Tharae: The Exorcist, Ketika Setan Bikin Pastor dan Dukun Kewalahan Tharae: The Exorcist, Ketika Setan Bikin Pastor dan Dukun Kewalahan ~ Teknogav.com

Tharae: The Exorcist, Ketika Setan Bikin Pastor dan Dukun Kewalahan


Teknogav.com – Tharae: The Exorcist adalah film horor persembahan Sahamongkol Film International  yang berkisah mengenai setan yang kembali ke suatu tempat di Thailand. Lokasi tempat kembalinya setan tersebut adalah di Tha Rae, suatu desa terpencil di Timur Laut Thailand. Tempat ini memiliki komunitas Katolik terbesar dan tertua di Thailand. Namun, di daerah tersebut tak sedikit juga yang masih mempraktikkan budaya animisme atau memuja roh leluhur.

Setan ini sebelumnya pernah merasuki seorang gadis kecil, tetapi seorang pastor muda Ming gagal menyelamatkan gadis kecil tersebut. Empat puluh tahun kemudian, setan tersebut merasuki Ming yang sudah menjadi mantan pastor dan menikah berkali-kali. Kakek Ming (Thanet Warakulnokroh), memiliki perilaku ganjil dan menakutkan, sehingga menimbulkan kengerian di lingkungan tersebut. 

Baca juga: ‘Kuasa Gelap’, Film Horor Berlatar Katolik Pertama di Indonesia

Pemuka agama seperti pastor dan biksu pun turut mendatangi kakek demi mengusir pengaruh jahat yang menguasai kakek Ming. Namun, upaya tersebut tidak ada yang berhasil. Sampai dukun yang menjalankan praktik animisme, Sopha (Peerawit Attachitsathaporn) pun dipanggil untuk turun mengatasi. 

Sebelum melakukan ritual pengusiaran setan dilakukan sang dukun, banyak adegan penuh humor memberi kesegaran pada film horor ini. Perilaku Sopha bagai sindiran terhadap influencer yang kerap memanfaatkan popularitasnya untuk mengiklankan produk atau berjualan. Tari-tarian ritual animisme pun dilakukan dengan diiringi musik, tetapi justru setan yang merasuki makin buas. Pada saat yang sama, keuskupan agung Katolik mengutus Paolo (Jirayu Tangsrisuk), seorang pastor muda yang taat, untuk meredakan krisis tersebut.

Teror pun makin mencekam saat putri Ming, yaitu Malee (Nichapat Chatchaipolrat) yang baru tiba di desa itu juga dirasuki setan. Ming dan Malee pun dirawat oleh Saeng (Sawanee Nawinthanachai) yang merupakan kakak ipar perempuan Ming. Gelagat Saeng dalam film ini pun terlihat mencurigakan, apakah dia merawat dengan tulus, atau ada agenda tertentu? Apa yang membuat Ming dan anaknya bisa kerasukan setan jahat dan membawa teror di desa tersebut?

Baca juga: Temurun’, Film Horor Penuh Plot Twist dengan Efek Audio Mencekam

Kisah dalam film Tharae: The Exorcist ini seru karena membenturkan antara agama Barat dan kepercayaan rakyat. Dua sistem keyakinan dengan dua jenis kepercayaan, tetapi melawan iblis yang sama. Pengusiran setan pun membutuhkan kolaborasi antara pastor dan dukun. Film ini menceritakan legenda Thailand dan tradisinya, tetapi dari sudut pandang yang segar.

Awalnya, dukun Sopha dan pastor Paolo terlihat saling skeptis terhadap metode pengusiran setan yang berbeda dengan kepercayaan mereka. Namun, seiring berjalannya waktu, mereka saling menolong demi menyelamatkan nyawa orang-orang tak berdosa. Paolo mengandalkan Tuhan dalam melawan kuasa jahat, sementara Sopha meminta bantuan arwah leluhurnya. Masing-masing melakukan ritualnya untuk melawan musuh yang sama. Secara perlahan misteri setan yang melakukan teror di Tha Rae pun terungkap.

Baca juga: Film “Siksa Kubur” Kisahkan Psikologis Korban Kesesatan Pemahaman Agama

Film Tharae: The Exorcist ini disutradarai oleh Taweewat Wantha yang sebelumnya pernah menyutradarai film Death Whisperers 1 dan 2. Menurutnya, film ini akan memberi rasa baru untuk dinikmati penonton. Kisah dalam film ini mengeksplorasi klenik tradisional Thailand yang mencakup kepercayaan tradisional dan praktiknya, serta kepercayaan Katolik. Hal ini menimbulkan konfrontasi antara dua dunia spiritual tersebut. Peringkat film berdurasi 119 menit ini adalah untuk 17 tahun ke atas, karena memang berisikan adegan sadis berdarah-darah.

Jadi berhasilkah pastor dan dukun ini mengusir setan yang membawa teror di desa tersebut? Mana metode yang lebih efektif dalam mengusir setan? Film Tharae: The Exorcist memberikan sudut pandang baru dalam hal tersebut.

Share:

Artikel Terkini