
Teknogav.com – Film Backrooms telah meraih kesuksesan dengan meraup USD394 juta atau sekitar Rp6,9 triliun di seluruh dunia. Kesuksesan tersebut diraih hanya dengan biaya produksi USD10 juta atau sekitar Rp176 miliar. Berpijak pada keberhasilan film Backrooms pertama, studio A24 pun memberikan lampu hijau untuk memproduksi Backrooms 2.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, plot belakang layar di Backrooms 2 akan jauh lebih dinamis. Proyek sekuel ini sengaja didorong maju untuk menggeser proyek horor orisinal lain yang awalnya dijadwalkan menjadi film kedua Kane Parsons.
Baca juga: Film ‘The Smashing Machine’, Angkat Kisah Nyata Perjuangan Petarung Legendaris
Sebelum kabar mengenai sekuel ini bocor ke publik, sineas berusia 21 tahun tersebut santer dikabarkan sedang menggarap proyek kolaborasi rahasia. Kabarnya, proyek tersebut digarapnya bersama sutradara Longlegs, Osgood Perkins, yang bertindak sebagai penulis naskah. Namun, studio A24 langsung memprioritaskan Backrooms 2 karena Backrooms meraih rekor luar biasa sebagai film terlaris sepanjang sejarah studio tersebut. Rencana melanjutkan ke Backrooms 2 ini dilakukan untuk menjaga momentum “demam liminal space” di kalangan penonton muda.
Beberapa sumber menyebutkan kalau A24 sangat agresif dalam memagari Kane Parsons agar tidak dibajak oleh studio besar Hollywood. Studio independen tersebut kabarnya telah mengikat Parsons dalam kontrak eksklusif multi-film senilai USD65 juta.
Backrooms 2 dipastikan akan menjadi proyek pertama yang diproduksi di bawah payung kontrak baru ini. Langkah ini sekaligus menjawab keraguan para penggemarnya, bahwa ia tengah mencari penulis skenario tambahan di media sosial beberapa bulan lalu. Laporan terbaru dari Dread Central menegaskan bahwa kesepakatan sutradara telah ditandatangani, pengumuman resmi dari studio pun hanya tinggal menunggu waktu.
Baca juga: Film Warfare, Tampilkan Kisah Nyata Mencekam Navy SEAL di Irak
Akhir narasi dari film Backrooms yang pertama menyisakan ruang spekulasi yang sangat luas bagi para pecinta teori konspirasi internet. Karakter psikolog Mary (Renate Reinsve) menjadi satu-satunya orang yang berhasil keluar hidup-hidup dari dimensi koridor kuning. Kemudian Mary pun diamankan oleh korporasi misterius Async Research Institute.
Bocoran dari tim kreatif mengindikasikan bahwa sekuel ini memiliki dua opsi cerita. Pertama adalah mengenai Async, bagaimana nasib Mary yang terjebak di dalam fasilitas riset Async serta agenda tersembunyi korporasi tersebut. Kedua adalah fokus terhadap karakter Phil (Mark Duplass) yang mengatakan bahwa pintu portal Backrooms mulai terbuka secara acak. Menurut karakter Phil, portal tersebut terbuka di berbagai belahan dunia dan tidak bisa dihentikan.
Baca juga: Trailer Digger Tampilkan Tom Cruise dalam Bencana dan Humor Gelap
Satu hal yang dipastikan tidak akan berubah adalah pendekatan visualnya. A24 berkomitmen mempertahankan estetika found-footage era 90-an yang menjadi kekuatan utama Parsons. A24 juga memastikan bahwa proyek masa depan ini tidak akan tersentuh oleh teknologi Akal Imitasi (AI). Keputusan tersebut sejalan dengan sikap tegas Parsons yang sebelumnya menolak keras penggunaan teknologi AI generatif di lingkungan kreatifnya.
Nah, mari kita tunggu saja kelanjutan perkembangan informasi mengenai Backrooms 2 ini.






