
Teknogav.com – Krista Exhibitions Group resmi membuka Indo Leather & Footwear (ILF) Expo dan Indo Garment & Textile (IGT) Expo 2026. Acara ini digelar selama 5-7 Agustus 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Pameran internasional ini secara resmi dibuka Agung Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian Republik Indonesia, sebagai dukungan terhadap penguatan industri manufaktur nasional.“Pasar persepatuan Indonesia sekitar Rp290 triliun. Potensi ini bisa dimaksimalkan dengan produksi dalam negeri yang disesuaikan dengan daya beli masyarakat, sehingga mereka mau membeli sepatu. Industri ini juga bisa memberdayakan banyak tenaga kerja, sehingga sesuai dengan semangat patriotisme. Industri tekstil, kulit dan alas kaki bukan industri masa lalu, tetapi industri masa depan. Ini bukan industri biasa, tetapi industri yangmelibatkan kehidupan jutaan orang dan dapat menjadi wajah Indonesia di pasar global,” ucap Agung Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian Republik Indonesia.
![]() |
| Anton J. Supit, Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO) |
Baca juga: Indo Leather & Footwear (ILF) Expo 2025 Fasilitasi Industri Kulit
ILF Expo dan IGT Expo 2026 ini merupakan platform strategis yang mempertemukan pelaku industri kulit, alas kaki, tekstil dan garmen. Platform ini berfungsi untuk menampilkan inovasi terkini, memperluas jejaring bisnis, dan memperkuat daya saing industri manufaktur Indonesia di pasar global. Berbagai inovasi ditampilkan dalam pameran ini, termasuk produk kulit dan alas kaki, tekstil, garmen, bahan baki, dan aksesori. Selain itu, juga dipamerkan mesin produksi, teknologi automasi, dan solusi manufaktur terkini. Seluruh inovasi dirancang untuk mendukung peningkatan produktivitas, efisiensi, mutu produk, dan penerapan praktik industri yang lebih berkelanjutan.

Pameran yang sudah memasuki penyelenggaraan ke-19 ini diikuti 210 peserta. Para peserta tersebut terdiri dari 50 UMKM lokal, perusahaan dan pelaku industri dari 14 negara. Negara-negara tersebut mencakup Bangladesh, India, Indonesia, Jerman, Hong Kong, Italia, Korea Selatan, Pakistan, Singapura, Spanyol, Taiwan, Tiongkok, Uni Emirat Arab, dan Vietnam. Kian luasnya partisipasi internasional menunjukkan besarnya kepercayaan dunia terhadap potensi industri manufaktur Indonesia. Kepesertaan internasional ini juga mempertegas posisi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan industri kulit, alas kaki, tekstil dan garmen di kawasan Asia.

Serangkaian program yang memperkaya wawasan industri juga digelar pada ILF Expo dan IGT Expo 2026 ini. Topik-topik utama yang dibahas mencakup transformasi digital, modernisasi proses produksi, penggunaan material ramah lingkungan, dan strategi penguatan rantai pasok. Tujuan pembahasan tersebut adalah untuk mendorong terciptanya industri yang lebih adaptif, bersaing, dan berorientasi pada nilai tambah.
Baca juga: Pameran IndoHealthcare Gakeslab Expo, ILF Expo, IGT Expo dan Indo Beauty Expo 2026 Siap Digelar
Seminar Nasional AGTI (Asosiasi Garment dan Textile Indonesia) turut menjadi bagian dari ajang pameran ini. Tema yang diangkat adalah “Membangun Industri TPT yang Kompetitif, Berkelanjutan, dan Menjadi Pemain Utama dalam Rantai Pasok Nasional dan Internasional." Seminar ini mempertemukan pemerintah, akademisi, asosiasi, dan pelaku usaha untuk membahas penguatan industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Penguatan tersebut dilakukan melalui inovasi, peningkatan daya saing, serta pengembangan rantai pasok yang lebih kuat.
Krista Exhibitions Group juga menggelar forum bersama APRISINDO, yaitu ILF-IGT Manufacturing Forum 2026. Tema yang diusung adalah “Jaya di Pasar Domestik, Unggul di Pasar Global”. Isu-isu strategis yang dibahas mencakup revitalisasi industri padat karya, peningkatan investasi manufaktur, pemberdayaan UMKM dan IKM. Selain itu, dibahas juga mengenai pemanfaatan peluang perdagangan melalui Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) untuk memperluas pasar ekspor. Forum ini didukung oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.

The Fashion Show memeriahkan pameran dengan menampilkan karya dan inovasi terkini dari industri kulit, alas kaki, tekstil dan fesyen nasional. Selain itu, juga ada Networking Cocktail Dinner yang merupakan bagian dari program Business Matching. Kegiatan tersebut mempertemukan peserta pameran dengan pembeli, investor, asosiasi, dan mitra industri untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas.
Para anggota asosiasi turut hadir dalam Networking Cocktail Dinner, berikut ini adalah beberapa asosiasi tersebut:
- APRISINDO (Asosiasi Persepatuan Indonesia)
- APRINDO (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia)
- APPMI (Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia)
- APKI (Asosiasi Pertekstilan Indonesia)
- APGAI (Asosiasi Pemasok Garment dan Aksesoris Indonesia)
Dukungan penuh juga diberikan oleh Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Para buyer potensial dari dalam dan luar negeri juga hadir di acara ini untuk bertemu langsung dengan produsen lokal. Mereka dapat saling bertemu untuk menjajaki peluang kemitraan dan transaksi bisnis.
Baca juga: Resmi Dibuka, IndoHealthcare GAKESLAB Expo 2026 Dukung Industri Kesehatan Nasional
Besarnya potensi dan peluang dalam industri persepatuan diungkapkan oleh Anton J. Supit, Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO).
![]() |
| Anton J. Supit, Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO). |
“Industri persepatuan tidak pernam mengalami penurunan angka ekspor, tetapi potensi atau peluang di industri ini masih besar. Hal yang kita hadapi adalah masalah dalam negeri sendiri,” ucap Anton J. Supit.
Krista Exhibitions Group berharap pameran ini dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan industri kulit, alas kaki, tekstil dan garmen Indonesia. Harapannya, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, investor dan mitra internasional bisa mempercepat adopsi teknologi dan meningkatkan investasi. ILF Expo dan IGT Expo 2026 dapat memperluas pasar ekspor dan memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.
Para pelaku industri, produsen, distributor, importir, eksportir, asosiasi, akademisi, investor sampai profesional di sektor kulit, alas kaki, garmen dan tekstil dapat berkunjung ke ILF Expo 2026 dan IGT Expo 20266. Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan https://register.kristaonline.com/visitor/indoleatherfootwear atau mendaftar langsung di lokasi pameran. ILF Expo dan IGT Expo memamerkan inovasi, teknologi dan peluang bisnis terkini dari industri kulit, alas kaki, tekstil dan garmen. Krista Exhibition Groups mengajak untuk memperkuat industri manufaktur Indonesia menuju pasar global dengan ikut berpartisipasi pada pameran ini.








