Selama Semester I 2022, Email Berbahaya Sasar Layanan Finansial Indonesia Selama Semester I 2022, Email Berbahaya Sasar Layanan Finansial Indonesia ~ Teknogav.com

Selama Semester I 2022, Email Berbahaya Sasar Layanan Finansial Indonesia

Teknogav.com  - Kini pembayaran telah banyak mengandalkan teknologi digital, sehingga makin praktis dan mengurangi penyebaran virus melalui kontak saat memakai uang tunai. Bank Indonesia (BI) pun telah mempermudah transaksi keuangan dengan menghadirkan Quick Response Indonesia Standard (QRIS) membuat pembayaran makin praktis. Sejak Februari 2022, pengguna QRIS mencapai 16 juta orang, BI pun menargetkan akan mencapai 26 juta sampai akhir tahun ini. Sayangnya, kemudahan yang ditawarkan digitalisasi keuangan terdapat risiko siber, salah satunya adalah phishing.

Phishing


Global

Indonesia

Malaysia

Filipina

Singapura

Thailand

Vietnam

Perbankan










Q1 2022

2818636

9797

13339

4746

7447

5236

20155


Q2 2022

3602436

10806

14119

8454

3355

8663

36237


H1 Total

6421072

20603

27458

13200

10802

13899

56392

Sistem Pembayaran










Q1 2022

6443627

91789

108755

132125

16787

23297

86773


Q2 2022

4408580

75068

86277

105986

13635

15714

84048


H1 Total

10852207

166857

195032

238111

30422

39011

170821

E-shop










Q1 2022

2790774

26320

11896

15119

12185

24863

44411


Q2 2022

7523412

143006

79999

77092

17800

45616

123333


H1 Total

10314186

169326

91895

92211

29985

70479

167744

Baca juga: Tips Tingkatkan Pertahanan Siber Bagi Institusi Keuangan

Kaspersky membuat statistik dari data anonim berdasarkan pemicu komponen deterministik dalam sistem Anti-Phishing Kaspersky di komputer penggun di Indonesia. Komponen mendeteksi semua halaman dengan konten phishing yang dibuka pengguna dengan mengikuti tautan dalam pesan email atau web. Pendeteksian tersebut dilakukan pada tautan yang ada di basis data Kaspersky. Data statistik Kaspersky menunjukkan bahwa 356.786 phishing yang berkaitan dengan keuangan berhasil dideteksi dan telah berhasil  diblokir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 166.857 insiden menargetkan sistem pembayaran.

Toko online terus menjadi incaran pelaku kejahatan siber, hal ini ditunjukkan oleh 169.326 yang berhasil digagalkan selama semester I 2022. Hal ini penting untuk menjadi perhatian, apalagi tren belanja online di Indonesia terus meningkat dari sisi transaksi. Kini belanja online pun bukan hanya kegiatan generasi muda, tetapi juga untuk generasi di atasnya. Perbankan online juga menjadi incaran, terlihat dari 20.603 upaya phishing terkait hal tersebut.

“Pembatasan ruang gerak fisik di Asia Tenggara kini telah dilonggarkan pada semester pertama tahun 2022 ini. Namun, kebiasaan selama pandemi tampaknya tetap konsisten.  Kegiatan perbankan, belanja dan keuangan secara online menjadi lebih disukai karena sangat nyaman,” ucap Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky.

Baca juga: Adopsi Pembayaran Digital Makin Meningkat, Ini Tips Aman Bertransaksi 

Yeo Siang Tiong mengatakan bahwa regulator dan para pelaku industri di Asia Tenggara mendukung kawasan tersebut lebih maju secara digital. Negara-negara di Asia Tenggara siap untuk menghubungkan sistem pembayaran kode QR mereka sebelum akhir tahun. Upaya ini demi menyingkirkan kerepotan pertukaran mata uang. Perkembangan ini disambut baik karena membuka peluang keuntungan ekonomi lebih besar. Sayangnya, keuntungan tersebut tak hanya bagi pengguna, tetapi juga para pelaku kejahatan siber.

Sebagian besar pengguna di Asia Tenggara telalh menyadari ancaman yang menargetkan uang online. Kini saatnya segera bertindak dan mengamankan smartpone demi menikmati manfaat ekosistem keuangan regional yang lebih terhubung. 

Baca juga: Bank dan Bursa Aset Kripto Merupakan Sasaran Empuk Penjahat Siber

Tips Pengamanan Data Keuangan Secara Online dan Menghindari Phishing

  • Selalu perhatiakan email yang mencurigakan. Jika penawaran terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, periksa, periksa dan periksa kembali email tersebut
  • Gunakan dua alamat email jika memakai akun gratis. Satu untuk pemakaian resmi dan lainnya untuk situs web yang mengharuskan login untuk membaca berita atau mengumpulkan informasi.
  • Hati-hati dengan pesan yang mengarahkan ke situs web, karena tidak semua smartphone aman. Sejumlah perangkat lunak berbahaya bisa masuk ke daftar kontak dan aplikasi keuangan
  • Pakai solusi keamanan yang andal dengan anti-phishing dan kemampuan pembayaran yang aman seperti Kaspersky Total Security.
  • Dapatkan informasi untuk memiliki pertahanan terbaik terhadap phishing. Bedakan email dan pesan lain yang diterima, tetap berhati-hati selalu karena sebagian besar transaksi keuangan dilakukan secara online demi mengejar digitalisasi

Baca juga: Kaspersky Paparkan Serangan yang Ditargetkan Seiring Meningkatnya Adopsi Uang Digital

Demikianlah beberapa tips dari Kaspersky. Saat ini juga ada promo menarik yang dari Kaspersky di Tokopedia.

Share:

Artikel Terkini