Film Seni Merayu Tuhan Tampilkan Proses Perjalanan Spiritual dan Pendewasaan Film Seni Merayu Tuhan Tampilkan Proses Perjalanan Spiritual dan Pendewasaan ~ Teknogav.com

Film Seni Merayu Tuhan Tampilkan Proses Perjalanan Spiritual dan Pendewasaan


Teknogav.com — Film Seni Merayu Tuhan persembahan Wahana Kreator Nusantara merupakan adaptasi dari buku yang ditulis oleh Habib Jafar. Kisah dalam film ini memberikan sudut pandang lain yang dapat membuka ruang dialog mengenai proses pendewasaan diri. Hikmah (Ari Irham) yang menjadi karakter utama dalam film ini mengalami perubahan hidup yang drastis setelah ibunya meninggal. Film Seni Merayu Tuhan tayang di bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026. Penggarapan film ini di bawah arahan sutradara Cesa David Luckmansyah. Naskah film ini ditulis oleh Salman Aristo, Habib Husein Ja’far Al Hadar dan Gina S. Noer. Salman Aristo mengungkapkan bahwa film ini ingin menyampaikan bahwa semua ada prosesnya.

Baca jugaFilm “Pengin Hijrah” Sampaikan Pesan Moral Menjadi Pribadi Lebih Baik

“Film ini mengisahkan mengenai perjalanan spiritual, berada di fase coming of age di umur berapa. Orang bias tersesat dulu, lalu mencoba lebih baik dari sebelumnya. Walau karakter dalam film ini merupakan Gen Z, tetapi perjalanan ini berlaku di semua generasi, bahkan di usia 40 ke atas,”ucap Cesa David Luckmansyah.

Cesa David Luckmansyah, sutradara film Seni Merayu Tuhan 

Menurut Cesa, banyak orang yang terobsesi dengan pekerjaan atau mengejar validasi. Namun, sebenarnya ada luka yang tumbuh tak disadari di antara orang-orang terdekatnya. Kisah yang diadaptasi dari buku Habib Jafar ini mengajak untuk hidup lebih baik atau menjadi orang yang lebih baik.


“Ini adalah karya yang luar biasa dalm perjalanan saya berakting. Peranku sendiri seperti obat patah hati karena menjadi seorang ibu tunggal dam memiliki anak laki-laki yang beranjak dewasa. Film ini menunjukkan bahwa mencari jati diri bukan soal Gen Z. Namun juga mengenai bagaimana ibu yang berjuang membesarkan anak, lalu harus masuk ke dunia sendiri. Tidak hanya anak yang belajar mandiri, tetapi juga sang ibu. Sesulit apa pun hidup, tetap harus produktif. Halimah mengisi kesepian dengan kegiatan produktif dan berbagi,” ucap Rieke Diah Pitaloka, pemeran Halimah, ibu dari Hikmah.

Rieke Diah Pitaloka, pemeran Halimah

Awalnya kehidupan Hikmah baik-baik saja, walaupun bukan seseorang yang religius. Namun, ketika ditinggal meninggal ibunya, Hikmah pun kehilangan arah dan berusaha menuju hidup yang lebih baik. Saat berusaha mendekatkan diri pada Tuhan, justru kebaikan yang dibuatnya makin membuatnya jauh dari makna menjadi baik  karena dilakukan instan.

Ari Irham, pemeran Hikmah

“Sebenarnya apa yang ditunjukkan dari karakter Hikmah di film ini relate sekali dengan banyak dari kita, termasuk generasi muda. Tidak ada proses yang ujug-ujug sempurna. Kalau mau instan, yang ada justru jadi seperti Hikmah, hilang arah. Ada salah satu dialog yang sangat aku suka di film ini, pelan-pelan, tapi pasti,” ucap Ari Irham.


Hikmah memiliki sahabat, yaitu Hotib (Teuku Ryzki) yang senantiasa mengingatkan untuk menjadi orang baik. Dinamika perjalanan berubah menjadi baik juga direfleksikan dalam film Seni Merayu Tuhan ini. 
Teuku Ryzki, pemeran Hotib

“Orang yang mau menjadi baik itu kan enggak selalu lurus. Dinamika itu yang menarik. Tapi kita sebagai manusia diberikan kesempatan setiap pagi, untuk menjadi lebih baik. Semua ada prosesnya,” ucap Teuku Ryzki.

Selain Hotib, Sophia (Letusha) yang merupaka kekasih dari Hikmah juga menjadi sistem pendukung bagi Hikmah. Kendati berbeda keyakinan, Sophia senantiasa mendampingi Hikmah dan akrab dengan almarhumah ibunya.
Luthesa, pemeran Sophia

“Jadi Sophia sangat berat, membutuhkan empati sangat besar dan tidak menghakimi Hikmah. Sophia juga tidak serta merta meninggalkan saat Hikmah bertransformasi, tetapi benar-benar berusaha mengerti walau mengetahui ujung-ujungnya akan berpisah,” pungkas Letusha.

Pada film ini juga terdapat sindiran terhadap pihak-pihak yang berusaha mengeruk keuntungan dengan bertopeng agama. Pihak-pihak ini biasanya menargetkan orang-orang yang sedang berusaha mendekatkan diri pada Tuhan dan ingin menjadi orang yang lebih baik.
Share:

Artikel Terkini