
Teknogav.com – Pre-order game Grand Theft Auto VI resmi dibuka pada 25 Juni 2026 dan mengalami permintaan yang tinggi. Perilisan game tersebut sangat dinanti-nantikan penggemar, banyak yang ingin segera mendapatkan game tersebut. Fenomena ini dimanfaatkan penjahat siber untuk melancarkan berbagai skema penipuan, yang mencakup halaman pemesanan awal palsu dan video panduan palsu.
Situs palsu dibuat para penipu dengan desain yang begitu mirip gaya visual dan merek game resmi. Halaman-halaman web tersebut menampilkan trailer dan karya seni promosi asli yang menawarkan pilihan memesan game lebih awal untuk berbagai konsol. Ketika tombol “Pesan sekarang” diklik, maka muncul permintaan untuk memasukkan detail pribadi dan informasi pembayaran untuk menyelesaikan pembelian. Namun, game tidak pernah dikirim, rekening korban malah berisiko dikuras, data pribadi pun berisiko dibocorkan.
Baca juga: 10 Game Favorit Gen Z Ini Jadi Umpan Serangan Siber
![]() |
| Contoh situs web palsu yang meniru halaman pre-order resmi |
![]() |
| Contoh situs web palsu yang meniru halaman pre-order resmi |
![]() |
| Contoh situs web berbahasa Portugis yang menawarkan pre-order game |
![]() | |
|
Baca juga: Banyak Akun Layanan Streaming Disusupi, Kaspersky Ajak Main Case 404
Biasanya aksi penipuan dilancarkan dengan pendekatan melalui berbagai saluran yang terkoordinasi untuk memperluas jaringan dan memperkuat kredibilitas. Selain penipuan berkedok pre-order, juga ada penipuan yang berkedok akses beta palsu. Situs penipuan ini menawarkan versi beta game yang dikemas sebagai bocoran dari game tersebut. Promosi situs ini dilakukan berbagai akun melalui platform video dan media sosial dengan menunjukkan cara mengunduh game dengan “aman”.
Penipuan tersebut membangun kredibilitas dengan memberi komentar di samping konten yang mengklaim unduhan tersebut berisi versi asli game. Ketika file tersebut dibuka, maka perangkat pun dalam bahaya. Perangkat tersebut rawan pencurian data sensitif, akses tidak sah ke akun prpibadi, atau instalasi malware yang beraksi diam-diam di latar.
![]() |
| Contoh video tutorial yang mengarahkan pengguna untuk mengunduh file dengan nama ‘GTA VI beta’. |
Pengguna aset kripto juga menjadi sasaran melalui situs web mencurigakan dan bereputasi rendah. Salah satu kasus melibatkan situs yang diidentifikasi mempromosikan token dengan nama mirip judul game tersebut. Halaman tersebut meniru gaya visual game dan menggunakan logonya untuk menciptakan asosiasi visual yang kuat dengan game tersebut. Situs web semacam itu harus ditangani dengan sangat hati-hati, karena berinteraksi dengannya dapat mengakibatkan hilangnya aset kripto.
"Rilis game yang sangat dinantikan telah lama menghadirkan peluang signifikan bagi penjahat siber, dan kami sudah mendeteksi kegiatan penipuan terkait hal itu. Skema ini diatur waktunya dengan cermat untuk memanfaatkan antusiasme konsumen yang tinggi. Penyerang memahami bahwa periode antisipasi yang intens dapat menurunkan kewaspadaan pengguna dan menciptakan rasa keterdesakan palsu. Kami sangat menyarankan agar pengguna menyelesaikan pembelian secara eksklusif melalui platform resmi, dan menghindari mengikuti tautan yang dibagikan sumber yang tidak terverifikasi. Hal sama pentingnya adalah dengan perlindungan yang kuat. Kini solusi kami mencakup perlindungan penipuan berbasis AI," ucap Olga Altukhova, Analis Konten Web Senior di Kaspersky.
Tips Aman Memainkan Game Baru
Kaspersky memberikan beberapa tips berikut ini agar dapat memainkan game baru tanpa terpapar ancaman siber yang berkedok game tersebut:
- Waspada dalam mengunduh, sebaiknya instal game dan mod hanya dari sumber resmi atau situs web terpercaya agar aman. Sumber tidak resmi berisiko mengandung malware
- Periksa keaslian situs web sebelum memasukkan data pribadi. Periksa kembali format tautan dan ejaan nama organisasi
- Amankan informasi pembayaran, bisa dengan menggunakan kartu prabayar atau layanan pembayaran khusus pembelian game. Langkah ini bertujuan untuk menghindari terungkapnya informasi kartu kredit atau rekening bank
- Gunakan solusi keamanan yang andal yang mengidentifikasi lampiran berbahaya dan memblokir tautan phishing. Upaya ini demi memastikan perlindungan tingkat lanjut terhadap ancaman siber yang kian kompleks, Kaspersky aktif memperkuat solusi konsumen dengan perlindungan penipuan berbasis AI. Solusi tersebut memadukan teknologi dengan algoritma anti-phishing berbasis pembelajaran mesin, pemantauan perilaku real-time, serta pemeriksa Kebocoran Data dan Pencurian Identitas. Pada tahun 2025, Kaspersky Premium kembali menerima sertifikasi tahunan "Approved" dalam pengujian Anti-phishing oleh lab pengujian AV-Comparatives. Sertifikasi tersebut menekankan pada kemampuan anti-phishing yang kuat dan ditingkatkan dengan AI dari produk ini.
- Aktifkan autentikasi multi-faktor atau 2FA pada ID dan aplikasi keuangan. Pantau akun dengan meninjau laporan secara rutin untuk mengetahui kegiatan yang tidak sah.
Demikianlah beberapa tips Kaspersky agar senantiasa aman dari ancaman siber berbasis penipuan berkedok sesuatu yang sedang tren.











