
Teknogav.com – Palo Alto Networks meluncurkan produk-produk terkini yang mendukung otomatisasi dan ketahanan digital yang relevan dengan era Agentic AI saat ini. Jajaran produk tersebut mencakup Next-Generation Trust Security (NGTS), Prisma AIRS 3.0, Prisma Browser for Business, dan evolusi besar Prisma Browser.
NTGS
Selama sekian dasawarsa, masa berlaku sertifikat digital sampai bertahun-tahun dan jarang diperbarui. Namun, kini perusahaan memasuki fase reset kriptografi ang berlangsung terus menerus. Masa berlaku sertifikat berkurang lebih dari 90%, standar enkripsi mulai bergeser untuk menghadapi era pasca-kuantum. Pencabutan mendadak terhadap otoritas kepercayaan global memaksa penggantian ribuan sertifikat secara sekaligus.

“Ketika kepercayaan digital terganggu, bisnis pun terhenti. Sertifikat yang kedaluwarsa atau tidak sesuai standar dapat memicu gangguan yang membuat aplikasi penting, infrastruktur, dan layanan cloud tidak dapat diakses. Pengelolaan pembaruan secara manual membutuhkan waktu dan koordinasi lintas tim, dan dengan kebutuhan skala serta kecepatan yang kian tinggi, pendekatan manual tidak lagi memadai. Dengan NGTS, serta solusi keamanan yang siap menghadapi era kuantum, jaringan menjadi titik kontrol utama untuk mengotomatisasi reset kriptografi,” ucap Anand Oswal, Executive Vice President of Network Security, Palo Alto Networks.
Baca juga: Palo Alto Networks Tekankan Pentingnya Kolaborasi dalam Membangun Keamanan Siber
NGTS menetapkan standar baru dalam ketahanan operasional dengan mengubah pengelolaan kepercayaan kriptografi untuk meniadakan gangguan layanan dan meningkatkan efisiensi operasional. Pengelolaan yang semula melalui proses manual diubah menjadi pengendalian jaringan yang terotomatisasi sehingga . Upaya ini dilakukan seiring bergeraknya industri menuju siklus pembaruan sertifikat wajib setiap 47 hari.
Manajemen siklus hidup sertifikat (Certificate Life Cycle Management) digabungkan NGTS yang bersifat network-native dengan visibilitas dan penegakan kebijakan jaringan secara real-time. Pendekatan terpadu
NGTS memungkinkan bisnis untuk meningkatkan visibilitas, ketahanan operasional, dan membangun kelincahan kriptografi. Visibilitas ditingkatkan dengan mengetahui posisi kepercayaan di seluruh layanan dan aplikasi jaringan. Pendekatan ini juga menyingkirkan sertifikasi bayangan dan titik buta yang memicu celah keamanan.
Ketahanan operasional didukung dengan mengidentifikasi dan memperbarui kredensial sebelum berdampak pada transaksi pelanggan dan layanan internasional secara otomatis. Upaya ini dilakukan untuk kmelindungi bisnis dari gangguan terkait sertifikat. Sedangkan kelincahan kriptografi dibangun melalui pengelolaan siklus hidup otomatis untuk mengikuti siklus pembaruan yang lebih cepat dan prubahan standar enkripsi. Upaya tanpa proses manual ini dapat mempercepat transisi ke era pasca-kuantum.
“Selama bertahun-tahun, industri mengandalkan model kepercayaan berbasis checkpoint—sekali autentikasi, dianggap aman. Namun di era pasca-kuantum dengan siklus sertifikat yang kian pendek, asumsi tersebut tidak lagi berlaku. Kepercayaan kini harus beradaptasi secepat lingkungan yang dilindunginya,” ucap Emanuel Figueroa, Senior Research Analyst, Identity and Access Management Security, Worldwide, IDC.
Palo Alto Networks mengubah pemeliharaan kriptografi menjadi proses otomatis berkelanjutan sehingga bukan lagi tugas berkala. Pengubahan ini dilakukan dengan memindahkan manajemen siklus hidup sertifikat dari spreadsheet manual ke platform network-native. Upaya ini tak hanya mencegah gangguan, tetapi juga membangun sistem keamanan terpadu dengan kelincahan kriptografi yang tertanam. Hasilnya, bisnis tetap tangguh walah standar enkripsi terus berkembang.
NGTS menjembatani kesenjangan antara tim yang mengelola sertifikat dan tim yang bertanggung jawab atas ketersediaan layanan. Langkah ini dilakukan dengan integrasi teknologi identitas mesin dari CyberArk ke dalam jaringan, sehingga menghadirkan kepercayaan langsung di lapisan jaringan.
Prisma AIRS 3.0
Seiring transisi organisasi menuju masa depan yang ditentukan agen otonom, Prisma AIRS 3.0 mengamankan seluruh siklus hidup Agentic AI. Kemampuan penemuan, penilaian risiko dan perlindungan dari hulu ke hilir sepanjang siklus hidup agentic AI dihadirkan oleh Prisma AIRS 3.0. Kini perusahaan pun bisa memberi otorisasi eksekusi otonom secara aman, dari sekadar mengamati interaksi AI.
