Film Animasi 5 Centimeters Per Second Gambarkan Perasaan dengan Sempurna Film Animasi 5 Centimeters Per Second Gambarkan Perasaan dengan Sempurna ~ Teknogav.com

Film Animasi 5 Centimeters Per Second Gambarkan Perasaan dengan Sempurna

Teknogav.com – Film 5 Centimeters Per Second yang dirilis tahun 2007 silam akan ditayangkan di jaringan bioskop Indonesia mulai 16 Januari 2026. Para penggemar kisah cinta Takaki dan Akari juga dapat menyaksikan melalui special screening yang digelar 10 dan 11 Januari 2026. Film animasi karya sutradara Makoto Shinkai ini terdiri dari tiga bagian pendek yang saling terhubung. Takaki menceritakan kisah hidupnya sebagai musim dingin yang kejam, teknologi yang kaku dan kewajiban orang dewasa.

Cerita dalam 5 Centimeters Per Second hampir sepenuhnya dituturkan dalm kata-kata. Film ini menyajikan animasi yang mengesankan dengan latar yang begitu indah. Kisah dalam film ini cukup menarik dengan potongan kontemplasi kehidupan dari waktu, hasrat dan rasa kehilangan. 

Film yang terbagi menjadi tiga episode ini cukup menyentuh. Setiap episode menggambarkan sepasang manusia dan hubungannya di masa kecil, beranjak remaja dan dewasa. Tiga episode dalam film ini mencakup Kisah Bunga Sakura, Kosmonaut, dan 5 Centimeters per Second. Episode demi episode menyajikan emosi Takaki dan Akari yang terpisahkan jarak dan waktu. Metafora kecepatan jatuhnya kelopak bunga sakura menjadi inspirasi dari judul animasi ini, yaitu 5 cm per detik.

Baca juga: Film Animasi 'Jumbo' Sajikan Kisah Penuh Imajinasi, Petualangan dan Persahabatan   

Kisah dalam film animasi ini sederhana, tetapi mengandung emosi, perasaan dan keindahan. Saat menonton, seperti bisa merasakan perasaan setiap karakter layaknya mengenal mereka karena perasaan tersebut relatable. Perasaan tersebut seperti perasaan anak kecil pada umumnya sehingga dapat terjadi koneksi antara karakter dan penonton.

Film ini menyajikan perjalanan Takaki melalui tiga kisah cinta dan masa muda yang hilang, yang melampaui menit dan bulan dalam kehidupan mereka. Takaki dan Akari menjadi sahabat dekat setelah pindah ke sekolah dasar yang sama. Namun, kehidupan mereka mulai berubah saat keluarga masing-masing harus pindah ke kota yang berbeda. Setelah setahun berpisah, Takaki berniat menemui Akari. Kenagan masa lalu pun berkelabat dalam pikiran Takaki seiring perjalanan di dalam kereta yang membuat pertemuan mereka makin dekat.  Takaki dan Akari mulai mempertanyakan apakah mereka dapat bertemu kembali untuk mengungkapkan perasaan terpendam mereka satu sama lain.

Kisah pertama mengenai pertemuan anak laki-laki dan perempuan di akhir perjalanan panjang kereta. Emosi saat berada di dalam kereta menuju tempat pertemuan dituturkan layaknya yang biasa kita rasakan. Saat melewati waktu tempuh kereta yang berhenti stasiun demi stasiun yang terasa begitu lama sampai akhirnya berada di tempat tujuan. Apalagi untuk bertemu dengan orang yang sangat dikasihi.

Beranjak ke kisah kedua, seorang anak perempuan berusaha menarik seorang anak laki-laki di sekolahnya. Bagian ketiga menceritakan kisah sekian tahun kemudian, yang juga berisi lagu dengan lirik yang menceritakan seluruh kisah mereka. Kisah tersebut pahit manis, indah, dan lembut, diceritakan menyerupai puisi yang mengandung emosi. Ketiga bagian dari film ini dapat ditonton secara terpisah, tetapi mungkin kurang mengena. Namun, seluruh emosi berasal dari bagian pertama dan kedua.

