
Teknogav.com – Spectera merupakan ekosistem wireless wideband bidirectional besutan Sennheiser. Teknologi tersebut memperkenalkan pendekatan baru untuk audio profesional nirkabel di lingkup pertunjukan dan industri. Ekosistem ini dapat mengatasi tantangan produksi yang kian kompleks dalam hal fleksibilitas, efisiensi dan pengendalian dalam mengelola sistem nirkabel. Spectera menyajikan pendekatan yang lebih sederhana dan skalabel untuk audio profesional nirkabel.
Industri hiburan live sedang memasuki era baru, mulai dari konser megah hingga produksi siaran berskala besar. Kondisi tersebut juga memicu tuntutan terhadap kualitas audio kian tinggi. Di Indonesia, pertumbuhan sektor ini bahkan melampaui tren global. Teknologi Spectera merupakan jawaban atas tantangan modern dan membuka arah baru bagi masa depan audio nirkabel. Hal ini diungkapkan Roland Lim, Sales Director, Sennheiser Asia dan Volker Schmitt, Manager, Technical Application Engineering, Sennheiser dalam wawancara eksklusif.
Baca juga: Sennheiser Resmi Luncurkan Ekosistem Nirkabel Digital Bidirectional Spectera di Indonesia
Indonesia: Pasar yang Melaju Lebih Cepat
Pertumbuhan sektor hiburan live di Indonesia cenderung lebih pesat dibandingkan dengan negara-negara di kawasan Eropa. Kini makin banyak tempat-tempat yang didirikan dan dipromosikan untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan tersebut. Kualitas audio yang lebih baik yang bersih dan jernih tanpa ganggunan suara pun menjadi tuntutan.
Peluang dari pertumbuhan sektor hiburan live tidak hanya terbuka untuk penyelenggara konser dan venue, tetapi juga produsen teknologi seperti Sennheiser. Produsen dituntut untuk dapat menghadirkan solusi yang bisa memenuhi eksprektasi audiens yang kian kritis.
![]() |
| Roland Lim, Sales Director, Sennheiser Asia |
“Hal ini memberikan peluang yang sangat baik bagi kami, Sennheiser sebagai produsen mikrofon, untuk benar-benar menyediakan solusi yang tepat bagi semua acara, baik bagi penyelenggara konser maupun pemilik venue. Jadi, ini berkaitan dengan bagian live entertainment itu sendiri. Sekarang, untuk bidang audio profesional, kami telah berbicara dengan banyak end user, penyewa, serta agensi tur, dan mereka kini menginginkan alur kerja yang sangat sederhana, sesuatu yang mudah digunakan, mudah dipantau, dan yang menjadi perhatian utama mereka sebenarnya adalah keandalan sistem RF, pengelolaan spektrum, dan hal-hal semacam itu. Dan ini adalah hal yang menjadi keunggulan Sennheiser, baik dalam pengelolaan spektrum RF maupun ketahanan produk kami. Saya yakin pasti akan ada banyak kolaborasi antara Sennheiser dan pengguna lokal di sini,” ucap Roland Lim.
Baca juga: Teater Besar Taman Ismail Marzuki Terapkan Sistem Nirkabel Sennheiser Spectera
Tantangan Produksi: Tekanan Waktu dan Spektrum RF
Produksi berskala besar kini dihadapkan pada dua tantangan utama: tekanan waktu dan penyempitan spektrum RF. Kompleksitas luar biasa dirasakan saat produksi berskala besar seperti Eurovision Song Contest. Dalam Eurovision, Sennheiser mengoperasikan 170 bidirectional bodypack dan 70 handheld microphone, dengan total 300 perangkat aktif secara bersamaan. Tantangan seperti ini menuntut sistem yang efisien, stabil, dan mudah dikelola.
“Tantangan terbesar saat ini adalah tekanan. Tekanan waktu dan tuntutan terhadap tim produksi untuk menghasilkan hasil yang luar biasa tanpa banyak waktu untuk set up,” ucap Volker Schmitt.
![]() |
| Volker Schmitt, Manager, Technical Application Engineering, Sennheiser |
Hal senada juga disampaikan Roland Lim dengan analogi yang menggugah.
“Ketika kita membicarakan penyempitan spektrum RF, ini seperti kemacetan lalu lintas, kita justru membuat jalan itu bertingkat, menjadi dua atau tiga tingkat. Dengan begitu, kemacetan berkurang dan kita bisa mengelola lebih banyak saluran,” ucap Roland Lim.
