
Teknogav.com – Teater Besar merupakan tempat pertunjukan terbesar di kompleks seni dan budaya Taman Ismail Marzuki di Jakarta. Kapasitas termpat tersebut mencapai 1.200 penonton yang memang dirancang untuk pertunjukan berskala besar. Panggung dan infrastruktur produksi tempat ini mendukung pertunjukan teater, musikal, konser dan pertunjukan budaya lain. Kebutuhan teknis yang berbeda-beda setiap produksi dipenuhi Teater Besar dengan menggunakan Sennheiser Spectera, ekosistem wideband bidirectional nirkabel pertama di dunia. Penerapan tersebut menjadikan Teater Besar sebagai tempat pertunjukan pertama di Indonesia yang menggunakan Sennheiser Spectera.
Penyelenggaraan program yang beragam di Teater Besar artinya tak ada dua pertunjukan di tempat tersebut yang benar-benar sama. Perusahaan produksi, tim teknis, tata letak pangguna dan kebutuhan nirkabel yang berbeda membutuhkan persiapan tim teknis sistem audio tempat ini. Selain persiapan, tim teknis juga perlu mengonfigurasi sitem audio untuk setiap pertunjukan.Baca juga: Tur Maroon 5 Tahun 2025 Sepenuhnya Gunakan Sistem Sennheiser Spectera
Peningkatan besar pada sistem audio Teater Besar sudah mulai direncanakan sejak tahun 2016 dengan beralih dari sistem analog ke digital. Sistem baru ini diperkenalkan sistem integrator lokasi, Albeta pada tahun 2018 yang juga mengawasi implementasi. Namun, seiring berkembangnya kebutuhan produksi, peningkatan jumlah mikrofon nirkabel menimbulkan tantangan baru. Beberapa tantangan tersebut mencakup koordinasi RF, waktu setup dan kebutuhan ruang untuk peralatan. Sistem nirkabel untuk memudahkan operasional sehari-hari tanpa membatasi kemungkinkan pengembangan di masa mendatang pun menjadi prioritas tim teknis venue.

“Pada dasarnya kami mencari sistem yang sederhana, mudah di-setup, tidak membutuhkan terlalu banyak ruang, dan memiliki proses instalasi yang praktis. Di saat yang sama, sistem tersebut juga harus memiliki ruang untuk berkembang seiring perubahan kebutuhan kami di masa mendatang,” ucap Dwi Winarno, Technical Audio Specialist di Teater Besar.
Baca juga: Sennheiser Spectera Dukung Kualitas Penampilan Sam Smith di Atas Panggung
Seiring perkembangan kebutuhan produksi, Teater Besar fokus pada perluasan kemampuan nirkabel ketimbang mengganti infrastruktur audio yang sudah ada. Produksi teater berskala besar bisa membutuhkan puluhan mikrofon nirkabel yang beroperasi secara bersamaan. Kondisi ini menghasilkan lingkungan RF yang kompleks.

“Salah satu tantangan terbesar kami adalah interferensi RF. Sebelumnya kemi menggunakan arsitektur konvensional satu perangkat untuk satu receiver, sehingga benturan frekuensi sering terjadi ketika 40 hingga 50 mikrofon nirkabel beroperasi secara bersamaan. Benturan ini menimbulkan noise dan interferensi yang tidak diinginkan, yang dapat mengganggu produksi teater berskala besar secara signifikan,” ucap Dwi Winarno, Technical Audio Specialist di Teater Besar.
Karakteristik arsitektur dan perilaku suara di dalam ruangan yang dapat mempengaruhi kinerja audio juga menjadi tantangan dari venue. Persiapan yang matang pun penting dalam setiap produksi.
Baca juga: PerauKertas Manggung Sambil Leluasa Berinteraksi Pakai Sennheiser XS Wireless IEM
Jumlah receiver dan perangkat pendukung di Teater Besar bertambah sesuai jumlah mikrofon yang dibutuhkan saat masih menerapkan arsitektur nirkabel konvensional. Pada produksi yang memakai 32 kanal nirkabel, perlu rak peralatan berukuran besar dan waktu tambahan untuk proses pemindahan, persiapan dan instalasi. Tantangannya tak hanya mengakomodasi lebih banyak mikrofon, tetapi juga menemukan cara lebih efisien untuk mengelola lingkungan nirkabel yang kian rumit.

