Film “Kado untuk Ibu” Mengajak Memaknai Keluarga yang Tak Terduga Film “Kado untuk Ibu” Mengajak Memaknai Keluarga yang Tak Terduga ~ Teknogav.com

Film “Kado untuk Ibu” Mengajak Memaknai Keluarga yang Tak Terduga



Teknogav.com – Starvision dan FMM Studios mempersembahkan film “Kado untuk Ibu” yang akan tayang di bioskop Indonesia mulai 6 Agustus 2026. Ini adalah film drama keluarga yang mengikuti perjalanan Ara (Luisa Adreena) pergi dari rumah demi membelikan kado untuk ibunya. Saat di perjalanan, terbersit ide olehnya untuk meminta bantuan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk menemani mencari kado.

Sebenarnya petugas Damkar yang ditugaskan menemani Ara memiliki urusan keluarga sendiri, yaitu mendampingi istri melahirkan putra pertamanya di Rumah Sakit. Namun, Faris (Emir Mahira) sang petugas Damkar tersebut tetap menjalankan kewajiban untuk menemani Ara. Faris (Emir Mahira). Dedikasi Faris tersebut benar-benar mencerminkan nilai-nilai yang dijunjung tinggi petugas Damkar. Perjalanan yang seharusnya singkat dan sederhanya tetapi ternyata menjadi perjalanan panjang yang berliku. Setiap yang terlibat di perjalanan tersebut menjadi memiliki ikatan emosional tersendiri. 

Baca juga: Film Esok Tanpa Ibu Padukan Unsur Lingkungan, Kemanusiaan dan Teknologi  

Petualangan pencarian kado ini menjadi perjalanan memaknai arti kehidupan dan keluarga. Tingkah lucu Ara dan petugas Damkar Faris (Emir Mahira) yang menemani Ara cukup mampu memicu gelak tawa. Namun kisah tersebut juga menyajikan kehangatan keluarga, apalagi ada plot-twist yang menambah keharuan. Para pemeran lain yang memerankan para petugas Damkar mencakup Dennis Adhishwara, Dio Pratama dan Rey Bong.

Film “Kado untuk Ibu” disutradari oleh M. Amrul Umammi dan diproduseri Chand Parwez Servia. Kisah mengenai anak yang mencari kado untuk ibunya terinspirasi dari kisah personal sang sutradara, dan M. Ali Ghifari, penulis skenario. Keduanya pernah merasakan diberi kado oleh anak yang membangkitkan perasaan hangat dan haru. Pemberian kado juga menunjukkan perjalanan sang anak untuk orang tuanya, walau terlihat sederhana. 

“Ada salah satu adegan yang membuat saya saat menggarap film ini merasa sangat tersentuh. Ketika Ara yang masih sekecil itu begitu dewasa menghargai perjuangan kedua orang tuanya. Sebagai seorang Ayah, saya berharap film ini juga bisa menjadi pengingat, bahwa kita berjuang di luar sana mencari nafkah demi orang-orang tersayang di rumah. Harapannya, film ini dapat menyatukan kembali keluarga yang renggang jadi rekat kembali. Jika tadinya ada gap maka bisa utuh kembali,” ucap M. Amrul Umammi, sutradara film “Kado untuk Ibu”. Menurutnya, ini adalah film pertamanya yang melibatkan banyak anak-anak.

Kisah pemberian kado dituangkan dalam film “Kado untuk Ibu” yang lebih dramatis dan menyentuh secara emosional. Harapannya, film ini juga dapat mengingatkan untuk selalu berjuang, dan menjadi ucapan terima kasih bagi yang bertahan menjadi keluarga. Film ini menjanjikan keseruan dan memaknai keluarga yang tak terduga dalam hidup. Keluarga akan tetap ada dan menghangatkan. Setiap karakter dalam film ini menyambung benang merah.

“Film Kado Untuk Ibu adalah kisah tentang keluarga, tentang pemaknaan perjuangan cinta dan kasih sayang. Film ini juga menjadi refleksi dalam kehidupan kita, bagaimana kita berjuang demi keluarga dan memaknai serta menghidupi nilai-nilai yang ditanamkan keluarga kita, bagaimana anak-anak di film ini juga bisa membimbing kita dan membuat orang tua lebih sadar untuk selalu hadir dan berjuang demi keluarga,” ucap Chand Parwez Servia, produser film “Kado untuk Ibu”.

