Tingkatkan Kepuasan Pelanggan Berbasis AI, Pendapatan H1 Indosat Naik 13,1% Tingkatkan Kepuasan Pelanggan Berbasis AI, Pendapatan H1 Indosat Naik 13,1% ~ Teknogav.com

Tingkatkan Kepuasan Pelanggan Berbasis AI, Pendapatan H1 Indosat Naik 13,1%



Teknogav.com – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) mencatat kinerja keuangan dan operasional yang kuat pada semester pertama tahun 2026. Pertumbuhan tersebut dipicu oleh fokus Indosat pada peningkatan kepuasan pelanggan yang didukung Akal Imitasi (AI). Penggunaan AI tersebut turut meningkatkan trafik data, sehingga turut menyumbang peningkatan pendapatan. Pada paruh pertama tahun 2026 yang berakhir 30 Juni 2026, Indosat membukukan pendapatan sebesar Rp30,7 triliun, atau naik 13,1% YoY. Basis pelanggan seluler Indosat juga tetap kuat, yang saat ini berjumlah 93,4 juta pelanggan.

Kini AI kian menyatu dalam pengalaman digital sehari-hari pelanggan. Indosat menghadirkan pengalaman digital yang lebih produktif kreatif dan aman sebagai bagian dari layanan konektivitasnya. Berbagai layanan tersebut mencakup fitur Anti-Spam dan Anti-Scam, Sahabat-AI, Gemini AI dan Adobe Express. Kian relevannya pengalaman tersebut meningkatkan trafik data sampai 19,9% YoY. Hal ini berdampak pada peningkatan pendapatan rata-rata per pengguna (Average Revenue Per User/ARPU) sebesar 17,3% YoY menjadi Rp46 ribu.

Muhammad Danny Buldansyah, Director and Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison

"Pertumbuhan pendapatan Indosat dipicu oleh Indosat yang fokus pada peningkatan customer experience yang didukung AI. Data traffick pun meningkat, sehingga pendapatan meningkat 13,1% YoY. Pertumbuhan EBITDA bahkan lebih besar," ucap Muhammad Danny Buldansyah, Director and Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison.

Baca juga: Gelar RUPST, Indosat Ungkap Pencapaian Kinerja dan Strategi Transformasi  

EBITDA di paruh pertama tahun 2026 bahkan meningkat lebih tinggi dibanding pendapatan, yaitu sebesar 14% YoY menjadi Rp14,6 triliun. Margin EBITDA tumbuh sehat di angka 47,6%. Laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk yang dinormalisasi meningkat 49,2% YoY menjadi Rp3,2 triliun. Peningkatan tersebut dipicu pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, pengelolaan biaya yang disiplin, serta peningkatan efisiensi operasional.  

Tren positif pada kinerja Indosat menunjukkan kemampuan transformasi berbasis AI dalam memperkuat bisnis perusahaan saat ini. Kemampuan tersebut juga dalam membangun landasan dari pertumbuhan digital Indonesia ke depan. Pertumbuhan berkelanjutan didorong Indosat melalui inovasi AI, kepemimpinan di bidang ESG, dan pengembangan talenta digital. 

Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison

“AI North Star kami mendorong pertumbuhan nilai jangka panjang dengan mentransformasi Indosat dari penyedia konektivitas menjadi perusahaan teknologi berbasis AI. Pertumbuhan double digit yang kami capai menjadi bukti kuat bahwa strategi kami berjalan baik sekaligus mencerminkan momentum positif dari perjalanan transformasi kami. Pencapaian ini kian memperkuat keyakinan kami untuk mempercepat fase transformasi selanjutnya, dengan memperkuat kapabilitas yang akan menjadi mesin pertumbuhan di masa depan sekaligus berkontribusi dalam membangun ekosistem AI di Indonesia,” ucap Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison.

