
Teknogav.com – Ajang olahraga besar biasanya menginspirasi untuk memulai perjalanan kebugaran sendiri, seperti ke gym atau berlatih di luar ruangan. Selain itu, masyarakat juga terpicu untuk memantau detak jantung dan biometrik lain. Namun, tanpa disadari pelacakan kebugaran ini dapat mengekspos diri dari risiko pelanggaran privasi data yang serius. Pelanggaran ini bisa menimbulkan doxing, serangan phishing tertarget, dan premi asuransi kesehatan lebih tinggi.
Baca juga: Tips Jaga Perjalanan Kebugaran Online Tetap Aman dari Ancaman SiberRisiko keamanan meningkat seiring pesatnya penggunaan pelacak kebugaran seperti smartwatch, gelang atau cincin yang bisa melacak langkah dan tidur. Data biometrik lain juga bisa diukur, seperti kadar oksigen dalam darah dan detak jantung. Informasi kebugaran juga bisa dimasukkan dalam perangkat tersebut, seperti berat badan, golongan darah dan jumlah cairan yang diminum per hari. Latihan di luar ruangan juga bisa dilacak dan diposting dengan dukungan data GPS untuk berbagi dengan teman dan keluarga.
Baca juga: Pulse by Prudential, Kelola Kesehatan Menyeluruh Berbasis AI
Pelacak kebugaran dapat membocorkan data pengguna secara disengaja atau tidak disengaja. Biasanya risiko lebih besar jika berasal dari produsen dengan pengawasan peraturan yang minimal. Beberapa perusahaan dengan jenama kurang dikenal atau yang terjangkau sengaja memanfaatkan data untuk memonetisasi data yang dikumpulkan. Perusahaan tersebut sengaja membagikan atau menjualnya (seringkali tanpa identitas atau agregat) kepada pihak ketiga seperti pengiklan, pialang data, atau bahkan perusahaan asuransi.
Pengubahan pola geolokasi, tren detak jantung, siklus tidur, dan detail kesehatan yang dilaporkan sendiri menjadi komoditas menguntungkan dalam pemasaran yang ditargetkan tanpa sepengetahuan pengguna sepenuhnya. Hal ini bahkan dapat memengaruhi premi asuransi kesehatan di beberapa pasar. Di negara-negara dengan layanan kesehatan yang diprivatisasi, ini bisa berarti biaya tambahan.
Baca juga: Data Adjust Ungkap Peningkatan Penggunaan Aplikasi Kebugaran Selama Pandemi COVID-19
Praktik keamanan yang buruk menjadi risiko lain dari perangkat murah tersebut. Kelemahan enkripsi data yang disimpan di cloud, kerentanan tanpa patch atau kelalaian dalam mengamankan server merupakan penyebab yang tak disengaja. Faktor-faktor tersebut memungkinkan penyerang mengakses dan mengekspos atau menjual kembali kumpulan data besar dari perangkat wearable yang disinkronisasi.
"Dengan peristiwa sebesar ini yang memotivasi lonjakan antusiasme kebugaran, para pengguna perlu memprioritaskan keamanan data daripada penghematan. Pelacak kebugaran dengan harga terjangkau dapat menjadi pintu masuk untuk eksploitasi. Tetaplah menggunakan merek-merek mapan dengan rekam jejak privasi yang terbukti untuk menghindari aktivitas kebugaran dijadikan lahan bermain penyerang. Namum, pada perangkat bermerek mapan pun, seseorang harus meninjau kebijakan privasi dengan cermat, hingga membatasi visibilitas catatan pelatihan," ucap Anna Larkina, Pakar Analisis Konten Web dan Privasi di Kaspersky.
Tips Tetap Terlindung Saat Melakukan Kegiatan Kebugaran
Kaspersky memberikan beberapa tips berikut ini agar tetap dapat terlindung saat berlatih atau memantau kegiatan kebugaran:- Pilih merek pelacak kebugaran terkemuka yang memiliki keamanan dan kebijakan privasi kuat dan transparan.
- Cukup gunakan satu aplikasi terpercaya untuk memudahkan melacak potensi kebocoran. Hindari mengunduh semua aplikasi yang muncul di toko aplikasi.
- Periksa kebijakan privasi, periksa riwayat merek pelacak kebugaran, dan atur catatan latihan menjadi pribadi di pengaturan perangkat
- Unduh aplikasi hanya dari toko aplikasi resmi untuk smartphone, seperti Apple App Store dan Google Play. Namun ingat bahwa pengunduhan aplikasi dari toko resmi pun tidak selalu bebas risiko
- Selalu periksa ulasan aplikasi agar tetap aman. Hanya akses tautan dari situs web resmi, dan instal perangkat lunak keamanan yang andal. Salah satu solusi keamanan yang dapat digunakan adalah Kaspersky Premium. Solusi tersebut dapat mendeteksi dan memblokir kegiatan berbahaya jika aplikasi tersebut ternyata palsu.