Tantangan keamanan yang bersifat sistemik muncul seiring peralihan menuju perusahaan berbasis AI. Beberapa tantangan termasuk Shadow AI yang tidak terkelola, serta ranah krusial seperti identitas agentic, keamanan runtime, sampai tata kelola otomatis. Perusahaan belum bisa melihat apa yang ‘dilakukan’ AI, masih banyak yang hanya memantau apa yang ‘dikatakan’ AI. Kesenjangan tersebut diatasi PRISMA AIRS 3.0 dengan menyediakan visibilitas dan perlindungan bagi agen. Kemampuan ini tersedia sejak tahap desain sampai runtime saat menjalankan tugas kompleks secara independen.
“Agentic AI merupakan lompatan besar ke depan, melampaui percakapan sederhana menuju aksi otonom yang akan mendefinisikan ulang produktivitas. Namun, pergeseran dari ‘AI yang berbicara’ menjadi ‘AI yang bertindak’ juga menghadirkan risiko baru. Risiko ini mulai dari identitas agentic yang tidak terkelola hingga perilaku runtime yang tidak dapat diprediksi. Prisma AIRS 3.0 menghadirkan platform komprehensif untuk menemukan, menilai, dan melindungi Agentic AI, memberikan kemampuan unik bagi pelanggan kami untuk mengembangkan perusahaan berbasis AI dengan percaya diri dan aman,” ucap Anand Oswal, Executive Vice President of AI & Network Security, Palo Alto Networks.
Prisma AIRS menggantikan solusi terfragmentasi dengan satu platform terpadu untuk mengelola ancaman dan risiko utama dari aplikasi AI dan agen otonom. Kapabilitas baru ini memungkinkan tim untuk mempersiapkan operasional mereka menghadapi masa depan seiring ekosistem agen terus berkembang. Organisasi dapat langsung menginventasisasi AI agents, model dan koneksi di seluruh lingkungan sistem. Prisma AIRS dapat mengidentifikasi agen yang berjalan di lingkungan cloud, platform SaaS, maupun secara lokal di endpoint. Hal ini kerap terlewati alat tradisional.
Tim keamanan tak perlu menebak keamanan suatu agen, karena Agent Artifact Security memetakan arsitektur agen dan memindai kerentanannya. AI Red Teaming untuk agen mensimulasikan serangan berbasis konteks, menemukan kerentanan terkait AI, serta merekomendasikan kebijakan keamanan runtime.
Ekosistem AI pun dilindungi secara real-time dalam skala besar. AI Agent Gateway dapat menerapkan keamanan runtime dan identitas agen, tata kelola dan observabilitas dengan panel kontrol terpusat. Visibilitas yang dibutuhkan untuk mengamankan berbagai aplikasi AI di endpoint akan dihadirkan Agentic Endpoint Security setelah penyelesaian akuisisi Koi. Kemampuan ini memungkinkan tim menerapkan alat seprti coding agents dengan cepat tanpa mengorbankan keamanan.
Prisma Browser for Business
Saat ini, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) bergantung pada rata-rata 36 aplikasi yang berjalan di browser. Sebagian besar pekerjaan pun diselesaikan di browser tersebut, padahal 95% insiden keamanan perusahaan berasal dari browser. Sementara, pesatnya adopsi AI oleh karyawan menimbulkan kesulitan bagi UMKM untuk mengelola kompleksitas workspace dan mencegah keamanan bisnis.
Baca juga: Prisma, Layanan Keamanan Cloud yang Komprehensif dan Simpel
“Bagi sebagian besar UMKM, browser kini telah menjadi kantor. Di sinilah Anda berinteraksi dengan pelanggan, mengelola pembukuan, dan menggunakan alat AI baru untuk membantu mengembangkan bisnis. Namun, browser standar tidak dirancang untuk menghentikan serangan siber modern atau mencegah kebocoran data melalui AI. Kami menghadirkan tingkat perlindungan yang sama seperti yang digunakan oleh perusahaan terbesar di dunia, tetapi dalam workspace yang mudah digunakan, sederhana untuk dikelola, serta dengan harga yang fleksibel dan terjangkau bagi usaha kecil,” ucap Anupam Upadhyaya, SVP of Product, Palo Alto Networks.
Kebutuhan workspace yang aman bagi UMKM pun dihadirkan Prisma Browser for Business yang mudah dikonfigurasi. Prisma Browser for Business dapat mengelola aplikasi dan perlengkapan AI andalan bisnis, dan memungkinkan karyawan bekerja aman dari berbagai perangkat. Pelaku bisnis dapat terlindungi dari ancaman phishing, ransomware dan penipuan. Solusi ini juga menyediakan kendali AI bawaan untuk mencegah informasi bisnis jatuh ke tangan tak bertanggung jawab. Prisma Browser for Business memungkinkan UMKM untuk menyederhanakan workspace, melindungi bisnis, dan mengendalikan penggunaan AI.