Baca juga: Sennheiser Spectera Dukung Kualitas Penampilan Sam Smith di Atas Panggung
Spectera: Revolusi Audio Wireless
Jawaban atas tantangan tersebut datang melalui Spectera Wideband bidirectional architecture. Teknologi ini memungkinkan komunikasi dua arah antara perangkat dan operator, menghadirkan efisiensi dan keandalan baru. Manfaat praktis dari teknologi Spectera pun ditekankan oleh Volker Schmitt.
“Spectera mempermudah pekerjaan kru teknis, jauh lebih mudah. Jadi, saya memiliki data sistem yang tersedia, yang bisa saya gunakan untuk mengambil keputusan. Untuk pertama kalinya, saya bisa berkomunikasi secara dua arah. Saya bisa berbicara dengan unit receiver pada bodypack untuk IEM. Jadi, jika saya bisa berbagi informasi berdasarkan data yang saya terima dari receiver, saya bisa mengambil keputusan,” ucap Volker Schmitt.
Volker mengungkapkan bahwa dulu hal tersebut tidak dapat dilakukan karena semua dikerjakan berdasarkan insting. Kini keputusan dapat dilakukan berdasarkan data aktual yang tersedia. Waktu persiapan pun jadi lebih singkat, hanya membutuhkan waktu lima sampai tujuh menit untuk menyiapkan sistem Spectera. Kemudian, semuanya pun dapat berjalan sangat cepat. Spectera memungkinkan untuk mempermudah pekerjaan secara keseluruhan dengan menyederhanakan dan juga lebih andal.
Data real-time yang disediakan Spectera membuat operator tak lagi bergantung pada insting, tetapi pada informasi konkret yang mempercepat setup dan meningkatkan kualitas produksi.
Keandalan Spektakuler Spectera
Spectera bukan sekadar sistem nirkabel biasa, ada begitu banyak keandalan yang ditawarkan. Satu base station dapat menangani sampai 64 channel, sehingga menawarkan efisiensi perangkat keras. Pemantauan pun lebih sederhana, jika dahulu membutuhkan banyak layar, kini cukup dengan dua layar saja. Jarak jangkauannya pun lebih jauh dan fleksibel dengan konektivitas menggunakan kabel CAT5 atau serat yang menggantikan coaxial. 
“Hal-hal kecil seperti RF cable loss… sudah lupa. Saya telah menghadapi masalah itu selama 20 tahun terakhir, tetapi sekarang siapa yang peduli? Semua hal menjadi jauh lebih mudah, tidak serumit sebelumnya,” pungkas Volker Schmitt.
Pergeseran Peran: Dari Audio Engineer ke Spesialis TI
Industri audio kini mengalami pergeseran paradigma. Volker menyoroti transformasi dengan mengatakan bahwa terjadi pergeseran dari audio engineer ke spesialis TI. Spectera pun dapat mendukung mengambil keputusan berbasis data.
“Spectera sangat memudahkan pekerjaan kru teknis. Saya memiliki akses ke data sistem yang dapat saya gunakan untuk mengambil keputusan...Dengan memanfaatkan data yang saya terima kembali dari perangkat penerima tersebut, saya dapat mengambil keputusan.
Hal ini memungkinkan kita untuk menerapkan proses pengambilan keputusan berbasis data menggunakan Spectera. Singkatnya, kita memiliki solusi yang memungkinkan saya mengendalikan segalanya sekaligus menerima data kembali dari perangkat-perangkat tersebut,” lanjut Volker Schmitt.
Nilai data dalam ekosistem baru Spectera pun ditegaskan oleh Roland Lim.
“Data yang kami kumpulkan… dapat dimanfaatkan sebagai data secara live. Hal ini akan sangat bermanfaat bagi operator untuk menyederhanakan pekerjaan mereka di event berikutnya,” ucap Roland.
Baca juga: Fokus pada Pro Audio, Sennheiser Bidik Lima Segmen Ini
Masa Depan Audio Nirkabel
Spectera bukan hanya solusi teknis, tetapi juga simbol arah baru industri audio profesional. Kemampuan Spectera dalam menyederhanakan workflow, efisiensi hardware, serta dukungan terhadap keputusan berbasis data, Spectera menegaskan posisi Sennheiser sebagai pionir dalam menghadapi era hiburan live yang kian kompleks dan terhubung. Indonesia, dengan pertumbuhan pesat hiburan langsung, menjadi panggung ideal bagi penerapan teknologi ini.
Sennheiser memiliki visi jangka panjang untuk membangun masa depan audio yang lebih efisien, andal dan siap menghadapi era data-driven. Kehadiran Spectera bukan sekadar sebagai produk, tetapi juga berperan untuk mewujudkan visi tersebut. Teknologi bidirectiona, efisiensi alur-kerja dan fokus pada edukasi generasi muda menjadikan. Spectera sebagai tonggak penting dalam evolusi audio profesional.








