
Teknogav.com – Indonesia Crypto Exchange (ICEx) merupakan penyelenggara bursa aset keuangan digital termasuk aset kripto yang dinaungi PT Fortuna Integritas Mandiri. Berdasarkan Surat Keputusan Nomor KEP-2/D.07/2026, ICEx telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional ICEx resmi diluncurkan pada Kamis, 2 April 2026 di St. Regis, Jakarta. Peluncuran ini menandai langkah penting ICEx dalam memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem aset keuangan digital global.
Sejumlah 70% dana masyarakat Indonesia yang berinvestasi di aset kripto masih berada di bursa luar negeri. Andrew Marchen, CTO ICEx Group mengungkapkan bahwa hal ini menjadi tantanga untuk membuat infrastruktur yang kuat. Landasan aset digital perlu diregulasi agar lebih berdaya saing dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri. ICEx pun berusaha membuat best practice yang sesuai.
Baca juga: Ajaib Senantiasa Berinovasi dan Berikan Edukasi untuk Tumbuh Bersama Investor
Operasional ICEx Group didukung konsorsium 11 Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) utama di Indonesia sebagai anggota resmi. PAKD tersebut mencakup Ajaib Kripto, FLOQ, Indodax, Mobee Indonesia, Nanovest, OSL Indonesia, Samuel Kripto Indonesia, Reku, Tokocrypto, Triv, dan Upbit Indonesia. Kekuatan pasar domestik Indonesia menjadi tumpuan dalam membangun ICEx.
“Indonesia Crypto Exchange hari ini diluncurkan bersama 11 PAKD dengan dukungan modal sebesar USD70 juta. Kami sempat mendiskusikan berbagai opsi penamaan, tetapi akhirnya kami memilih menegaskan asal dan kekuatan yang kami miliki, yaitu Indonesia. Saat ini, Indonesia sedang membangun infrastruktur perdagangan aset kripto berstandar global, dan kami ingin mewujudkannya secara langsung,” ucap Kai Pang, CEO ICEx Group.
Kai juga mengungkapkan bahwa ICEx tidak hanya merepresentasikan identitas nasional, tetapi juga membawa ambisi global. Menurutnya, ICEx merupakan bursa kripto yang berakara di Indonesia dan dibangun dengan ambisi global.
“Ekosistem tidak akan tumbuh hanya dengan menjadi generik, tetapi harus dibangun oleh pelaku yang memahami pasar secara mendalam. Peluncuran ini sangat penting untuk mengambil posisi tentang bagaimana kawasan melihat Indonesia dalam industri aset keuangan digital,” lanjut Kai.
![]() |
| Kai Pang, CEO ICEx Group |
Baca juga: Tokocrypto, Bursa Aset Kripto di Indonesia Raih Pendanaan dari Binance
Rizky Indraprasto, CFO ICEx Group mengungkapkan bahwa ICEx fokus pada pilar utama sebagai berikut:
- Agen inovasi produk sintetik, termasuk derivatif
- Mendorong edukasi, termasuk dengan menandatangani kesepakatan di Korea untuk mendapat best practice dan transfer pengetahuan. Selain itu juga menerapkan tata kelola yang kuat dengan keterbukaan. Investor turut terlibat untuk membuat tata tertib perusahaan agar semua pemangku kepentingan dapat terpenuhi kebutuhannya
- Manajemen profesional dari berbagai industri, termasuk perbankan, kripto regulator dan teknologi
"Sistem ICEx sejak awal dirancang untuk stabilitas dan keamanan. Ini merupakan dasar sebagai dasar kepercayaan. Integrasi menyeluruh pun dibangun melalui ICEx sebagai bursa agar seamless mulai dari laporan, kliring, sampai settlement sehingga hasilnya lebih transparan. Budaya mengedepankan keamanan dilakukan untuk memprioritaskan pengamanan dana nasabah, sehingga diterapkan cyber hiegine yang ketat. Kami membangun digital firewall dan juga human firewall dengan pelatihan. Kami juga mematau pasar untuk mengantisipasi risiko fraud secara real-time. Infrastruktur dibangun untuk tokenisasi. Likuiditas dan transparansi juga ditingkatkan agar tidak hanya berdampak ke segmen tertentu, tetapi juga masyarakat luas. Kami ingin agar ICEx dipercaya regulator dan masyarakat luas," ucap Andrew Marchen.
Andrew juga menambahkan bahwa ICEx berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan nilai ekonomi di dalam negeri.
Infrastruktur Tiga Lapis untuk Meningkatkan Kepercayaan Secara Institusional
Demi meningkatkan kepercayaan secara institusional, ICEx didukung infrastruktur tiga lapis, yaitu sebagai berikut:
- Bursa ICEx berperan sebagai pengatur dan pengawas pasar yang perannya mirip dengan bursa efek seperti IDX atau Nasdaq.
- Crypto Asset Clearing International (CACI) yang menangani kliring dan penjaminan transaksi
- International Crypto Custodian (ICC) sebagai pengelola tempat penyimpanan aset keuangan digital dengan standar institusional
Struktur tiga lapis tersebut mendukung proses perdagangan, penyelesaian transaksi sampai penyimpanan aset dijalankan dalam satu kerangka terintegrasi. Harapannya, model ini dapat mengelola tata kelola pasar, mengurangi risiko antar-pihak, dan meningkatkan kepercayaan pelaku industri dan investor terhadap ekosistem.
