
Teknogav.com – NVIDIA Geforce RTX 50 Series yang ditenagai arsitektur Blackwell resmi hadir di Indonesia. Ini merupakan inovasi terkini dalam pemanfaatan Akal Imitasi (AI) tingkat lanjut yang menyentuh area automasi atau agentic AI. Geforce RTX 50 Series memperkuat posisi NVIDIA dalam teknologi grafis dan AI untuk memenuhi kebutuhan berbagai industri. Pengembangan AI dilakukan NVIDIA demi memenuhi kebutuhan gaming, konten kreatif, arsitektur sampai AI generatif.
"Fokus utama NVIDIA bukan hanya pada inovasi teknis, tetapi pada bagaimana teknologi ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pengguna. Inilah yang menjadi landasan pengembangan NVIDIA GeForce RTX 50 Series yang dirancang untuk menciptakan lompatan besar dalam performa dan efisiensi serta mengangkat pengalaman komputasi AI ke level berikutnya,” kata Adrian Lesmono, Consumer Business Lead, NVIDIA Indonesia.
![]() |
| Adrian Lesmono, Consumer Business Lead, NVIDIA Indonesia |
Arsitektur Blackwell dapat mengoptimalkan fungsi AI pada desktop secara lokal tanpa harus terhubung ke internet atau memanfaatkan cloud. Kinerja AI secara lokal di PC dan laptop makin efisien dan tangguh menggunakan GeForce RTX 50 Series sebagai AI akselerator. Kerja yang dilakukan secara lokal juga membuat data privasi pengguna lebih terlindungi.
“Didukung oleh arsitektur Blackwell, NVIDIA GeForce RTX 50 Series mendorong optimalisasi Local AI untuk mendukung produktivitas pekerja dengan mengolah langsung data yang tersimpan di PC pengguna. Teknologi ini membawa dampak signifikan bagi produktivitas dan privasi data, karena memungkinkan pengguna memanfaatkan kekuatan AI tanpa perlu bergantung pada layanan cloud atau koneksi internet,” ujar Anjas Maradita, AI Business Practitioner.
![]() |
| Anjas Maradita, AI Business Practitioner |
Tak hanya dirancang untuk memenuhi kebutuhan gaming kelas atas, GeForce RTX 50 Series juga mendukung pembuatan konten berbasis AI generatif. Arsitektur terkini NVIDIA Blackwell yang digunakan untuk membangun GeForce RTX 50 Series menawarkan kecepatan 2x lebih cepat untuk AI generatif. Memori yang digunakan pun bisa lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya.
Teknologi NVIDIA DLSS 4 pada GeForce RTX 50 Series dapat meningkatkan frame rate sampai 8x dengan Multi Frame Generation. Latensi pun dapat diturunkan sampai 75% berkat dukungan NVIDIA Reflex 2. Kualitas visual yang lebih realistis dan detail pun dihadirkan oleh fitur NVIDIA RTX Neural Shaders. Fitur tersebut menyajikan pengalaman gaming lebih mendalam dan pembuatan konten dengan grafis tingkat tinggi yang lebih presisi.
Varian paling tinggi dari GeForce RTX 50 Series saat ini adalah GeForce RTX 5090 yang dibekali 92 miliar transistor. Kemampuan komputasi AI GPU tersebut sampai 3.352 TOPS atau 2x kinerja RTX 4090. GeForce RTX 5080 dan 5090 yang merupakan varian tertinggi dapat mendukung komputasi yang dibutuhkan developer AI. Sementara, GeForce RTX 5070, 5070 Ti dan 5060 mendukung pekerja kreatif, seperti developer game, gamer profesional dan kreator digital. Produktivitas pengguna secara luas yang ingin memaksimalkan teknologi AI pun dapat didukung menggunakan GeForce RTX 5060 dan 5050.

“Kami hadirkan Blackwell sebagai mesin AI untuk para gamer, pengembang, dan kreator konten. Perpaduan antara kecerdasan buatan dalam bentuk neural rendering dan teknologi ray tracing menjadikan Blackwell sebagai tonggak terobosan terbesar dalam sejarah grafis komputer sejak NVIDIA memperkenalkan konsep programmable shading 25 tahun silam,” ucap Jensen Huang, pendiri dan CEO NVIDIA.
GeForce RTX 5090 tersedia dalam versi stock-clocked dan factory-overclocked di melalui para mitra. Beberapa mitra tersebut mencakup ASUS, Colorful, Galax, Gainward, GIGABYTE, INNO3D, MSI, Palit, dan ZOTAC. Sementara system builder lokal yang menyediakan GeForce RTX 5090 mencakup Agres ID, COC Komputer, Enter Komputer, Nano Komputer, dan Techinstore.
