AstraZeneca Indonesia dan Siloam International Hospitals Manfaatkan AI untuk Diagnosa Kanker AstraZeneca Indonesia dan Siloam International Hospitals Manfaatkan AI untuk Diagnosa Kanker ~ Teknogav.com

AstraZeneca Indonesia dan Siloam International Hospitals Manfaatkan AI untuk Diagnosa Kanker



Teknogav.com – Hari Kanker Sedunia diperingati setiap tanggal 4 Februari. Terkait momen tersebut, AstraZeneca Indonesia dan Siloam International Hospitals menegaskan komitmen strategis dalam meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya deteksi dini kanker. Jika deteksi dini dan diagnosis tidak diperkuat, diperkirakan jumlah kasus kanker di Indonesia akan meningkat lebih dari 70% pada 2050.

Upaya memperkuat diagnosis kanker payudara dan kanker paru dilakukan AstraZeneca Indonesia dan Siloam International Hospitals dengan memanfaatkan Akal Imitasi (AI). Penggunaan teknologi AI mendukung proses diagnosis kanker payudara dan skrining kanker paru untuk deteksi dini lebih akurat, cepat dan efisien. Pasien kanker pun bisa memlih pengobatan yang lebih efektif. Inisiatif penerapan teknologi AI tersebut selaras dengan upaya transformasi sistem kesehatan nasional dan peningkatan kualitas layanan kanker di Indonesia. Komitmen AstraZeneca Indonesia dalam mendukung transformasi kesehatan nasional tersebut disampaikan oleh Esra Erkomay, President Director Astrazeneca Indonesia.

“AstraZeneca berkomitmen menghadirkan inovasi berbasis sains yang berdampak nyata bagi pasien. Melalui kolaborasi dengan Siloam International Hospitals dan pemanfaatan AI, kami berharap dapat memperkuat skrining dini dan diagnosis kanker, meningkatkan kualitas pengobatan, serta mendukung agenda transformasi kesehatan nasional menuju sistem layanan kanker yang lebih efektif dan berkelanjutan,” ucap Esra Erkomay.

Esra Erkomay, President Director Astrazeneca Indonesia

Esra juga mengungkapkan bahwa layanan kesehatan harus diikuti inovasi agar lebib akurat dan mendukung asesmen yang  konsisten. Harapannya, penerapan inovasi transformasi sistem kesehatam ini dapat memberikan sumbangsih pada ekosistem layanan perawatan kanker di seluruh indonesia. Hal ini diharapkan dapat menciptakan layanan kesehatan tangguh yang didukung teknologi.

Baca juga: RSPP Gunakan Teknologi AI Huawei untuk Deteksi dan Diagnosis Covid-19 

Peningkatan kesadaran mengenai pentingnya deteksi dini kanker dilakukan AstraZeneca Indonesia dan Siloam International Hospitals melalui sesi diskusi bersama pakar kesehatan. Diskusi tersebut membahas pengoptimalan pemanfaatan teknologi AI dalam mendukung proses diagnosis kanker payudara dan skrining kanker paru di Indonesia. Para pakar kesehatan di bidang onkologi menjadi narasumber dalam diskusi yang digelar.

Setiap tahun, terdeteksi sekitar 400 ribu kasus baru kanker, dengan angka kematian mencapai 240 ribu kasus. Tantangan kian besar karena biasanya kasus kanker di Indonesia terdiagnosis saat stadium lanjut, sehingga pilihan terapi lebih terbatas. Dampak lainnya adalah penanganan dan biaya pengobatan yang makin kompleks, serta peluang keberhasilan pengobatan menurun. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya deteksi dini dan upaya pemeriksaan diagnostik yang lebih akurat untuk meningkatkan efektivitas pengobatan kanker yang berkelanjutan.

Data GLOBOCAN menunjukkan sekitar 65 ribu kasus baru kanker payudara, dengan lebih dari 22 ribu kematian pada tahun 2020. Sebagian kasus tersebut berkaitan dengan ekspresi Human Epidermal Growth Factor Receptor 2 (HER2). Ini adalah salah satu protein yang mendorong pertumbuhan sel kanker secara lebih agresif.

