
Teknogav.com - Tema ibu kembali diangkat di layar lebar Indonesia dengan dirilisnya Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu? Ini adalah film melodrama terbaru Falcon Pictures yang sebelumnya menghadirkan Ayah, Aku Mau Cerita. Isu yang diangkat film ini sama dengan Jangan Buang Ibu garapan Leo Pictures yang rilis Juni 2026. Namun, melodrama keluarga ini merupakan adaptasi dari Wedding Dress (2010), film legendaris Korea Selatan. Film tersebut secara naratif mempunyai perbedaan signifikan dengan Jangan Buang Ibu.
Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu bukanlah film melodrama pada umumnya yang biasanya melibatkan banyak anggota keluarga. Film garapan Herwin Novianto ini fokus diarahkan pada hubungan ibu tunggal dan anak perempuannya yang bermasalah dengan teman sekolahnya.
Baca juga: “Ayah, Aku Mau Cerita”, Film Drama Thriller dengan Plot Twist Mengesankan
Sinopsis
Stella (Marsha Timothy), seorang ibu tunggal yang selalu ceria, bekerja sebagai perancang gaun pengantin untuk butik fashion. Setelah kematian sang suami, ia membesarkan putri semata wayangnya yang masih duduk di bangku sekolah, Rere (Fara Shakila). Dunia damai mereka seketika runtuh saat Stella divonis mengidap kanker stadium akhir dan menyadari sisa hidupnya tak akan lama lagi.
![]() |
| Sumber: Falcon Pictures |
Enggan membuat Rere sedih, Stella memilih menyembunyikan penyakitnya rapat-rapat. Di sisa waktu yang kian menipis, fokusnya beralih total untuk mempersiapkan Rere agar bisa tumbuh menjadi anak yang mandiri. Bentuk cinta dan warisan terakhir yang paling menyentuh dari Stella adalah tekadnya merancang dan menjahit sendiri gaun pengantin untuk Rere. Hal tersebut berusaha diwujudkannya walau menyadari tidak akan pernah bisa melihat putrinya mengenakan gaun tersebut di pelaminan.
Baca juga: Jangan Buang Ibu, Film Drama Keluarga Hangat yang Membangkikan Keharuan
Chemistry Ibu-Anak yang Intim, dan Pemeran Pendukung yang Suportif
Akting Marsha Timothy dan Fara Shakila sangat luar biasa sebagai ibu dan anak di film ini. Chemistry mereka terlihat orisinal, intim, dan mampu menyampaikan rasa sayang yang tulus dan emosi keduanya terlihat nyata tanpa harus terkesan berlebihan.
![]() |
| Sumber: Falcon Pictures |
Di sisi lain, kehadiran komika Praz Teguh sebagai guru wushu dan Ivan Gunawan sebagai desainer menjadikan film ini penuh warna. Film ini berbeda dengan melodrama sejenis yang mengumbar emosi dan tangis air mata yang konstan di sepanjang film. Paruh pertama film ini justru dikemas ringan dengan hadirnya Praz dan Ivan melalui dialog jenaka yang menggemaskan. Kehadiran mereka berdua berhasil mengundang tawa penonton.
Sinematografi dan Tata Artistik yang Estetika dan Detil
Kehadiran Ivan Gunawan yang berperan sebagai desainer, membuat tata artistik terlihat hidup dan kaya akan detil estetika dari butik gaun pengantin. Tampilan butik tersebut terlihat fancy dan mewah. Ivan bahkan meminjamkan properti butik pribadinya, membuat latar tempat kerja Stella terasa sangat hidup, nyata, dan memanjakan mata secara visual.
Baca juga: Film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan” Angkat Alzheimer
![]() |
| Sumber: Falcon Pictures |
Kesimpulan
Film ini secara intim merefleksikan hubungan ibu dan anak yang selama ini jarang terlihat di film keluarga sejenis. Fara Shakila juga tampil baik sebagai Rere di film ini, dan berpotensi untuk menjadi bintang di masa depan. Refleksi hubungan ibu dan anak terasa intens seiring eskalasi penyakit yang diderita sang ibu, membuat Rere harus bisa memahami ibunya. Walaupun di paruh pertama dibawakan dengan ringan, esensi hubungan ibu dan anak tetap menjadi kekuatan film, bahkan hingga film berakhir.
Sutradara: Herwin Novianto
Pemeran: Marsha Timothy, Fara Shakila, Praz Teguh, Ivan Gunawan, Sara Wijayanto, Kiki Narendra, Haruka Nakagawa, Queen Lubis, dan Kinaryosih.
Durasi: 111 Minutes
Skor: 8.0/10