Ketersediaan GeForce RTX 5050 dan Fitur-fiturnya
Kartu grafis GeForce RTX 5050 beredar di pasaran mulai pertengahan juli dengan harga sekitar Rp4 jutaan. Para mitra yang akan menghadirkan kartu grafis ini mencakup ASUS, Colorful, Galax, Gainward, GIGABYTE, INNO3D, MSI, Palit, dan ZOTAC. GeForce RTX 5050 juga akan tersedia dalam paket desktop siap pakai yang dirakit para system builder lokal. Mitra system builder lokal ini mencakup Agres ID, COC Komputer, Enter Komputer, Nano Komputer, dan Techinstore.

GeForce RTX 5050 dilengkapi konektor tunggal PCIe 9-pin dan hemat daya, konsumsi dayanya hanya 130 watt. Perpaduan tersebut cocok untuk komputer rumahan dengan catu daya minimal 550 watt. Kecepatan clock dasar prosesor grafis ini minimum 2,31 GHz. Arsitektur Blackwell melandasi 2.560 CUDA Cores pada GPU. Selain itu, fitur-fiturnya mencakup Tensor Cores generasi kelima, Ray Tracing Cores generasi keempat, dan NVIDIA Encoder (NVENC) generasi kesembilan. Kinerja prosesor grafis ini juga didukung GDDR6 berkapasitas 8 GB pada memori bus 128-bit.

Laptop dengan Dukungan RTX 50 Series
Dunia game dan kreasi digital akan mengalami perubahan melalui kehadiran laptop yang didukung GeForce RTX 50 Series. Laptop ini menyajikan pengalaman bermain yang lebih hidup berkat kemampuan AI dan neural rendering yang lebih maju. Visualisasi detail yang disajikan prosesor grafis ini dapat menyaingi kualitas sinematik dalam judul-judul game terkini.
Dukungan DLSS 4 dengan kemampuan Multi Frame Generation dapat mempercepat proses pembuatan konten AI sampai nyaris sekejap. Ekosistem aplikasi NVIDIA Studio juga mendukung laptop ini sebagai kancas digital bagi kreativitas tanpa batas. Seluruh kecanggihan dari prosesor grafis tersebut disematkan dalam perangkat yang tipis, ringan dan tahan lama. Kecanggihan teknologi Max-Q dapat mengoptimalkan setiap watt dan setiap sudut desain.
Baca juga: Inovasi Jajaran Perangkat Gaming ASUS ROG Diperkuat RTX 50 Series
Serangkaian laptop yang sudah didampingi prosesor grafis RTX 50 Series adalah sebagai berikut:
- ACER Predator Helios 16 AI dengan GeForce RTX 5090
- ASUS ROG Strix SCAR 18 dengan GeForce RTX 5090
- HP OMEN MAX 16 dengan GeForce RTX 5080
- Lenovo Legion Pro 7 dengan GeForce RTX 5090
- MSI Vector 16 HX AI dengan GeForce RTX 5070 Ti
Jajaran laptop tersebut dapat dibeli mealui Agres ID, Bitracom, Blessing Computer Bali, ELS Computer, Expocomputer, dan Sinarmulia Sukses Makmur.

Blackwell Hadirkan AI ke Shaders dengan RTX Neural Shaders
NVIDIA juga memperkenalkan teknologi RTX Neural Shaders yang mengintegrasikan jaringan AI kecil ke dalam programmable shaders. Teknologi ini memungkinkan penerapan material, pencahayaan, dan efek visual berkualitas sinematik dalam game secara real-time. Kesalahan tampilan wajah digital sekecil apa pun sensitif di mata manusia. RTX Neural Faces dapat mengatasi tantangan proses rendering karakter dalam game pada grafis secara real-time. Solusi ini memanfaatkan data wajah raster dan pose 3D sederhana. Kemudian AI generatif digunakan untuk menghasilkan wajah digital berkualitas dan stabil secara langsung ketika game dijalankan.
Ray-traced triangles bisa dihasilkan 100x lebih banyak dalam satu adegan memakai fitur ray-traced hair and skin, serta RTX Mega Geometry. Perpaduan fitur tersebut meningkatkan realisme karakter dan lingkungan game.
