
Teknogav.com - Komunitas AI AICO yang dinaungi Zando Agency resmi meluncurkan HoWePlay, aplikasi party berbasis AI pertama di Indonesia. Teknologi ini diterapkan pertama kaki di acara Matchmaking Night yang diselenggarakan di Sing Sing, lini bisnis terbaru Holywings. Acara ini digelar pada Jumat, 10 Juli 2026 dan diikuti 100 peserta.
Kegiatan ini mengusung konsep matchmaking berbasis AI dan astrologi Tiongkok (BaZi). Penggunaan perdana aplikasi tersebut merupakan kolaborasi pertama AICO dan Holywings dalam menyajikan pengalaman hiburan berbasis AI. Kegiatan ini memungkinkan pengunjung membangun koneksi baru secara lebih interaktif. Peserta cukup memindai kode QR dari smartphone masing-masing, lalu mengisi data tahun, bulan, hari, dan jam kelahiran. Data-data tersebut dianalisis sistem AI untuk mencocokkan peserta dengan peserta lain berdasarkan tingkat kecocokan menggunakan pendekatan BaZi.

Baca juga: AICO Gelar Eksperimen Sosial Berbasis AI dan Astrologi: Cosmic Affair
Setiap peserta menerima hasil matchmaking langsung di layar smartphone selama acara berlangsung. Mereka pun dapat langsung berkenalan dengan pasangan yang direkomendasikan AI. Tiga pasangan dengan tingkat kecocokan tertinggi juga ditampilkan di layar utama yang ada di area acara. Tingkat kecocokan tersebut bahkan ada yang mencapai 100%. Seluruh proses tersebut berlangsung otomatis melalui sistem AI yang dikembangkan AICO.

Tommy Teja, Co-Founder AICO mengungkapkan bahwa pengembangan HoWePlay berpijak pada keyakinan bahwa perkembangan AI tidak seharusnya hanya fokus pada produktivitas. AI juga harus bisa menciptakan pengalaman baru yang dapat dirasakan langsung masyarakat.
Baca juga: Komunitas AICO Gelar Workshop PANDAI: "Bikin AI dari Nol"
"Selama ini banyak bisnis AI berfokus pada tools dan produktivitas. Lewat HoWePlay, kami ingin menunjukkan bahwa AI juga bisa menghadirkan pengalaman hiburan yang menyenangkan tanpa membuat orang harus memahami teknologinya terlebih dahulu. Ke depan, kami melihat peluang besar AI berkembang tidak hanya sebagai software, tetapi juga sebagai experience dan entertainment," ucap Tommy Teja.
HoWePlay dirancang sebagai platform kegiatan berbasis AI yang bisa diterapkan di berbagai venue dan jenis acara. Penyelenggara dapat menghadirkan berbagai konsep interaksi, games sampai kegiatan sosial yang disesuaikan dengan karakter acara dan pengunjung dengan sistem yang fleksibel ini.
Reynaldi Francois, Co-Founder AICO mengungkapkan bahwa AI seharusnya tidak menjauhkan manusia dari interaksi sosial. Namun, AI harus menjadi sarana untuk mempertemukan lebih banyak orang.
"Banyak orang melihat AI sebagai teknologi yang membuat manusia makin sering berinteraksi dengan mesin. Kami justru percaya AI bisa mempererat hubungan antarmanusia, bukan menggantikannya. Lewat HoWePlay, AI menjadi fasilitator yang membantu orang menemukan koneksi baru yang lebih bermakna," ucap Reynaldi Francois.
Baca juga: HP OmniBook Ultra Flip Dukung Produktivitas dan Kreativitas dengan AI
Kolaborasi AICO dan Holywings merupakan langkah awal AICO dalam membawa teknologi AI ke industri hiburan dan gaya hidup. AICO menunjukkan bahwa AI tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional di balik layar melalui implementasi ini. Aplikasi tersebut membuktikan bahwa AI dapat meningkatkan pengalaman pelanggan secara langsung melalui interaksi yang lebih personal, menyenangkan, dan relevan.
Nantinya, HoWePlay berpotensi untuk diterapkan di berbagaisektor, termasuk F&B, lifestyle, event, pusat perbelanjaan, komunitas, dan hiburan. Fleksibilitas platform tersebut memungkinkan setiap penyelenggara menghadirkan konsep aktivasi yang berbeda sesuai kebutuhan bisnis dan karakter pengunjung.
AICO berkomitmen untuk menghadirkan AI yang lebih dekat dengan kehiduoan sehari-hari. Komitmen tersebut kembali ditegaskan AICO melalui HoWePlay. Bagi AICO, masa depan AI tidak sebatas otomatisasi dan efisiensi. Namun, masa depan AI adalah tentang penciptaan pengalaman baru yang dapat mempertemukan, menghubungkan, dan mempererat interaksi antarmanusia.