“Palo Alto Networks mengatasi celah penting di pasar dengan menyediakan workspace aman bagi usaha kecil, yang memungkinkan karyawan menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dari perangkat dan lokasi mana pun, sekaligus melindungi dari serangan siber dan tindakan AI yang tidak diinginkan,” ucap Anurag Agrawal, Analis, TechAisle.
Setiap hari, Palo Alto Networks memproses miliaran ancaman bagi perusahaan-perusahaan besar di dunia. Kini, perlindungan tingkat enterprise tersebut tersedia dalam workspace aman yang dirancang khusus untuk UMKM. Solusi ini dapat diuji coba gratis 30 hari hanya dalam empat klik. Bisnis pun dapat terlindungi saat tim bekerja dengan lancar, penggunaan AI juga tetap terkendali.
Prisma SASE untuk Era Agentic
Saat ini, browser merupakan sarana untuk pekerjaan modern, 85% waktu kerja dihabiskan pengguna dalam browser. Pesatnya peran browser menjadikannya sebagai pusat utama interaksi Agentic AI yang menyajikan efisiensi. Namun, risiko kompleks dan khas bagi AI otonom juga muncul, seperti shadow AI agents, serangan prompt injection, dan pembajakan agen. Risiko tersebut dapat diatasi menggunakan Prisma browser yang dirancang untuk tetap aman meningkatkan produktivitas dengan Agentic AI. Solusi ini menyajikan kemampuan agentic yang digabung dengan landasan keamanan untuk melindungi alur kerja otonom.
“Organisasi kini memanfaatkan tenaga kerja baru berupa agen, namun otonomi tidak dapat diberikan tanpa keamanan. Dengan menyematkan perlindungan data berbasis AI dan mengamankan interaksi AI langsung di dalam browser, para pemimpin kini dapat dengan percaya diri mengakselerasi inisiatif AI strategis yang sebelumnya tertunda. Prisma Browser tidak hanya mengamankan antarmuka, tetapi juga cara kerja baru itu sendiri,” ucap Anand Oswal, Executive Vice President of AI & Network Security, Palo Alto Networks.
Prisma Browser membantu tim menggunakan alat AI paling efektif untuk setiap kebutuhan, memaksimalkan produktivitas dan mempercepat alur kerja otonom. Agentic Workspace dapat digerakkan dengan memanfaatkan LLM pilihan di berbagai model dan platofrm. Kegiatan AI pengguna dapat dideteksi otomatis dan menerapkan batasan berbasis konteks sehingga mengamankan interaksi AI. Kebocoran data sensitif ke alat AI publik selama proses otomatisasi dicegah dengan memastikan agen berada dalam cakupan semestinya.
Pembajakan Agen dicegah Prisma Browser dengan mengidentifikasi dan memblokir serangan prompt injection sehingga alur kerja otomatis tetap berjalan aman. Pemblokiran termasuk terhadap instruksi berbahaya yang tersembunyi dalam situs web yang dirancang untuk membajak agen AI. Pemisahan antara tindakan manusia dan tugas AI otomatis secara real-time juga mendukung kepatuhan terhadap regulasi AI global. Kepatuhan dan akuntablitas penuh tersebut dipastikan dengan menilai niat dari identitas manusia dan non-manusia.

“Browser telah berevolusi untuk menghadapi lanskap ancaman baru yang didorong oleh AI, seperti prompt injection atau penggunaan ekstensi AI yang tidak aman. Browser akan terus menjadi titik kontrol utama ketika agen mulai melakukan tugas atas nama pengguna melalui browser. Saya melihat browser sebagai titik kontrol dominan untuk melindungi karyawan dari tindakan berbahaya. Saat kami memungkinkan eksperimen dengan agen yang menggunakan browser untuk menjalankan tugas, kami merasa lebih aman melakukannya dengan Prisma Browser,” ucap Jonathan Jaffe, Chief Information Security Officer, Lemonade.
Baca juga: Platform SASE Prisma Access Sajikan Layanan Keamanan Komprehensif di Cloud
Evolusi Prisma Browser merupakan inovasi penting dalam Prisma SASE, solusi SASE menyeluruh untuk era agentic AI. Produktivitas berbasis AI dimulai dari browser, sehingga perlu diamankan di seluruh perusahaan. Prisma SASE menghadirkan Universal Zero Trust yang didukung Precision AI. Teknologi ini melindungi secara konsisten dan berkinerja andal, terlpas dari lokasi melakukan perkerjaan.
Prisma SASE mengubah alur kerja berbasis AI menjadi mesin pertumbuhan yang aman dengan kecepatan mesin. Kapabilitas ini diperluas dengan menghadirkan operasi otonom, pengamanan data dari hulu ke hilir dan menjamin kelangsungan bisnis. Keamanan berskala cloud dan ketahanan operasional untuk lingkungan dengan bandwidth tinggi memastikan kinerja dan operasional yang lancar.






