
Teknogav.com – Film animasi terkini DreamWorks Animation, Forgotten Island mengajak penonton mengikuti petualangan dua sahabat, Jo dan Raissa. Kehadiran film ini juga merayakan persahabatan, keluarga dan kekayaan budaya Filipina. Semangat ini dirasakan konten kreator Indonesia, Sella Oktaviani dan Lulu Canitka yang berkesempatan menghadiri premier Forgotten Island di Manila Filipina.
Sella dan Lulu mengikuti serangkaian kegiatan dan wawancara eksklusif bersama pengisi suara Jo dan Raissa, yaitu H.E.R. dan Liza Soberano. Selain itu, juga ada duo sutradara Joel Crawford dan Januel Mercado.
Baca juga: Film Forgotten Island Ajak Menjelajahi Pulau Nakali dan Rayakan Persahabatan
Forgotten Island mengusung cerita yang berkuat pada identitas lokal berlatar budaya dan mitologi Filiipina. Kendati demikian, film tersebut menyajikan tema universal yang dapat dirasakan penonton dari berbagai negara. Sella dan Lulu merasa banyak kesamaan antara budaya Filipina dan Indonesia dari menyaksikan film dan berinteraksi dengan pemain dan kreatornya.
“Chemistry Liza dan H.E.R. sebagai Jo dan Raissa terasa sangat natural. Mereka seperti dua sahabat dengan karakter yang berbeda, tetapi saling melengkapi. Menariknya, banyak hal dalam film ini yang terasa familiar dengan budaya Indonesia, mulai dari semangat kebersamaan hingga cara kita berinteraksi dengan orang-orang terdekat,” ucap Lulu.
Kedekatan kedua budaya juga terasa dalam serangkaian kegiatan selama kunjungan di Manila. Sejumlah kesamaan bahasa dan budaya Indonesia dan filipina dieksplorasi Sella dan Lulu pada wawancara bersama H.E.R. dan Liza Soberano. Kata-kata seperti “Bini”, “Anak-anak”, dan “Mahal” dapat ditemukan melalui permainan tebak kata yang dilakukan Sella dan Lulu. Kesamaan bahasa tersebut mengingatkan Liza para pengalaman pribadinya.
“Saat aku berkunjung ke Indonesia, aku mendengar seseorang mengatakan ‘mahal’ dan langsung mengira dia orang Filipina. Aku bilang, dalam bahasa kami, ‘mahal’ juga bisa berarti expensive. Jadi, rasanya seperti mendengar bahasa yang familiar,” ucap Liza.
Pengalaman sederhana tersebut menjadi salah satu contoh kedekatan antara Indonesia dan Filipina. Kedekatan ini juga menunjukkan bagaimana cerita yang berangkat dari budaya lain tetap dapat terasa familiar bagi penonton di Indonesia. H.E.R. pun berharap Forgotten Island dapat memiliki resonansi yang kuat dengan para penonton di Indonesia.

Baca juga: Forgotten Island, Film Animasi Petualangan Sahabat yang Menyentuh dan Seru
Sella dan Lulu juga mendalami proses kreatif di balik hubungan Jo dan Raissa bersama sutradara Joel Crawford dan Januel Mercado. Hubungan kedua sutradara yang sudah menjadi sahabat dan mitra kreatif selama hampir dua dasawarsa menjadi inspirasi hubungan Jo dan Raissa.
“Dulu kami pernah menjadi roommate dan sering melakukan banyak hal bersama, seperti menggambar dan berdansa sambil mendengarkan musik era 1980-an. Kenangan seperti inilah yang kami bawa ke dalam cerita untuk menghidupkan hubungan Jo dan Raissa,” ucap Januel Mercado.
![]() |
| Sella Oktaviani dan Lulu Cantika saat menghadiri Forgotten Island Premiere di Manila |
Joel Crawford juga menambahkan bahwa kedua karakter tersebut juga terinspirasi dari orang-orang terdekat mereka.
“Aku melihat bagaimana dua anak perempuanku yang masih remaja tumbuh bersama sahabat dekatnya. Banyak sekali hal konyol yang mereka lakukan, tapi di sisi lain mereka tetap saling menyemangati. Hal-hal seperti itulah yang ingin kami hadirkan agar persahabatan Jo dan Raissa terasa lebih natural dan nyata,” ucap Joel Crawford.
Kekuatan hubungan kedua karakter tersebut bagi Sella menjadi salah satu hal yang membuat pesan Forgotten Island terasa relevan.
“Film ini mengingatkan bahwa teman sejati adalah mereka yang tetap berada di sisi kita, bahkan ketika perjalanan tidak selalu mudah,” ucap Sella.
![]() |
| Forgotten Island Tayo Na Tour Photocall |
Baca juga: The Dangers in My Heart: The Movie, Geregetnya Cinta Remaja
Forgotten Island menjadi perjalanan ke dunia penuh keajaiban, juga megajak penonton melihat kembali arti persahabatan dan hubungan dengan orang-orang terdekat. Perjalanan tersebut menggabungkan petualangan fantasi, mitologi Filipina, dan kisah persahabatan yang universal. Film ini ditayangkan di bioskop Indonesia mulai 2 Oktober 2026. Informasi lebih lanjut dari Forgottern Island dapat dilihat pada akun resmi Universal Pictures International di Instagram, X dan Youtube. Selain itu, informasi mengenai film juga tersedia di situs resmi Forgotten Island.








