Film “Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?” Angkat Berbagai Sudut Pandang Perempuan Film “Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?” Angkat Berbagai Sudut Pandang Perempuan ~ Teknogav.com

Film “Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?” Angkat Berbagai Sudut Pandang Perempuan

Teknogav.com – Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment mempersembahkan film drama religi berjudul “Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?”. Kisah dalam film ini mengajak penonton untuk dapat memahami berbagai sudut pandang perempuan di posisi yang berbeda-beda. Film yang akan ditayangkan mulai 29 Januari 2026 di bioskop Indonesia ini memotret spiritualitas perempuan yang diterpa badai ujian hidup.

Skenario film ini ditulis oleh Utiuts yang kemudian disutradarai oleh Jay Sukmo. Utiuts mengungkapkan bahwa film ini ditujukan untuk memenuhi keinginan kita semua yang ingin didengar dan berusaha mengatasi trauma. Harapannya, kisah dalam film ini dapat menjadi pelukan hangat bagi para ibu tunggal dan anak-anak dari keluarga broken home. 

Film ini sekaligus menjadi obat kerinduan terhadap akting Revalina S. Temat yang sudah lama absen dalam dunia perfilman. Pada film ini, Revalina S. Temat memerankan Sarah, seorang ibu yang harus menghadapi berbagai ujian hidup. Satrio (Gunawan Sudrajat), sang suami memutuskan untuk menikah lagi, meninggalkan Sarah dan anak mereka, Laila (Annisa Kaila).

Kerapuhan dan ketangguhan seorang ibu tunggal dieksplorasi dengan membumi dalam film “Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?” ini. Karakter Sarah digambarkan sebagai perempuan yang belajar memaafkan, bertahan, dan berserah melalui doa ketika hidup tidak memberi pilihan yang mudah.

Revalina mengungkapkan bahwa memerankan Sarah merupakan perjalanan emosional yang sangat personal. Sarah merupakan karakter istri dan ibu yang perfeksionis, mandiri dan terlihat kuat. Namun, ketika dia memilih bercerai saat suaminya meminta izin untuk menikah lagi, dunianya pun runtuh. Dia menjadi seorang ibu tunggal yang harus menghadapi stigma, kehilangan dan luka batin yang dalam.

Revalina S. Temat, pemeran Sarah dalam film "Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?"

“Sarah adalah perempuan yang tampak kuat di luar. Namun, ketika ia tak lagi menemukan dalan keluar, doa menjadi satu-satunya pegangan. Doa bisa membuat seorang perempuan seperti Sarah kuat. Hanya kepada Allah ia berserah sepenuhnya. Setiap ujian selalu memiliki jalan keluar, lewan ujian itu, kita disadarkan bahwa Allah sedang menyayangi kita. Melalui film ini, ingin penonton tahu kuatnya kekuatan doa,” ucap Revalina.

Baca juga: Film Assalamualaikum Baitullah, Angkat Kekuatan dan Keikhlasan Perempuan Islam  

Film ini juga mengangkat dampak perceraian dari sudut pandang anak melalui karakter Laila yang mewakili anak dari keluarga broken home. Karakter Laila dipaksa tumbuh dewasa lebih cepat, menahan emosi di tengah konflik orang tua.

"Laila sangat menyayangi ayahnya. Perubahan besar dalam keluarganya membuat dia kaget dan terluka, sehingga ia harus belajar mengendalikan emosinya sendiri," ucap Annisa.

Annisa Kaila, pemeran Laila dalam film "Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?"

Annisa juga mengatakan bahwa sebagai generasi Z harus berani jujur ke orang tua dan berani mengungkapkan perasaan. Dirinya juga memberi pesan bahwa sebagai anak jangan percaya pada pasangan dan teman begitu saja.

Sementara itu, karakter Annisa (Megan Domani) merupakan sosok perempuan yang menyebabkan keretakan rumah tangga Sarah. Namun, dia pun memiliki beban beratnya sendiri dan merupakan pribadi yang dilematis. Menurut Megan, karakter Annisa kompleks dengan masa lalu yang sulit. Namun, Annisa memiliki keinginan tulus untuk mencari jalan yang benar. Kesadaran itu pun tumbuh ketika ia melihat keteguhan Sarah.

Megan Domani, pemeran Annisa dalam film "Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?"

“Karakter Annisa bukan karakter hitam atau putih, tetapi orang yang belajar dari sosok Sarah. Sosok Annisa butuh kasih sayang, dan mendapatkan itu dari Mas Satrio. Siapa pun di sana yang punya latar belakang kurang baik, masih bisa mendapatkan pasangan yang baik, karena tidak semua orang yang punya latar kurang baik bukan orang baik,” ucap Megan.