"ICEx diluncurkan sebagai pasar kripto tiga lapis. Indonesia sedang membangun infrastruktur kripto dengan caranya sendiri. Kami mengeksplorasi bagaimana Indonesia bisa berkembang sebagai crypto hub. Kami sudah mendapat izin OJK sebagai bursa, kliring dan kustodian. Ada 11 PKAD yang menjadi pemegang saham ICEx," ucap Kai.
Pentingnya fungsi kliring dalam menjaga stabilitas transaksi ditekankan oleh Andi Nirwoto, CEO CACI. Fungsi klirinig memastikan tidak adanya gagal bayar antar-pihak dan mencocokkan transaksi, baik fiat, maupun kripto. Semua diselesaikan dengan akurat dan efisien untuk menjaga integritas sesuai aturan regulator. CACI memastikan settlement dan rebalancing fiat yang andal untuk memastikan likuditas. Dana nasaah juga dipastikan dilindungi staking yang aman di CACI. Keamanan dijaga secara ketat dengan imbal hasil yang bersaing. CACI membawa keahlian dari industri kripto dan perbankan yang lebih matang, terutama terhadap kliring. Setiap transaksi dijamin penyelesaiannya, sehingga menciptakan lingkungan pasar yang terpercaya dan tidak merugikan investor-investor retail.
“Sebagai lembaga kliring yang menangani proses penyelesaian transaksi dan penjaminan, Crypto Asset Clearing International, CACI, berfungsi penting dalam mengurangi risiko antar pihak serta mendukung terciptanya mekanisme pasar yang lebih stabil dan siap untuk partisipasi institusional. Integrasi fungsi kliring dalam ekosistem ini membantu memitigasi risiko antar pihak dan memastikan proses penyelesaian transaksi berjalan lebih terjamin.” ucap Andi.
Lembaga penyimpanan aset keuangan digital atau kustodian juga memiliki peran penting dalam mendukung keamanan aset keuangan digital. Septiyan Andika Isanta, CEO Intenational Crypto Custodian (ICC) mengungkapkan bahwa ICC berperan dalam menjaga dan membangun kepercayaan investor.
“ICC sebagai pengelola penyimpanan aset keuangan digital berstandar institusional menghadirkan infrastruktur yang aman, transparan, dan andal. Kami memastikan perlindungan investor melalui kepatuhan terhadap regulasi serta penerapan standar keamanan internasional. Peran ICC turut mendukung ekosistem investasi yang sehat dan berkelanjutan dengan menjaga integritas serta pengelolaan risiko yang baik,” ucap Septiyan.
Baca juga: Wajibkan Pengguna Terapkan 2FA, Tokocrypto Beri Tips Aman Bertransaksi
Pengaruh ICEx pada Pasar Aset Kripto Nasional
Indonesia merupakan pasar dengan adopsi aset kripto yang tinggi di tingkat retail. ICEx merepresentasikan porsi yang signifikan dari total volume transaksi aset kripto nasional. Porsi tersebut didukung kontribusi 11 anggota bursa strategis. Kehadiran ICEx memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain penting di Asia Tenggara, dalam hal infrastruktur dan daya saing global.
ICEx tidak mengadopsi kerangka dari luar, tetapi membangun modelnya sendiri yang khas Indonesia daan dirancang untuk beroperasi dalam skala global. Platform ini dikembangkan pelaku industri dalam negeri, dikelola bursa lokal dan diawasi otoritas nasional. Kehadiran ICEx memperjelas hubungan antara pelaku industri dan otoritas dengan memperkuat pembagian peran dalam satu sistem yang diawasi OJK langsung. Hal ini menjadi landasan penting dalam menciptakan kepastian hukum dan meningkatkan kepercayaan pelaku pasar.
Peluncuran ICEx dihadiri oleh 350 tamu undangan yang mencakup perwakilan pemerintah, jajaran regulator, anggota bursa dan pemangku kepentingan ekosistem lain. Berbagai industri turut mendukung acara ini. Beberapa di antaranya adalah Triv x Criptowave, Bluepay, Upbit, Tokocrypto, Solana, Bank Mandiri, Google Cloud, Durianpay, Bitgo, Floq, Bank BRI, OSL Indonesia, Oracle Cloud x Netron, Liminal, dan Bank INA.
Kebanggaan atas lahirnya bursa ICEx di Indonesia diungkapkan oleh Gabriel Rey, Founder dan Chief Executive Officer TRIV Group.
“Kami sangat bangga turut serta dalam mendukung bursa ICEx yang terdiri dari infrastruktur bersama yang kuat secara institusional. Langkah ini memungkinkan Group kami untuk terus berinovasi dan dalam kerangka regulasi yang jelas. Kami meyakini jumlah investor kripto di Indonesia akan terus bertumbuh dalam beberapa tahun ke depan, dan Triv Group siap untuk mendukung serta berkolaborasi secara penuh bersama ICEx dalam mendorong perkembangan ekosistem ini,” ucap Gabriel.







