
Teknogav.com - Solusi keamanan Kaspersky mendeteksi lebih dari 33.000 serangan terhadap sektor UMKM selama Januari-April 2026. Serangan tersebut menggunakan perangkat lunak berbahaya untuk PC yang disamarkan sebagai layanan Akal imitasi (AI) populer. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025, angka tersebut meningkat hampir lima kali lipat. Kontribusi Asia Tenggara terhadap serangan ini lebih dari 1.800 serangan, atau meningkat 7 kali lipat dibandingkan periode yang sama.
Seiring kian populernya layanan AI untuk alur kerja bisnis, usaha kecil dan menengah menjadi sasaran malware yang berkedok layanan tersebut. Para pakar Kaspersky meneliti sejauh mana serangan tersebut. Umpan paling umum dalam serangan siber di Asia Tenggara pada awal tahun 2026 menggunakan kedok ChatGPT yang mencapai 44%. Angka tersebut diikuti oleh DeepSeek 33% dan Claude 11%. Analisis ancaman dan strategi mitigasi dipaparkan dalam laporan Kaspersky terkini untuk membantu UMKM melindungi diri dari ancaman yang terus berkembang.
Baca juga: Ancaman Siber yang Menargetkan UMKM Indonesia Naik 83,18%
“Para penjahat siber seringkali memandang UMKM sebagai sasaran empuk, karena mereka memangsa potensi kelemahan keamanan yang mungkin muncul akibat keterbatasan sumber daya yang dimiliki. Mengingat lebih dari 90% bisnis di Asia Tenggara adalah UMKM, kawasan ini akan terus menjadi sasaran utama bagi pelaku ancaman. Fenomena ini menandakan kebutuhan mendesak bagi perusahaan untuk memperkuat postur keamanan siber mereka. Sebagai tulang punggung ekonomi Asia Tenggara, UMKM tidak boleh mengabaikan investasi dalam keamanan siber mereka. Hal terpenting adalah menemukan solusi yang selaras dengan realitas operasional dan keuangan mereka,” ucap Adrian Hia, Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky.
![]() |
| Proporsi serangan yang menjadikan UMKM sebagai sasaran secara global dengan malware yang meniru lima aplikasi AI sah dan populer selama empat bulan pertama tahun 2025 dan 2026 |
Para pakar Kaspersky juga mengamati berbagai Trojware, termasuk yang dapat mengunduh dan menjalankan malware lain pada perangkat yang disusupi. Trojware menyamar sebagai file yang tidak berbahaya untuk mengelabui pengguna agar menginstalnya. Kemampuan Trojware beragam, tergantung jenis malware yan mencakup pencurian, penghapusan, pemblokiran, modifikasi, atau penyalinan data pengguna, serta kemampuan berbahaya lainnya. Hal ini menjadikan Trojware sebagai ancaman siber yang sangat berbahaya bagi pengusaha dan bisnis.
Telemetri Kaspersky mendeteksi lebih banyak serangan pada sektor UMKM di tahun 2026. Serangan ini menyamarkan perangkat lunak berbahaya untuk PC sebagai aplikasi pesan dan perangkat lunak konferensi video. Kedok perangkat lunak yang digunakan mencakup Microsoft Teams, Telegram, WhatsApp dan Zoom. Solusi Kaspersky berhasil memblokir hampir 415.000 serangan tersebut selama periode Januari-April 2026. Jumlah serangan ini sedikit berubah dibandingkan angka tahun sebelumnya. Para pakar Kaspersky menemukan bahwa daya tarik aplikasi komunikasi palsu tetap menjadi ancaman siber yang meluas.
Baca juga: Kaspersky Mendeteksi Lebih dari 92.000 Serangan Malware Berkedok Layanan AI
“Lanskap ancaman terus berkembang dengan munculnya jebakan-jebakan baru. Misalnya, selama empat bulan pertama tahun ini, solusi kami untuk usaha kecil dan menengah mendeteksi ratusan serangan, di mana perangkat lunak berbahaya atau yang tidak diinginkan disamarkan sebagai OpenClaw, alat AI yang dengan cepat mendapatkan popularitas pada tahun 2026. Karyawan perusahaan kian banyak menggunakan berbagai layanan AI dan alat lainnya dalam alur kerja mereka, termasuk yang tersedia untuk umum. Oleh karena itu, untuk berjaga-jaga, karyawan UMKM, serta semua pengguna secara umum harus berhati-hati saat mencari perangkat lunak di internet. Selalu periksa ejaan yang benar dari situs web serta tautan dalam email yang mencurigakan, dan gunakan solusi keamanan andal,” ucap Vasily Kolesnikov, pakar keamanan di Kaspersky.
Hal senada disampaikan Rodion Pyanov, Manajer Produk Kaspersky Small Office Security. Menurutnya, para penyerang terus menyempurnakan metode untuk mengeksploitasi kesalahan manusia. Kondisi ini memicu kebutuhan akan pelatihan kesadaran keamanan mutakhir bagi berbagai bisnis dengan segala ukuran. Sayangnya, organisasi mikro kerap menghadapi kendala dalam pengalokasian waktu dan anggaran untuk rutin memperbarui informasi mengenai ancaman dan tren berbahaya terkini.
Baca juga: Fitur Berbagi Obrolan ChatGPT Jadi Pintu Infostealer AMOS untuk Menyusup
“Kami percaya masalah ini sebagian besar dapat diatasi melalui solusi yang dirancang khusus untuk bisnis kecil, yang memberikan perlindungan inti yang kuat sekaligus menyediakan edukasi keamanan yang mudah diakses,” ucap Rodion Pyanov, Manajer Produk, Kaspersky Small Office Security.
Tips Mengamankan Bisnis dari Ancaman Siber
Kaspersky memberikan beberapa tips berikut ini agar bisnis kecil senantiasa terlindungi dari ancaman siber:
- Cari solusi sesuai anggaran, ukuran dan persyaratan industri dengan menekankan skalabilitas dan kemudahan integrasi. Salah satu solusi yang mudah digunakan usaha mikro adalah Kaspersky Small Office Security Premium. Solusi ini dapat melindungi dari ancaman canggih dan menyediakan akses ke pelatihan kesadaran keamanan bagi karyawan. Sedangkan usaha kecil dan menengah yang sudah memiliki keahlian TI lebih matang bisa memakai Kaspersky Next Optimum. Solusi tersebut dirancang khusus untuk organisasi yang berkembang. Fitur-fitur yang ditawarkan mencakup perlindungan waktu nyata, visibilitas ancaman, serta kemampuan investigasi dan respons EDR dan XDR.
- Pendekatan terkelola dapat diterapkan oleh tim yang kekurangan personel keamanan siber dan bandwidth untuk pemantauan 24/7. Salah satu solusi yang bisa digunakan adalah Kaspersky MDR, layanan yang dipimpin oleh para ahli. Solusi ini menyediakan kemampuan sepanjang waktu untuk seluruh siklus manajemen insiden, mulai dari deteksi ancaman hingga perlindungan dan remediasi berkelanjutan.
- Terapkan pedoman yang jelas untuk menggunakan layanan dan sumber daya eksternal.
- Tetapkan aturan akses untuk sumber daya perusahaan seperti akun email, folder bersama, dan dokumen online.
- Lakukan pencadangan data penting secara rutin untuk memastikan terjagaanya informasi perusahaan jika terjadi keadaan darurat.
Demikianlah beberapa tips dari Kaspersky agar pelaku usaha dapat senantiasa mengamankan bisnisnya dari ancaman siber.