Gunawan yang memerankan Satrio sang kepala rumah tangga pun mengungkapkan pentingnya kepala rumah tangga memiliki empati dan tanggung jawab. Hal ini penting untuk menakar tanggung jawab yang akan dihadapi ke depan.

Gunawan Sudrajat, pemeran Satrio dalam film "Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?"

“Mengesampingkan ego memungkinkan untuk melihat bahwa seorang laki-laki tidak berdiri sendiri tapi ada istri yang bisa mendampingi saat susah dan gelisah. Jangan terbawa emosi atau ego yang mengorbankan anak,” ucap Gunawan.

Kisah emosional dan penuh haru ini tidak menampilkan perempuan dengan hitam putih, setiap karakter memiliki alasan atas tindakan mereka. Karakter Sarah didukung oleh dua sahabat yang senantiasa menjadi support system dirinya, yang diperankan oleh Daniella Sya dan Dhawiya Zaida.  Menurut Dhawiya, film ini fokus mencari solusi untuk bangkit dan memaafkan diri sendiri, sehingga bisa kembali menatap dunia ke depan.

Para pemeran lain yang terlibat mencakup Roy Sungkono, Risma Nilawati, Alex Abbad, Sheila Kusnadi, Venly Arauna, dan Ustadzah Shofwatunnida. 

Ustadzah Shofwatunnida mengungkapkan bahwa lahirnya film ini sesuai dengan firman Allah dalam Al Quran, yaitu Surat Al-Insyirah Ayat 5-6. Isi ayat tersebut berbunyi “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”.

Ustadzah Shofwatunnida

“Sosok Sarah digambarkan dengan banyak ujian, belum selesai satu masalah, sudah datang lagi masalah lain. Kekuatan doa seorang ibu dan seorang istri yang terus dibacakan dengan pasrah dapat memberikan sesuatu yang indah. Film ini ingin memberikan kekuatan dan motivasi bagi semua perempuan. Sabarlah, pasti setelah kesulitan, Allah akan memberikan sesuatu yang indah,” ucap Ustadzah Shofwatunnida.

Baca juga: Film “Pengin Hijrah” Sampaikan Pesan Moral Menjadi Pribadi Lebih Baik  

Film “Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?” merupakan kolaborasi Indonesia-Malaysia bersama Astro Shaw. Dukungan juga diberikan oleh Netzme, KMIF, WOW Multinet Pictures, dan Virtuelines Entertainment. Jajaran produser film ini terdiri dari Robert Ronny dan Prima Taufik, serta Andi Boediman sebagai produser eksekutif.

Robert Ronny mengungkapkan bahwa film ini tidak hanya semata membahas konflik rumah tangga, melainkan juga mengenai perjalanan batin seorang perempuan. Dirinya ingin mengambil dari sudut pandang perempuan, karena menurutnya perempuan di Indonesia dan di dunia perlu disuarakan. Hal ini penting karena masih banyak yang menganut budaya pariarki. Banyak kondisi juga tidak berpihak ke perempuan. 

Robert Ronny, produser film "Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?"

"Kita berusaha mengangkat derajat perempuan, apalagi perempuan-perempuan di Indonesia ini hebat. Banyak UMKM di Indonesia juga digerakkan perempuan. Perbedaan film ini dan film-film religi lain fokus pada karakter-karakter perempuan di dalamnya. Di sini kita fokus filmnya nggak lebay, tidak ada nangis-nangis heboh atau marah-marah, tetapi rasa sedihnya dapat. Kita berusaha menyajikan keindahan baik dari segi pakaian dan tampilan yang bagus,” ucap Robert Ronny.

Robert Ronny juga mengungkapkan keinginan untuk menghadirkan film yang bukan sekadar tentang konflik kehidupan. Film ini juga bercerita mengenai doa yang akhirnya menemukan jawabannya, melalui ketenangan hati dan keberanian untuk memaafkan.

Baca juga: ‘Kuasa Gelap’, Film Horor Berlatar Katolik Pertama di Indonesia  

Andi Boediman, produser film "Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?"

Hal senada diungkapkan Andi Boediman, menurutnya cerita ini penting dan terasa beresonansi dengan banyak orang. Sambutan terhadap film ini pun dapat dilihat dari serangkaian acara nonton bareng dan early screening di berbagai kota di Indonesia.

Share:

Artikel Terkini