Chand Parwez Servia, produser film “Kado untuk Ibu”

Chand juga mengungkapkan bahwa film ini mengenai perjalanan Ara mencari kado yang mempertemukan dengan keluarga barunya. Semua yang ditemui dan terlibat dalam perjalanan sedang berjuang untuk keluarganya sendiri dan menunjukkan kasih sayang. Nilai-nilai tersebut berusaha ditunjukkan dalam film ini. Film "Kado untuk Ibu" dipersembahkan untuk menjadi tontonan yang menghangatkan. Anak-anak memiliki pola pikir yang dewasa. Film ini bukan film anak-anak, tetapi film keluarga yang penting untuk dinikmati bersama. 

Baca juga: Film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan” Angkat Alzheimer 

Pada film ini, penonton diajak untuk menyelami makna kehidupan dari sudut pandang anak-anak, yaitu Ara. Orang tua Ara diperankan oleh Dimas Aditya sebagai Musa, sang ayah, dan Agla Artalidia sebagai Zizah, sang ibu. 

Dimas Aditya, pemeran Musa, ayah Ara

"Ketika ditawari peran ini merasa sangat relate dengan yang dialami saat kerja. Film ini membuat melek dengan kesadaran bahwa waktu itu sangat penting untuk kita dan keluarga. Semenit pun sangat berharga," ucap Dimas Aditya, pemeran Musa, sang ayah.

Akting Luisa Adreena yang memerankan Ara kembali mencuri perhatian dengan berbagai tingkah dan dialognya. Penampilan Ara mengajak untuk belajar mengenai pendewasaan dari kacamata sederhana anak kecil. 

“Aku senang banget memerankan Ara di film ini, karena bisa berpetualang dengan Oom Damkar yang diperankan Kak Emir Mahira. Di sini aku jadi anaknya Om Dimas Aditya dan Kak Agla Artalidia, yang seru banget. Meskipun ada satu adegan yang bikin aku sangat sedih dan nangis banget, dan itu jadi salah satu adegan favorit aku di film ini,” ucap Luisa Adreena.

Baca juga: Film “Na Willa” Sajikan Kepolosan Sudut Pandang Anak-anak yang Jujur  

Emir Mahira, pemeran Faris

Emir Mahira yang memerankan Faris mengungkapkan bahwa film "Kado untuk Ibu" banyak memberikan pelajaran. Menurutnya, Faris mendapat pelajaran bahwa harus belajar ikhlas dan menyakini bahwa semua ada jalannya. Agla Artalidia yang memerankan ibu dari Ara pun mengungkapkan pengalamannya berperan kembali bersama Luisa.

Agla Artalidia, pemeran Zizah, ibu Ara

“Luisa adalah aktor yang sangat-sangat brilian, menyenangkan sekali berkolaborasi dengan Luisa. Tidak ada kesulitan untuk membangun chemistry, kami benar-benar meruntuhkan semua tembok untuk bisa menjadi ibu dan anak. Di film Kado untuk Ibu ini menunjukkan perjalanan anak yang ingin memberikan rasa cintanya untuk sang ibu. Dan kita semua di dunia ini adalah seorang anak. Jadi kita pasti bisa relate dengan bagaimana memberikan kasih sayang terhadap ibu,” ucap Agla Artalidia.

Menurut Agla, film "Kado untuk Ibu" memiliki cerita  yang sangat kuat, membuatnya terkesan pada ceritanya. Film tersebut tidak bercerita soal kehilangan, tetapi mengenai cinta yang tetap ada dan terus tumbuh. Ara gigih dalam membeli kado untuk ibunya. Banyak pesan yang bisa diambil seorang anak, karena kita semua adalah anak. Film ini juga mengangkat profesi Damkar, dan turut melibatkan petugas Damkar yang sesungguhnya. Sesuai prinsip petugas Damkar profesi Damkar selalu membantu masyarakat.

Para pemeran lain mencakup Elsa Japasal, Maizura Mazaya Amania, Jordan Omar, Arif Alfiansyah, Ence Baugs, Sadana Agung, Adam Xavier, Paloma Turangan, Maheera Yusuf, Vonny Anggraini, Siti Fauziah, Shafira Khadijah, Chacha Hits, Rama Jedi Master dan Juju Mazaya.  

Share:

Artikel Terkini