches
Resolusi1080x1920 pixel (~480 pixel density) On-Cell (TOD)
MultitouchYes, 10 Point
ProteksiGorilla Glass 3
Platform
Sitem OperasiAndroid 6.0 Marshmallow
ChipsetSnapdragon 801
CPUQuadcore 2.5 Ghz MSM 8974 Krait 400
GPUAdreno 330
Memori
Card slotya, hingga 128 GB
ROM64 GB
RAM3 GB
Kamera
Primary13 MP with dual flash LED
FeaturesHDR, scene mode, effect, smart denoise, auto tracking, shutter control,panorama, motion photo, dynamic lighting
Video2160p@30fps, 1080p@60fps, 1080p@120fps, 720p@240fps, check quality
Secondary8 MP FF (F1.8, 800 wide angle)
SoundStereo
Alert typesYes
LoudspeakerYes
3.5mm jackYes
Komunikasi
SIM Slotdual SIM Card (micro SIM + Nano SIM)
WLANWi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, hotspot
Network4G/3G/3.5G/HSDPA/GSM/GPRS
BluetoothV4
GPSGPS / AGPS / GLONASS
NFCYes
USBMicro USB
Features
SensorAccelometer, light sensor, Orientation, Proximity, Gyroscope, sound sensor, magnetic
MessagingSMS, EMAIL, MMS, PUSH EMAIL
Batterynon removable Li-Po 3000 mAh ( Quick Charge)
Warna Silver and Space Grey
Share:

Topik Populer