“Microsoft antusias menjalin kemitraan dengan NVIDIA untuk mendorong lahirnya generasi baru pemrograman grafis, dengan menghadirkan dukungan industri secara luas terhadap teknologi neural shading. Dalam waktu dekat, DirectX akan mendukung fitur Cooperative Vectors, yang akan mengaktifkan potensi penuh Tensor Cores pada perangkat NVIDIA GeForce RTX, sehingga pengembang gim dapat memaksimalkan akselerasi neural shaders di platform Windows,” ucap Bryan Langley, partner group program manager of Silicon, Media, and Graphics Microsoft.
Multi Frame Generation
DLSS 4 yang disertai teknologi Multi Frame Generation sudah diadopsi lebih dari 125 judul game dan aplikasi. Jumlah tersebut dicapai lebih cepat dua tahun dibandingkan adopsi DLSS 3. Pencapaian tersebut tercepat dalam sejarah teknologi terkait gaming di NVIDIA.
Multi Frame Generation memanfaatkan AI untuk menghasilkan sampai tiga frame tambahan dari satu frame konvensional. Teknologi ini bersinergi dengan ekosistem DLSS secara menyeluruh sehingga memicu peningkatan frame rate sampai 8x lipat dibandingkan rendering brute-force biasa. Pengalaman gaming yang disajikan GeForce RTX 50 Series dapat mencapai resolusi visual tertinggi, baik di desktop maupun laptop.
Frame visual dapat diprediksi GeForce RTX 50 Series menggunakan AI. Kehadiran DLSS 4 dengan fitur Multi Frame Generation dapat meningkatkan frame rate sampai empat kali base frame rate.
“Teknologi NVIDIA DLSS 4 dengan fitur Multiframe Generation yang hadir pada GeForce RTX 50 Series mendorong peningkatan signifikan dalam kualitas gambar dan rendering. Berkat dukungan AI, teknologi ini berperan sebagai frame rate booster yang secara langsung meningkatkan pengalaman visual, baik bagi para gamer maupun kreator konten,” ujar Alva Jonathan, Technology Enthusiast.
![]() |
| Alva Jonathan, Technology Enthusiast |
Kekuatan penuh DLSS 4 dengan Multi Frame Generation hadir di berbagai judul game besar untuk meningkatkan pengalaman bermain game. Jajaran game tersebut mencakup Mecha BREAK, Diablo IV sampai Still Wakes the Deep. Sejak 3 Juli 2025, Neverness to Everness (NTE) versi Beta Terbatas juga sudah mengadopsi DLSS 4 dengan Multi Frame Generation. GeForce Game Ready Driver juga akan diluncurkan NVIDIA dengan dukungan untuk Mecha BREAK. Pengkinian terbaru juga dihadirkan untuk Diablo IV dan Monster Hunter Wilds.
RTX Remix dengan DLSS 4 dan RTX Neural Shaders
Platform modding RTX Remix yang dapat melakukan master ulang game klasik diluncurkan NVIDIA setahun lalu dalam versi Open Beta. Kini, RTX Remix versi terbaru diluncurkan dengan dilengkapi DLSS 4 dan fitur Multi Frame Generation. Versi terkini platform tersebut juga disertai berbagai teknologi RTX Neural Rendering terkini dan sejumlah pembaruan yang diminta komunitas. Para modder dapat menciptakan game versi mastering ulang yang lebih mengesankan dengan peningkatan kualitas gambar dan frame rate lebih mulus.
Demo Spektakuler Half-Life 2 RTX
Kapabilitsa RTX Remix dan inovasi RTX terkini dapat didemonstrasikan melalui demo gratis Half-Life 2 RTX yang bisa diunduh dari Steam. Demo tersebut menampilkan adegan yang sudah diperbarui di area Ravenholm dan Nova Prospekt. Ini adalah hasil kolaborasi empat tim mod di bawah nama Orbifold Studios. Half-Life 2 RTX hadir dengan dukungan ray tracing penuh, aset grafis yang telah di-remaster, DLSS 4, dan Reflex. Berbagai teknologi RTX lain seperti Neural Radiance Cache, RTX Skin, dan RTX Volumetrics juga hadir di Half-Life 2 RTX ini.
AI Foundation Model
Model AI foundaton yang bisa dijalankan secara lokai di PC AI berbasis NVIDIA RTX tersedia melalui layanan mikro NVIDIA NIM™. Layanan ini mencakup seluruh komponen yang dibutuhkan untuk menjalankan AI secara lokal di PC. Optimasi juga sudah diterapkan agar dapat dipakai di seluruh GPU NVIDIA. Pipeline layanan mikro NIM dan AI Blueprints juga akan diluncurkan NVIDIA untuk PC RTX AI. Peluncuran ini dilakukan melalui kerja sama dengan pengembang model seperti Black Forest Labs, Meta, Mistral, dan Stability AI.