“Melalui implementasi teknologi AI sebagai pendamping tenaga medis, proses identifikasi tipe kanker payudara—termasuk status HER2 beserta subkategorinya—dapat dilakukan lebih cepat dan akurat. Hal ini diharapkan mendukung pengambilan keputusan terapi yang lebih tepat dan tepat waktu di praktik klinis,” ucap Dr. dr. Jeffry Beta Tenggara, Sp.PD-KHOM, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik.

Dr. dr. Jeffry Beta Tenggara, Sp.PD-KHOM, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik

Baca juga: CEO Forum Sysmex Indonesia 2026 Tekankan Pentingnya Kepemimpinan di RS 

Data GLOBOCAN 2020 juga menunjukkan bahwa kanker paru menempati urutan ketiga jenis kanker dengan jumlah kasus baru terbanyak di Indonesia. Biasanya, kanker paru ditandai dengan terbentuknya nodul atau benjolan yang tumbuh tidak terkendali dan berpotensi berkembang menjadi ganas. Ukuran nodul yang bersifat kanker umumnya lebih besar, dengan bentuk yang cenderung bergelombang atau tajam, teksturnya semi-padat atau tidak padat. Kondisi tersebut dapat diantisipasi dengan deteksi dini karena pembentukan nodul paru merupakan tanda awal kanker paru.

“Dalam hal ini, proses skrining penyakit paru khususnya kanker paru dengan bantuan teknologi AI dapat membantu dokter melakukan deteksi secara lebih efisien,” ucap dr. Sita Laksmi Andarini, Ph.D., Sp.P(K), Subspesialis Onkologi Toraks.

dr. Sita Laksmi Andarini, Ph.D., Sp.P(K), Subspesialis Onkologi Toraks

AstraZeneca Indonesia dan Siloam International Hospitals telah mengintegrasikan AI dari sisi patolodi anatomi memakai teknologi AI dari Mindpeak Germany. Teknologi AI ini mendukung proses analisis digital jaringan patologi untuk mengidentifikasi status HER2 pada kanker payudara. Identifikasi ini dapat dilakukan bahkan pada ekspresi HER2 yang sangat kecil. Dukungan teknologi tersebut memungkinkan untuk mengakses patologi anatomi secara real-time di seluruh jaringan Rumah Sakit Siloam di Indonesia. Hasil tersebut bahkan bisa diakses secara mobile, sehingga meningkatkan akurasi, mempercepat waktu interpretasi, pengiriman hasil dan pengambilan keputusan klinis.

“Terapi target anti-HER2, bila diberikan secara tepat, dapat memperpanjang kelangsungan hidup dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Karena itu, penilaian (scoring) status HER2 harus akurat dan konsisten. Data dari studi yang dipresentasikan pada ASCO Annual Meeting 2025 menunjukkan bahwa pemanfaatan AI sebagai pendamping penilaian HER2 dapat meningkatkan deteksi HER2-ultra low sebesar 40 % dibandingkan penilaian konvensional.  Pemanfaatan AI juga dapat meningkatkan akurasi penilaian hingga sekitar 92% serta memperbaiki konsistensi antar-pemeriksa dari 66% menjadi 82%, terutama pada subkategori HER2-low dan HER2-ultralow, sehingga dapat memperkuat ketepatan klasifikasi dan pengambilan keputusan klinis,“ ucap Dr. dr. Patricia Diana Prasetyo, MSi.Med, Sp.PA.

Hal senada mengenai peran AI dalam meningkatkan kualitas diagnostik kanker juga diungkapkan dr. Dewi Tantra Hardiyanto, Sp.Rad, dokter spesialis radiologi yang berpengalaman dalam skrining dan deteksi dini kanker paru.

”Dalam pemeriksaan foto toraks, sistem berbasis AI dapat membantu menandai area yang dicurigai sebagai nodul paru yang memerlukan evaluasi lanjutan melalui pemeriksaan CT scan untuk karakterisasi yang lebih detail. Deteksi ini memungkinkan pasien diarahkan lebih cepat dan tepat untuk pemeriksaan lanjutan,” ucap dr. Dewi.