Penginvestasian Keberhasilan Hari Ini demi Pertumbuhan Masa Depan

Indosat memperkuat pertumbuhan masa depan melalui AI Cloud, Indosat5G dan alokasi modal yang strategis. Kinerja operasional yang kuat memungkinkan Indosat mempercepat investasi yang akan membentuk fase pertumbuhan berikutnya. Seiring kian kokohnya landasan keuangan, Indosat terus berinvestasi pada kapabilitas untuk memperluas bisnis teknologi dan membuka peluang pertumbuhan jangka panjang.

Baca juga: Indosat Paparkan Kinerja Keuangan dan Operasional Sampai Q3 2023  

Pembentukan PT Infra Fiber Teknologi (IFT) bersama Arsari Group merupakan salah satu pencapaian penting di H1 2026. Indosat mendapatkan sekitar Rp11,7 triliun melalui pengalihan pengelolaan lebih dari 86.000 km infrastruktur serat optik nasional. Langkah ini juga dilakukan dengan mengadopsi model bisnis asset-light. Upaya tersebut menawarkan fleksibilitas keuangan lebih besar demi mempercepat investasi pada peluang pertumbuhan bernilai tinggi yang mendukung transformasi jangka panjang.

Seiring peningkatan adopsi AI di sektor industri, Indosat juga terus memperluas bisnis AI Cloud dengan dukungan pemodalan yang kian kuat. Selama H1 2026, pendapat dari AI Cloud mencapai USD33 juta, melampaui total pendapatan selama tahun 2025 yang mencapai USD28 juta. Kinerja tersebut menunjukkan peningkatan permintaan akan infrastruktur AI yang berdaulat. Hal tersebut juga kian menegaskan AI Cloud sebagai salah satu mesin pertumbuhan baru utama Indosat.

Baca juga: Indosat Business Luncurkan Solusi Manajemen Energi Berbasis AI  

Indosat juga terus memperkuat konektivitas untuk mendukung ekosistem AI yang terus berkembang. Penambahan spektrum 80 MHz pada pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz siap meningkatkan kapasitas jaringan dan kualitas layanan. Hal ini penting seiring kebutuhan akan pengalaman digital berbasis AI yang terus tumbuh. Pengalaman digital yang lebih andal, cerdas dan personal bisa diperoleh dari investasi yang fokus berkelanjutan pada Customer Love. Investasi ini juga membuka peluang monetisasi baru pada layanan Indosat5G, termasuk Fixed Wireless Access (FWA).

Reski Damayanti, Chief Legal & Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison

"Indosat berhasil mendapat tambahan spektrum 80 MHz melalui pelaksanaan lelang yang dilakukan secara efisien. Tambahan spektrum tersebut membuka peluang dan meningkatkan pengalaman," ucap Reski Damayanti, Chief Legal & Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison.

Pertumbuhan Berkelanjutan

Indosat berkomitmen untuk terus memastikan inovasinya memberikan nilai jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan, seiring pengembangan platform berbasis AI. Optimalisasi jaringan berbasis AI serta pengelolaan energi yang cerdas berhasil menurunkan intensitas emisi karbon sebesar 50,89%. Komitmen Indosat terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab juga mendapat pengakuan melalui masuknya Perseroan ke dalam ketiga Indeks ESG KEHATI—SRI-KEHATI, ESG Sector Leaders, dan ESG Quality 45—untuk periode Juni–November 2026.

Indosat juga berinvestasi dalam masa depan AI Indonesia melalui kemitraan bersama Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) dan Wadhwani Foundation. Salah satu tujuan kemitraan ini adalah untuk mengembangkan satu juta talenta digital dan 100.000 wirausaha berbasis AI sampai tahun 2029. Serangkaian inovasi Indosat memperkuat keyakinan perusahaan bahwa kepemimpinan AI jangka panjang harus dibangun melalui inovasi bertanggung jawab. Selain itu, juga dibutuhkan pertumbuhan yang berkelanjutan, dan pengembangan talenta yang inklusif.

Share:

Artikel Terkini