Baca juga: NVIDIA Umumkan Peningkatan pada Model AI Generatif dan Layanan Mikro NIM
Kinerja komputasi AI sampai 3.352 TOPS dapat dicapai berkat percepatan oleh GPU GeForce RTX 50 Series dengan VRAM 32 GB. GPU RTX 40 Series mendukung komputasi FP4, sehingga meningkatkan kinerja inferensi AI 2x dan menjalankan model generatif AI secara lokal. Kemampuan tersebut dapat dilakukan dengan jejak memori lebih kecil dibandingkan generasi sebelumnya.
Dukungan model-model AI mencakup berabgai skenario penggunaan, termasuk large language models (LLM), vision-language models, pembuatan gambar, pemrosesan suara, hingga embedding models untuk retrieval-augmented generation (RAG), ekstraksi data dari PDF, serta computer vision.
AnythingLLM di PC RTX AI
Aplikasi desktop open-source Anything LLM yang bisa disesuaikan dapat mengintegrasikan kemampuan LLM dalam berbagai aplikasi secara lokal di PC. Berbagai tugas berbasis AI didukung oleh aplikasi ini, termasuk pembuatan konten, rangkuman dan lain-lain, yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Privasi data pada AnythingLLM dijamin penuh karena berjalan secara lokal dengan percepatan GPU NVIDIA RTX. Alur kerja AI juga bisa lebih cepat dan efisien. AnythingLLM membuka akses terhadap agentic AI bagi semua orang, mulai asisten spreadsheet sederhana, sampai pengelolaan sistem perangkat lunak tingkat perusahaan.
AI dan Machine Learning
NVIDIA AI Workbench adalah platform development environment manager (DEM) gratis yang dirancang untuk ilmuwan data dan pengembang. Solusi dapat digunakan untuk membangun, menyesuaikan, dan berkolaborasi dalam pengembangan aplikasi AI secara lokal di perangkat berbasis GPU. Pengguna dapat menggunakan solusi ini dengan mudah tanpa perlu repot dengan konfigurasi teknis seperti container, environment, dan pengaturan sistem.
NVIDIA Studio, Ekosistem Aplikasi Berbasis AI bagi Para Kreator
Alur kerja kreatif dapat dipercepat GPU GeForce RTX 50 Series sambil mengurangi kebutuhan memori dibandingkan generasi sebelumnya. Proses tersebut dilakukan dengan meningkatkan kinerja AI image generation sampai 2x pada model seperti FLUX. Encoder generasi ke-9 NVIDIA pada GPU juga mendukung penyuntingan video tingkat lanjut. Penyuntingan didukung format warna profesional 4:2:2 dan memori VRAM sampai 32 GB sehingga cocok untuk menangani proyek 3D berskala besar.
Ekosistem NVIDIA Studio mencakup aplikasi NVIDIA Broadcast app yang menghadirkan dua fitur beta bertenaga AI bagai para livestreamer. Fitur pertama adalah Studio Voice yang berfungsi untuk meningkatkan kualitas mikrofon. Kemudian fitur kedua adalah Virtual Key Light untuk pencahayaan wajah yang lebih profesional.
Sementara itu, Streamlabs meluncurkan Intelligent Streaming Assistant, asisten siaran virtual berbasis NVIDIA ACE dan Inworld AI. Asisten ini dapat berperan sebagai co-host, produser, sekaligus pendamping teknis untuk menyempurnakan pengalaman siaran langsung.
Baca juga: Keandalan NVIDIA RTX Studio PC Dukung Kreativitas Kreator Tanpa Batas
Kini AI sudah terintegrasi dalam alur kerja harian para kreator. Teknologi ini dapat digunakan untuk mempercepat dan menyederhanakan proses kreatif untuk hasil yang berkualitas. AI dapat memperkuat imajinasi yang dapat mewujudkan visi manusia dan membuka peluang baru. Deepfake bahkan dapat dimanfaatkan secara etis melalui lisensi personal untuk menghadirkan konten unik dan bernilai komersial. Teknologi AI dapat menjadi alat bantu di industri kreatif sekaligus menciptakan model bisnis baru di era digital.
![]() |
| Upie Guava, Film Maker and Sinematografer |
"Pelaku industri kreatif memerlukan AI. NVIDIA GeForce RTX 50 Series secara signifikan mampu membantu pekerja kreatif memanfaatkan AI untuk menciptakan konten-konten visual yang berkualitas sekaligus melahirkan model bisnis baru di era digital," ucap Upie Guava, Film Maker and Sinematografer.