Menurutnya, tidak semua nodul paru adalah kanker, sebagian nodul bersifat jinak dan tidak memerlukan tindakan agresif. Penilaian dilakukan pada karakteristik nodul serta faktor risiko pasien untuk menentukan tingkat kecurigaannya. AI membantu menandai nodul yang perlu dikaji lebih lanjut, kendati demikin, AI tidak menggantikan peran dokter. Keputusan klinis tetap dilakukan dokter yang mengintegrasikan hasil teknologi dengan kondisi pasien secara menyeluruh. Kolaborasi antara teknologi dan keahlian medis tersebut memperkuat upaya deteksi dini dan meningkatkan kualitas layanan bagi pasien.

Baca juga: Solusi Pintar D’HOST Sajikan Kenyamanan Pasien Saat Dirawat di RS  

Integrasi sistem berbasis AI dilakukan AstraZeneca Indonesia dan Siloam International Hospitals melalui perangkat lunak Qure.ai untuk membantu mendeteksi kelainan paru. Teknologi tersebut juga dilengkapi sistem penilaian tervalidasi yang dapat membedakan nodul berisiko tinggi berpotensi kanker dan nodul berisiko rendah.

Kolaborasi AstraZeneca Indonesia dan Siloam International Hospitals mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem layanan kanker nasional melalui pemanfaatan teknologi digital. Tujuan inisiatif ini adalah meningkatkan akurasi diagnostik dan deteksi dini kanker. Selain itu, inisiati tersebut juga menegaskan peran teknologi AI sebagai bagian penting dari pendekatan penanganan kanker yang menyeluruh dan berkelanjutan.

“Peningkatan beban kanker di Indonesia menuntut penguatan pendekatan yang lebih terintegrasi, khususnya dalam memastikan diagnosis yang tepat waktu dan akurat. Pemanfaatan teknologi AI menjadi langkah strategis untuk mendukung tenaga medis dalam mempercepat proses diagnostik, meningkatkan akurasi interpretasi klinis, serta memperkuat pengambilan keputusan berbasis data,” ucap dr. Feddy, Medical Director AstraZeneca Indonesia.

Hal senada mengenai pemanfatan teknologi AI yang dilakukan kolaborasi tersebut juga disampaikan David Utama, Presiden Direktur Siloam International Hospitals. Menurutnya, pemanfaatan teknologi AI dilakukan untuk mendukung proses skrining dan analisis kanker secara lebih cepat dan tepat. Kehadiran teknologi AI tersebut juga memperkuat kapabilitas digital para tenaga kesehatan.

David Utama, Presiden Direktur Siloam International Hospitals

"Teknologi ini tidak bertujuan menggantikan peran dokter atau tenaga medis, melainkan menjadi pendamping yang memperkaya pengambilan keputusan klinis. Kami berkomitmen mengembangkan model layanan yang dapat direplikasi secara nasional, agar masyarakat di seluruh Indonesia dapat mengakses perawatan kanker berstandar internasional tanpa harus ke luar negeri," ucap David Utama.

David juga mengungkapkan harapan inisiatif ini dapat menjadi awal dari perjalanan ke tingkat selanjutnya, sehingga layanan kesehatan dapat mencapai level lebih tinggi. Penting juga untuk dapat mempromosikan bahwa layanan kesehatan Indonesia juga kompeten.

Inisiatif AstraZeneca Indonesia bersama Siloam International Hospitals menegaskan pentingnya pemanfaatan inovasi secara bertanggung jawab menghadapi tantangan kanker yang kian kompleks. Siloam dan AstraZeneca memanfaatkan AI untuk penanganan kanker demi menghadirkan layanan lebih terintegrasi, berstandar tinggi dan fokus pada kebutuhan pasien. Kemitraan tersebut juga meperkuat komitmen Siloam dalam membangun model layanan kanker yang bisa direplikasi secara nasional. Langkah ini dapat memperkuat sistem kesehatan dan memastikan layanan kanker berstandar internasional dapat diakses masyarakat di berbagai daerah.

Share:

Artikel Terkini