Pendekatan Baru dalam Audio Nirkabel dengan Sennheiser Spectera
Teater Besar menjadi venue pertama di Indonesia yang menerapkan Spectera, platform ini diperkenalkan sat masih relatif baru di pasar.
“Pertama kali memperkenalkan Spectera kepada Mas Dwi, pemahaman saya sebagian besar didasarkan pada presentasi produk dan diskusi bersama tim Sennheiser. Saya telah melihat sistem ini diuji coba, tetapi belum pernah melihatnya digunakan dalam produksi live berskala besar,” ucap Yosafat, Direktur Albeta, System Integrator untuk proyek implementasi Spectera.
![]() |
| Yosafat, Direktur Albeta, System Integrator untuk proyek implementasi Spectera dan Dwi Winarno, Technical Audio Specialist di Teater Besar |
Selama demonstrasi, arsitektur Spectera yang ringkas menjadi salah satu aspek pertama yang menonjol.
“Dulu, saat menggunakan 32 unit terpisah, kami harus menyiapkan rak yang sangat besar untuk menampung seluruh peralatan. Dengan sistem ini, satu unit yang ringkas dapat menampung semuanya. Sebagian besar rak besar tersebut kini sudah tidak lagi diperlukan,” ucap Dwi.
Kini sistem tersebut mencakup Sennheiser Spectera Base Station, 2 antena DAD, 15 bidirectional bodypack, dan mikrofon headset Sennheiser HSP 4. Sistem ini terutama mendukung produksi teater dan musikal, serta digunakan untuk acara korporat, talk show, diskusi panel, dan produksi serupa.
Penyederhanaan Pengoperasian Sistem Nirkabel dan Pengelolaan RF
Sejak diterapkan, sistem Spectera sudah mendukung sekitar delapan sampai sepuluh produksi di Teater Besar. Jumlah peralatan yang digunakan pun lebih sedikit, sehingga sangat mempengaruhi alur kerja di venue.
![]() |
2 antena DAD ditempatkan di sudut kanan atas dan kiri atas panggung |
“Perbedaannya dibandingkan dengan sistem analog kami sebelumnya sangat signifikan. Sistem ini jauh lebih ringkas dan efisien, baik dari segi waktu maupun ruang,” ucap Dwi.
Pengelolaan RF juga menjadi lebih terukur. Sebelum setiap acara, tim teknis dapat menyalakan perangkat yang akan digunakan dan menganalisis lingkungan RF melalui Spectera WebUI. Sistem ini menampilkan kegiatan RF secara visual, sehingga teknisi dapat mengidentifikasi frekuensi dengan tingkat interferensi yang lebih rendah. Spectera WebUI juga menampilkan visibilitas kualitas sinyal, status perangkat, dan kondisi baterai selama pengeoperasian. Semua informasi tersebut memungkinkna teknisi untuk memilih opsi yang paling sesuai untuk kebutuhan produksi.

“Sebelumnya, kami tidak memiliki cara untuk memvisualisasikan kondisi RF seperti ini. Kini, performa RF dapat terlihat dan kami dapat menganalisisnya secara langsung melalui software pemantauan sebelum acara dimulai. Sumber kepercayaan terbesar kami adalah Spectera WebUI. Sistem ini memberikan visibilitas yang detail dan real-time terhadap kondisi RF selama pertunjukan berlangsung,” ucap Dwi.
Kemampuan untuk memantau kondisi RF secara mendetail memberikan tim teknis visibilitas yang lebih baik sebelum dan selama proses produksi.
Nilai Spectera di Teater Besar terlihat dari cara tim teknis bekerja selama proses produksi. Tim hanya erlu waktu sebentar untuk menangani infrastruktur nirkabel berkat visibilitas penuh status perangkat secara real-time. Status tersebut mencakup volume, latensi, level baterai dan kondisi RF. Tim pun memiliki lebih banyak waktu untuk fokus pada pertunjukan.
Dwi bergabung di Teater Besar sejak tahun 2018 dan sudah mengalami beberapa generasi teknologi audio di tempat tersebut. Penilaiannya terhadap Spectera didasarkan pada pengalaman dan penggunaan dalam berbagai produksi sehari-hari.
![]() |
| Kini, sekitar 70% produksi di venue yang membutuhkan sistem nirkabel menggunakan Spectera, biasanya konfigurasi memakai sekitar 15 kanal nirkabel |
“Sejak mulai menggunakan Spectera, saya belum menemukan adanya gangguan atau masalah teknis. Selama sistem telah diatur dengan benar dan semuanya terhubung dengan baik, kami cukup memantau performanya melalui perangkat lunak selama acara berlangsung,” ucap Dwi.
Keandalan dan visibilitas Spectera menjadi bagian dari pendeketan yang lebih efisien dalam produksi nirkabel di Teater Besar. Sistem tersebut dapat beradaptasi seiring berkembangnya kebutuhan teknis venue.
Bagi venue yang menyelenggarakan produksi dengan skala dan format yang beragam sepanjang tahun, sistem nirkabel yang tepat adalah sistem yang mampu mendukung kompleksitas setiap produksi. Dukungan tersebut dapat dilakukan tanpa mengganggu pihak yang menjalankannya.









