Film Foufo Padukan Komedi Sci-Fi dengan Kearifan Lokal Madura Film Foufo Padukan Komedi Sci-Fi dengan Kearifan Lokal Madura ~ Teknogav.com

Film Foufo Padukan Komedi Sci-Fi dengan Kearifan Lokal Madura



Teknogav.com – Skak Studios dan Sinemart mempersembahkan Foufo, film sci-fi pertama yang dipadukan dengan budaya Madura dan komedi segar. Film yang disutradari Bayu Skak ini mengusung kearifan lokal yang direpresentasikan oleh keluarga besar Madura dari kalangan menengah ke bawah. Segala permasalahan yang kerap dihadapi masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan diusung dalam film ini dengan cukup relevan. Namun, jangan terlalu serius saat menonton film ini, karena ada beberapa hal yang terasa janggal, termasuk penawaran mengalihkan visa haji. Anggap saja film ini sekadar hiburan, toh ini memang film fiksi ilmiah yang banyak bermain imajinasi.

Film Foufo mengisahkan mengenai perjuangan Muslim (Tretan Muslim), seorang anak berbakti yang ingin mewujudkan mimpi ibunya untuk naik haji. Tak hanya menjadikan stereotipe orang Madura sebagai komedi, film ini juga memperkenalkan banyak nilai-nilai baik yang dipegang teguh orang-orang Madura. Film ini bahkan 70% berbahasa Madura, tetapi tetap bisa dipahami penonton, apalagi bermuatan cinta dan kasih hubungan anak-ibu yang universal.

Kisah dalam film ini penuh imajinasi, ketika UFO jatuh di Madura, makhluk asing di dalamnya pun ditampung oleh keluarga Muslim. Makhluk asing tersebut tak dapat kembali ke pesawat induk karena kehilangan kunci pesawat UFO yang dikendarainya. Muslim dan keluarganya pun berjanji untuk menolong makhluk asing yang mereka juluki Foufo tersebut agar dapat kembali ke pesawat induk.

Baca juga: Film 'Agak Laen', Saat Arwah Gentayangan Caleg Lariskan Rumah Hantu 

Keluarga Muslim sendiri terjepit dalam himpitan ekonomi, mata pencarian Muslim hanyalah seorang pengepul rongsokan. Sedangkan di dalam rumah yang didiaminya juga hidup keluarga kakak dan adiknya. Kakaknya berprofesi sebagai teknisi yang dapat memperbaiki segala barang elektronik tengah sakit keras. Sedangkan adiknya yang sedang hamil hanyalah penjaga warung yang bersuamikan guru honorer. Namun, mereka semua berambisi untuk mewujudkan ibu mereka menjalani ibadah haji, bahkan dengan mengandalkan utang! Film ini memadukan konsep unik fiksi ilmiah dengan latar keluarga yang sangat membumi.

Tretan Muslim yang selama ini bermain di ranah komedi merasa menjalani tantangan baru dalam memerankan karakter Muslim di film Foufo. Sosok Muslim dalam film ini serius dan memiliki lapisan drama yang dalam.

“Di sini aku malah tidak boleh berkomedi, malahan aku harus nangis. Jadi ini sangat menantang bagiku, diberikan tanggung jawab dengan karakter yang sangat berbeda, dan pertama kalinya menjadi pemeran utama. Film Foufo ini juga menjadi kebanggaan saya, sebagai orang Madura, bisa menjadi bagian dari film berbudaya Madura pertama di Indonesia,” ucap Tretan Muslim.

Bayu Skak dan Tretan Muslim


Ibu dari Muslim diperankan oleh Siti Kam yang baru mulai berakting di layar lebar pada usia 63 tahun. Kekuatan aktingnya dapat menampilkan hubungan antara anak dan ibu yang begitu tulus. Jajaran pemeran lain pun banyak yang dipilih dari open casting dengan 2.500 peserta. Hampir 90% pemeran film ini berdarah Madura, sehingga cerita dan karakternya terasa autentik. Film Foufo bahkan menjadi film berbudaya Madura pertama di layar lebar Indonesia. 

Inayah Wulandari Wahid dan Siti Kam

Jajaran pemeran lain dalam film ini mencakup Habib Ja’far, Ade ‘Bibier’ Kurniyawan, Benidictus Siregar, Bambang Ceper, Siti Kam, Fuad Sasmita, Sangat Mahendra, Anggun Dwi, Ina Pogang, Rifqy Abdillah, Kiano, Hari Otong, Rizki Bibir, dan DJ Rara. Film ini juga menghadirkan penampilan spesial anak mantan Presiden RI, Abdurrahman Wahid, yaitu Inayah Wulandari yang berperan sebagai pengurus travel haji. Bayu Skak juga turut menjadi pemeran dalam film ini merangkap sutradara dan produser bersama Ricky R. Setiawan.

Baca juga: Film 'Kaka Boss', Komedi Keluarga Bertabur Talenta Berbakat Indonesia Timur  

David Suwarto, produser eksekutif film Foufo mengungkapkan bahwa Bayu Skak memiliki gagasan yang out of the box. Menurutnya film ini akan sangat menghibur dengan komedi-komedi yang aneh dan receh. Namun, cerita tersebut menurut David membumi dan menyentuh mengenai anak-anak yang ingin membahagiakan ibunya. Harapannya, kolaborasi Sinemart dan Skak Studio di film Foufo dapat melanjutkan keberhasilan kolaborasi sebelumnya.

“Setelah sukses dengan genre horor komedi, kali ini saya ingin menantang diri untuk enggan tetap berada di zona nyaman. Saya selalu ingin mengeksplorasi hal-hal baru di perfilman Indonesia. Lewat Foufo, yang menjadi film berbudaya Madura pertama di Indonesia, kami ingin menghadirkan cerita yang unik, lucu, tapi sekaligus juga mengharukan, menggabungkan elemen komedi sci-fi namun tetap terasa dekat,” ucap Bayu Skak, sutradara film Foufo.

Baca juga: Film “Pelangi di Mars” Hidupkan Imajinasi Anak dan Kepedulian pada Bumi

Film Foufo juga menggandeng studio animasi lokal Surabaya, Hompimpa, untuk menggarap animasi karakter makhluk asing di film ini. Sekitar 120 animator turut terlibat untuk mengerjakan karakter Foufo. Film ini membuktikan bahwa kekuatan animator lokal tetap menjadi yang utama dalam pesatnya perkembangan teknologi Akal Imitasi (AI). Gebrakan film ini dapat menjadi kebanggaan lokal warga Madura dan Jawa Timur. 

Foufo membuka pintu bagi para kreator dan sineas untuk mengeksplorasi genre komedi sci-fi. Komedi dalam film ini cukup padat berpadu dengan drama yang menyentuh. Film Foufo akan tayang di bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026.

Share:

Artikel Terkini