Animasi film ini didukung gambar yang begitu luar biasa, ini merupakan karya seni cantik dalam film anime. Film ini menyajikan cinta masa muda yang begitu indah. Siapa pun yang pernah jatuh cinta saat anak-anak dapat menekankan keindahan cinta di masa muda tersebut. Cinta tersebut tak ada keraguan dan pertanyaan, hanya dua jiwa yang menyatu dengan selaras. Film ini begitu menggambarkan perasaan jiwa muda yang sangat jatuh cinta dengan begitu mengharukan. Musik yang mengesankan juga sangat mendukung animasi ini.


Kisah dalam cerita kedua tetap cantik dan jujur, dengan metafora besar. Karakter utama yang bercerita dialihkan ke anak perempuan untuk memberikan sudut pandang dari sisi lain. Layaknya film Jepang, film ini mengambil sudut pandang berbeda dari kehidupan itu sendiri. Film ini memiliki nilai seni dan romantis yang akan menjadi bagian dari jiwa penontonnya. Setiap adegan dibayangi oleh keputusasaan Takaki yang luar biasa, merindukan cintanya kepada Akari.
 
 
Film ini bercerita mengenai jarak dan kurangnya komunikasi, serta cara hati mendekati yang dirindukan. Emosi yang dibangkitkan film ini dapat memicu rasa haru. Film ini memberian dampak emosional, terutama pada bagian video musik yang memadukan lirik dan gambar untuk bercerita. Kesan mengenai film ini dibentuk oleh situasi sedih, gambar yang cantik dan perasaan melankolis. Film ini tidak sempurna, tetapi mampu menggerakkan. Bagaimana ada hati yang bisa berubah dan ada yang tetap tidak berubah digambarkan oleh film ini.

Alur cerita film ini tidak rumit dan realistis, sehingga mudah untuk terhubung dengan karakter-karakternya. Tidak ada momen-momen bahagia yang aneh seperti di negeri dongeng, semuanya terasa layaknya kisah cinta di kehidupan nyata. 

Film animasi 5 Centimeters Per Second persembahan CoMix Wave Inc. ini disutradarai, ditulis, dan diproduseri oleh Makoto Shinkai. Makoto Shinkai merupakan sutradara yang dikenal dengan film-film animasi yang memiliki visual mengesankan dan menyentuh emosi.

Desain karakter dalam film ini digarap Takayo Nishimura dengan tata artistik latar belakang oleh Takumi Tanji dan Akiko Majima. Musik yang mengesankan dalam film animasi ini merupakan karya Tenmon.

Makoto Shinkai adalah sutradara animasi yang dikenal luas karena film-film animasinya yang memiliki visual memukau sekaligus menyentuh sisi emosional. Karya-karya lainnya mencakup Suzume (2022), Weathering With You (2019), dan Your Name (2016).

Film ini telah berhasil meraih penghargaan Best Animated Feature Film di ajang Asia Pacific Screen Awards. Penghargaan tersebut dikenal sebagai penghargaan paling bergengsi di kawasan Asia-Pasifik.

Baca juga: Film 'The King of Kings' Bangkitkan Kebanggaan akan Kebesaran Yesus

Pada tahun 2025, film animasi 5 Centimeters Per Second juga diadaptasi ke dalam format Live Action yang disutradarai Yoshiyuki Okuyama. Film tersebut telah dirilis di jaringan bioskop Jepang pada Oktober 2025. Rencananya, film ini juga dijadwalkan akan segera tayang di jaringan bioskop Indonesia. Sebelum menonton film dalam format Live Action tersebut, yuk saksikan film anime 5 Centimeters Per Second karya Makoto Shinkai. Rasakan memori kenangan bersama Takaki dan Akari yang akan menyajikan perasaan mengesankan melalui visual yang emosional.

Share:

Artikel Terkini