
Teknogav.com – Teknologi wideband digital wireless merupakan masa depan sistem audio untuk konser stadion berskala besar. Hal ini ditunjukkan oleh monitor engineer Dave Rupsch melalui tur pertama Maroon 5 yang menggunakan Sennheiser Spectera sepenuhnya. Selama 25 tahun, Dave Rupsch berpengalaman dalam sistem audio panggung sehingga dapat melihat revolusi digital dalam industri audio konser. Revolusi tersebut mencakup kecanggihan dan akurasi dari line array dan konsol.
Namun, ada yang tertinggal dari transformasi tersebut, yaitu In Ear Monitoring (IEM) digital. Menurut Dave Rupsch, IEM digital merupakan komponen paling krusial yang dibutuhkan untuk benar-benar menyempurnakan teknologi audio konser modern.![]() |
| Adam Levine bersiap naik ke panggung dengan in-ear monitor besutan Sennheiser |
Selama bertahun-tahun, Rupsch mengandalkan sistem analog wireless yang menjadi standar industri. Namun, kian padatnya spektrum UHF menimbulkan gangguan yang tak dapat dihindari. Ketika konser di Phoenix yang hampir seluruh spektrum radionya terisi, sering terjadi gangguan seperti noise floor dan keterbatasan ruang manuver. Rupsch pun memutuskan untuk melampui keterbatasan sistem RF tradisional dengan menggunakan sistem Sennheiser Spectra.
Baca juga: PerauKertas Manggung Sambil Leluasa Berinteraksi Pakai Sennheiser XS Wireless IEM
Sennheiser Spectra merupakan sistem nirkabel digital dengan frekuensi luas atau wideband digital wireless dua arah pertama di dunia. Sistem yang didukung Clair Global tersebut diuji dalam tur Maroon 5 tahun 2025. Peralihan dari tahap uji coba menuju penggunaan penuh oleh seluruh band dilakukan lebih cepat dari perkiraan. Awalnya Dave Rupsch bermaksud memperkenalkan teknologi tersebut secara bertahap.
![]() |
| Shawn menyiapkan bodypack Spectera milik gitaris James Valentine saat rekan-rekan satu bandnya bersiap untuk tampil. |
Pertama-tama paket perangkat Spectera hanya digunakan oleh kru dan music director (MD). MD pun terkesan dengan suara perangkat tersebut, dan bertanya kepada anggota band mengapa belum menggunakannya. Masa uji coba itu pun hanya berlangsung lima menit sebelum Spectera akhirnya digunakan di setiap pertunjukan tur. Perubahan kualitas audio ini muncul karena berasal dari tidak digunakannya artefak analog tradisional.
“Tidak adanya artefak RF analog seperti noise floor, suara swish, pop, atau click membuat para performer bisa lebih fokus pada detail-detail halus dalam mixing,” ucap Dave Rupsch.
Kejernihan dan kesan ruang dari stereo imaging yang disajikan Sennheiser Spectera disambut positif oleh engineer studio brand tersebut. Beberapa anggota band juga mengatakan bahwa pengalaman tersebut merupakan pertama kalinya bisa mendengar diri sendiri dengan jelas.
Baca juga: AONIC 50 Wireless Noise Cancelling, Headphone Nirkabel Premium dari Shure
Arsitektur Spectera sangat meningkatkan kualitas suara, dan secara mendasar mengubah alur kerja monitoring bagi Dave Rupsch. Salah satu efisiensi utamanya adalah peralihan dari konektor BNC tradisonal ke kabel Cat 5 standar untuk pemasangan antena.
“Cat 5 jauh lebih fleksibel dan mudah digulung. Sekarang kami bisa menambahkannya ke cross-stage looms tanpa kehilangan sinyal atau interferensi yang biasanya terjadi pada jalur analog yang panjang,” lanjut Rupsch.
Jika dibandingkan model helikal konvensional, antena pada Sennheiser Spectera jauh lebih kecil dan ringan. Antena ini mudah dipasang menggunakan claw mount pada scaffolding di berbagai titik di lokasi. Jaringan antena berkerapatan tinggi yang terdiri dari beberapa antena mendukung kemampuan sistem untuk membelok di sekitar sudut dan dinding.
![]() |
| Anggota Maroon 5 dan musisi tur (kiri-kanan) PJ Morton, James Valentine, Jesse Carmichael, Jacob Scesney, dan Sam Farrar melakukan penyesuaian sistem bodypack Spectera dan IEM mereka dengan bantuan asisten tour manager Shawn Tellez (ketiga dari kiri). |
Pengaturan empat antena digunakan Rupsch untuk tur arena Maroon 5. Unit ditempatkan di sisi kanan panggung, sisi kiri panggung, bagin thrust dan di belakang panggung. Konfigurasi ini memastikan Adam Levine tetap terhubung bahkan saat bergerak melewati kerumunan penonton, menuju belakang panggung, sampai masuk ruang ganti.
Rupsch merekomendasikan minimal tiga antena untuk panggung arena standar untuk memastikan koneksi stabil sejak artis mengenakan pack mereka di backstage. Strategi multi-point ini menciptakan jaringan yang kuat untuk menjaga integritas sinyal meskipun terhalang oleh berbagai penghalang fisik. Hasilnya, strategi ini menyajikan cakupan yang mulus di seluruh area pertunjukan sampai koridor arena.
Baca juga: Sennheiser Rayakan 80 Tahun Membangun Masa Depan Audio
Kini Spectera bukan hanya hal yang menarik, tetapi sudah menjadi kebutuhan bagi Rupsch. Rencananya, dua Base Station akan dibawa untuk menangani lingkungan berskala besar dan performer yang menggunakan mikrofon headset. Upaya ini dilakukan agar performer bisa memanfaatkan fitur dual transmit dan receive milik Spectera. Bagi Rupsch, hal ini menandai berakhirnya penantian selama lima belas tahun bagi industri.
“Kami sebagai engineer dan koordinator RF sudah lama menunggu kemajuan seperti ini terwujud,” pungkas Rupsch.
Setelah penantian selama 15 tahun, akhirnya hadir transmisi IEM digital yang berkualitas, bersih dan memuaskan secara audio. Sennheiser Spectera menawarkan keandalan dan kejernihan yang dibutuhkan panggung modern.








