
Teknogav.com – Film Sore: Istri dari Masa Depan merupakan film panjang keempat karya penulis dan sutradara Yandy Laurens. Kisah romansa fantasi menyegarkan dalam film ini diangkat dari serial web populer yang berjudul sama. Unsur nostalgia dalam kisah tersebut diperkuat dengan beberapa soundtrack yang sudah melekat. Alur kisah dalam film ini melintasi batas-batas wilayah dan waktu antara Jakarta, Finlandia dan Kroasia yang dipenuhi pemandangan indah. Film ini akan ditayangkan di bioskop mulai 10 Juli 2025.Kisah Sore: Istri dari Masa Depan pertama kali dibuat pada tahun 2016 dan ditayangkan tahun 2017. Kala itu, Yandy ingin bercerita mengenai makna dan penerimaan dalam suatu hubungan. Yandy mengungkapkan alasannya mengangkat kisah Sore: Istri dari Masa Depan ke layar lebar karena merasa mengalami banyak perubahan sebagai individu.
Baca juga: Film ‘Seni Memahami Kekasih’, Kisah Cinta Kreator Digital yang Viral
“Setelah saya melewati banyak dinamika dalam hubungan dan sekarang berkeluarga, saya menerima banyak hikmah tentang arti penerimaan, berbeda sekali dengan saat itu yang masih bujang. Itulah yang menggerakkan saya, untuk kembali menceritakan Sore: Istri dari Masa Depan dengan kedalaman dan makna yang baru, makna cinta dan penerimaan dari seorang istri,” ucap Yandy Laurens, penulis dan sutradara film Sore: Istri dari Masa Depan.
Keresahan Yandy disambut Suryana Paramita yang mengganggap para penonton Sore: Istri dari Masa Depan ikut bertumbuh, layaknya Yandy sebagai kreator. Suryana pun memproduseri film Sore: Istri dari Masa Depan sebagai produksi mandiri perdana Cerita Films.

“Setelah mendengarkan penjelasan Yandy, bahwa ada yang bertumbuh dari relasinya bersama pasangannya, juga setelah melewati berbagai proses filmmaking, Yandy menemukan pemaknaan-pemaknaan baru dalam kurun delapan hingga sembilan tahun ini. Tak jarang, para penonton serial web sebelumnya juga masih memberikan apresiasi terhadap tontonan tersebut hingga saat ini. Saya merasa penontonnya pun bertumbuh dengan serialnya. Untuk itulah kami angkat kembali Sore: Istri Dari Masa Depan ke layar lebar, dengan membawa makna baru ketika penontonnya juga bertumbuh,” ucap Suryana Paramita, produser film Sore: Istri dari Masa Depan.
Baca juga: Film Rahasia Rasa Padukan Nasionalisme dengan Pelestarian Kuliner Indonesia
Kisah romansa dalam Sore: Istri dari Masa Depan dekat dengan banyak pasangan, mengenai seseorang yang ingin pasangannya berubah lebih baik. Film ini menampilkan dinamika Sore yang berusaha keras mengubah hidup Jonathan yang masih memiliki masalah yang belum selesai dalam hidupnya. Serangkaian kata-kata puitis juga banyak menghiasi film ini. Salah satunya adalah: “Tahu nggak kenapa senja itu menyenangkan? Kadang dia merah merekah bahagia, kadang dia hitam gelap berduka, tapi langit selalu menerima senja apa adanya.” Pendekatan segar khas gaya penceritaan Yandy Laurens mengemas apik film ini, sehingga memberi level baru pada genre drama romansa Indonesia.
Sesuai judulnya, Sore yang diperankan Sheila Daya adalah seorang perempuan yang datang dari masa depan. Misi Sore adalah mengubah hidup pasangannya, Jonathan yang diperankan Dion Wiyoko menjadi lebih baik. Awalnya, tujuan Sore hanya sekadar mengubah kebiasaan buruk dan gaya hidup Jonathan. Namun, sesuatu yang tak terduga terjadi, sehingga membuatnya berpikir ulang fungsi kehadirannya di waktu tersebut. Film ini menampilkan adegan dan dialog-dialog yang ikonik, dihiasi dengan keindahan lanskap Eropa, lengkap dengan keindahan aurora dan terbenamnya matahari. Sebelumnya, Dion dan Sheila telah bekerja sama tiga kali bersama Yandy. Menurut mereka, Yandy merupakan sineas yang dapat memberi tantangan baru bagi kedua pemeran tersebut.
Baca juga: Film "Perang Kota" Usung Audio Dolby Atmos dan Kamera Dinamis
“Saya pertama kali bekerja sama dengan Yandy adalah saat serial web Sore: Istri dari Masa Depan, dan sekarang kembali lagi di film Sore: Istri dari Masa Depan. Pertama kali bekerja sama, nyaman dan seru serta mendapat pengalaman yang asyik. Sampai kemudian berkali-kali berkarya bersama, selalu ada tantangan baru yang diberikan oleh Yandy. Diberikan kesempatan untuk bekerja sama lagi dengan Yandy selalu menantikan sesuatu yang baru dan keunikan yang ditemukan. Dan diberikan kesempatan untuk memberikan kedalaman karakter di setiap ceritanya juga membuat saya bertumbuh di setiap judul, termasuk di film Sore: Istri dari Masa Depan,” ucap Dion Wiyoko.
Sheila mengungkapkan bahwa dirinya dan Dion sering dipasangkan menjadi pasangan setiap bekerja sama dengan Dion, Mita dan Yandy. Namun, dinamika setiap judul berbeda. Sheila harus mengikuti kursus bahasa Kroasia dan serangkaian program kebugaran demi berperan dalam film ini. Upaya ini dilakukan agar dapat fasih berbicara dengan bahasa Kroasia dan mencapai postur karakter sesuai dengan kebutuhan cerita.
“Hubungan kami ada di berbagai fase relasi. Chemistry-nya menjadi tidak terlalu sulit, tapi tantangannya tetap ada,” ucap Sheila Dara.
Kisah dalam film ini menggambarkan seseorang yang mengajak pasangan untuk tumbuh lebih baik. Para pemeran film ini pun tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Kini Sheila pun rajin olahraga usai proses produksi film Sore: Istri dari Masa Depan.
Film Sore Istri dari Masa Depan diproduksi Cerita Films dengan dukungan para produser ekskutif dan kolaborator. Mereka adalah Melyana Tjahyadikarta, Queen Yeap, Slingshot Pictures, Imajinari, Miles Films, Studio Artemis, Jagartha, Trinity Entertainment Network, dan Dwidaya Amadeo Gemintang. Selain itu, para mitra resmi yang mencakup Artotel Wanderlust, SukkhaCitta, dan HMNS.






