18.015.162 Ancaman Web Serang Bisnis di Asia Tenggara Selama 2025 18.015.162 Ancaman Web Serang Bisnis di Asia Tenggara Selama 2025 ~ Teknogav.com

18.015.162 Ancaman Web Serang Bisnis di Asia Tenggara Selama 2025

Teknogav.com - Sejumlah 18.015.162 ancaman berbasis web yang menyerang perusahaan-perusahaan di Asia Tenggara berhasil dideteksi dan diblokir Kaspersky pada tahun 2025. Ancaman berbasis web ini mencakup situs web yang diretas, unduhan berbahaya, dan vektor serangan online lainnya. Seluruh ancaman tersebut adalah yang bisa menyebabkan akses sistem tanpa izin dan paparan data.

Ancaman berbasis web merupakan ancaman yang mengekspos orang dan sistem komputer dari bahaya secara online. Sifat ancaman berbasis web tak hanya sebatas kegiatan online, tetapi juga yang melibatkan internet pada beberapa tahap untuk menimbulkan bahaya. Berikut ini adalah risiko yang dihadapi dari ancaman berbasis web:

  • Penolakan akses berupa pencegahan akses ke komputer dan/atau layanan jaringan
  • Akuisi akses, yaitu akses tanpa izin atau tanpa persetujuan ke komputer pribadi dan/atau layanan jaringan
  • Penggunaan komputer dan/atau layanan jaringan tanpa izin atau tanpa persetujuan.
  • Mengekspos data pribadi tanpa izin, seperti foto, kredensial akun, dan informasi pemerintah yang sensitif
  • Perubahan tanpa izin atau tanpa persetujuan pada komputer dan/atau layanan jaringan.

Baca juga: Serangan Web dan Pencuri Password Bidik UMKM di Asia Tenggara 

Lanskap ancaman berbasis web berkembang secara signifikan selama beberapa tahun terakhir. Teknologi seperti perangkat pintar dan jaringan seluler berkecepatan tinggi dapat menyebabkan vektor malware, penipuan dan komplikasi lain yang selalu terhubung. Adopsi berbasis web di area seperti komunikasi dan produktivitas melalui Internet of Things (IoT) sudah melampaui kesadaran keamanan pengguna.

Jumlah ancaman berbasis web tertinggi di Asia Tenggara dialami Vietnam dengan 8.437.695 insiden, diikuti  Malaysia dengan 3.361.453 insiden. Indonesia menepati peringkat ketiga dengan 3.014.870 insiden, diikuti Singapura dengan 1.371.435 insiden, Thailand dengan 1.207.725 insiden, dan Filipina 621.984 insiden. Total seluruh ancaman yang berhasil dideteksi dan diblokir tersebut di Asia Tenggara berjumlah 18.015.162 insiden.

Baca juga: Serangan Siber ke Perusahaan-perusahaan di Asia Tenggara Meningkat 45%  

“Secara kuantitatif, jumlah ancaman web yang kami deteksi dan blokir terhadap pengguna bisnis di Asia Tenggara menurun. Namun, kami mengamati peningkatan jenis ancaman ini yang menargetkan organisasi di Singapura dan Vietnam. Kedua negara ini memiliki satu kesamaan. Selama bertahun-tahun, kebijakan dan perilaku terhadap keamanan siber di lingkungan perusahaan kian meningkat, yang berarti kian banyak organisasi yang membangun pertahanan mereka terhadap serangan siber,” ucap Adrian Hia, Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky.

Tingkat deteksi tersebut menunjukkan luasnya partisipasi online di seluruh kegiatan ekonomi dan sosial di Asia Tenggara. Nilai ekonomi digital di Asia Tenggara berdasarkan Forum Ekonomi Dunia saat ini bernilai sekitar USD300 miliar. Proyeksinya, angka tersebut akan naik menjadi USD1 triliun pada tahun 2030.

Baca juga: Selama Tahun 2025 Terdapat 14.909.665 Ancaman Web di Indonesia

“Dalam pasar kita yang bergejolak saat ini, perusahaan di kawasan ini dengan tepat memprioritaskan pengeluaran untuk teknologi yang akan meningkatkan keuntungan dan produktivitas mereka. Suatu penelitian baru-baru ini bahkan menyoroti bahwa pengeluaran teknologi di Asia Pasifik akan meningkat sebesar 9,8% pada tahun 2026. Karena serangan terhadap lingkungan perusahaan terus berkembang dalam kuantitas dan kompleksitasnya, saya yakin bahwa solusi dan layanan keamanan siber akan menjadi salah satu investasi teknologi utama yang akan diprioritaskan di sini tahun ini dan seterusnya,” lanjut Hia.

Tips Aman dari Ancaman Berbasis Web

Kaspersky memberikan beberapa tips berikut ini untuk mengurangi paparan terhadap ancaman berbasis web:

  • Memperbarui sistem operasi, browser, dan aplikasi secara berkala untuk mengurangi paparan terhadap kerentanan
  • Menggunakan kata sandi yang kuat dan unik untuk layanan online serta alat akses jarak jauh. Jika memungkinkan, aktifkan juga autentikasi dua faktor (2FA) untuk membatasi dampak dari kredensial yang disalahgunakan
  • Meningkatkan kontrol keamanan yang ada dengan deteksi yang dipimpin manusia dan intelijen ancaman global menggunakan solusi keamanan. Salah satu solusi yang dapat digunakan adalah Kaspersky Managed Detection and Response (MDR). Layanan tersebut dipimpin para ahli yang menawarkan pemantauan, deteksi, investigasi, dan respons cepat 24/7 terhadap serangan siber yang canggih
  • Menerima analisis menyeluruh dan detail tentang insiden keamanan dengan Kaspersky Incident Response. Layanan ini mencakup seluruh proses investigasi dan respons, termasuk penahanan awal, pengumpulan bukti, identifikasi vektor serangan utama, dan pengembangan rencana mitigasi yang efektif.
  • Menyelaraskan proses dan teknologi internal dengan lanskap ancaman yang terus berkembang saat ini melalui Kaspersky SOC Consulting. Layanan ini membantu membangun SOC internal dari awal, menilai kematangan SOC yang ada, atau meningkatkan kemampuan spesifik seperti prosedur deteksi dan respons.
  • Gunakan solusi terpusat dan otomatis seperti Kaspersky Next XDR Expert untuk memungkinkan perlindungan komprehensif atas semua aset. Solusi ini memberikan deteksi ancaman yang efektif dan respons otomatis yang cepat. Solusi tersebut menggabungkan dan mengkorelasikan data dari berbagai sumber di satu tempat dan menggunakan teknologi pembelajaran mesin.

Demikianlah beberapa tips agar dapat senantiasa aman dari ancaman berbasis web.

Share:

Artikel Terkini