TP-Link Perkenalkan Lima Perangkat Baru Berteknologi Wi-Fi 6


Teknogav.com, Jakarta - Dunia yang serba digital saat ini tentunya juga membutuhkan koneksi internet yang makin cepat dan andal. Teknologi Wi-Fi 6 terkini mendukung koneksi internet yang ngebut menggunakan kecepatan maksimal dari koneksi Wi-Fi 802.11ax. Kecepatan data Wi-Fi 6 mencapai 9,6 Gbps atau 40% lebih cepat dari Wi-Fi 5 yang kecepatannya sampai 6,9 Gbps saja. Lima perangkat terkini yang baru diperkenalkan oleh TP-Link sudah menggunakan teknologi Wi-Fi 6 tersebut. Kelima perangkat tersebut adalah Archer AX11000, Archer AX50, Archer AX10, Archer TX300E, dan access point EAP 620HD.

Wi-Fi 6 merupakan standar Wi-Fi terkini yang menjamin kecepatan ekstrem, latency ultra-rendah dan internet yang selalu stabil. Kegiatan gaming, streaming video dan transfer data pun dijamin lancar.

"Kami ingin memperkenalkan lima unit perangkat teknologi yang sudah dilengkapi teknologi Wi-Fi 6 di kuartal pertama tahun ini. Perangkat-perangkat TP-Link ini menggunakan teknologi baru yang menghasilkan kualitas sinyal lebih baik dan internet lebih cepat. Para pengguna internet di Indonesia pun bisa mendapatkan pengalaman yang lebih baik tersebut,” ucap Sterling Li, Country Director TP-Link Indonesia.

Berikut ini adalah keistimewaan dari masing-masing perangkat tersebut.

Archer AX11000, Router yang Cocok Bagi Gamers

Router ini menggunakan prosesor empat inti berkecepatan 1,8 GHz dan tiga co-processor yang memastikan kinerja jaringan lancar dan stabil. Kecepatan Wi-Fi ini sampai 10.756 Mbps yang dapat mengurangi macet atau lag ketika bermain game. Kecepatan tersebut dibagi menjadi tiga, yaitu dua di jaringan 5 GHz dengan kecepatan 4804 Mbps dan satu di jaringan 2,48 GHz dengan kecepatan 1.148 Mbps.
Archer AX11000
Kecepatan 4x dan gangguan latensi bisa disingkirkan dengan teknologi baru revolusi OFDMA yang digunakan pada Archer AX11000 ini. Akselerator game akan otomatis mendeteksi dan mengoptimalkan aliran dan menjaga kecepatan tetap stabil. Tersedia juga dashboard dengan UI fine-tuned yang menampilkan statistic game untuk memantau latency secara real-time, durasi permainan dan penggunaan sistem. Pengguna pun bisa memiliki kendali penuh dan mudah hanya dengan menghubungkan gadget ke router dan mengaturnya melalui aplikasi.

Selain untuk gaming, router juga bisa dipakai untuk streaming video 4K yang didukung DFS untuk memperluas saluran jaringan secara otomatis. Berbagai perangkat dapat dihubungkan ke jaringan berkat dukungan port USB tipe C dan tipe A, jangkauan Wi-Fi pun lebih luas. Pengendalian router ini juga bisa dilakukan melalui perintah suara jika dihubungkan dengan perangkat Alexa.

Archer AX50 untuk Streaming Video Stabil

Bandwidth perangkat ini 160 MHz dan 1024-QAM dengan kecepatan sampai 3 Gbps yang nyaman untuk penggunaan streaming video dan gaming. Teknologi intel Wi-Fi Gig+ untuk PC dan laptop memungkinkan untuk penggunaan router oleh beberapa pengguna secara berbarengan. Pengguna aakn diidentifikasi sesuai warna dengan fitur BSS color client ketiks sudah terhubung ke router. Jika tidak cocok dengan jaringan maka perintahnya akan diabaikan otomatis.
Archer AX50
Jika dibandingkan dengan Wi-Fi 5, maka teknologi Wi-Fi 6 ini 3x lebih cepat. Sistem kecepatan yang digunakan pada router TP Link ini menggunakan Next-Gen 3 Gbps Speeds, yang kecepatannya sampai 3 Gbps. Kecepatan tersebut dibagi menjadi dua, yaitu 2402 Mbps pada saluran 5 GHz dan 574 Mbps di saluran 2,4 GHz.

Lag bisa diminimalkan sampai 75% untuk semua perangkat dan aplikasi seperti video streaming 4K, video online dan video chatting. Cakupan Wi-Fi pun bisa mencapai sekitar 186 meter persegi berkat teknologi beamforming dan empat antena magnetik. Tersedia juga fitur QoS yang memprioritaskan perangkat dan aplikasi untuk bekerja lebih cepat ketika diperlukan.

Archer AX10, Kurangi Konsumsi Daya di Perangkat Pengguna

Kecepatan router sampai 1,5 Gbps yang mencakup 1.201 Mbps di pita 5 GHz dan 300 Mbps di pita 2,4 GHz. Prosesor yang digunakan pada router ini terdiri dari tiga inti 1,5 Ghz untuk memastikan komunikasi antara router pengguna. Router ini didukung teknologi Wi-Fi 6 Stable Next-Gen Performance dan 1024-QAM terbaru untuk meningkatkan kecepatan sampai tingkat Gigabit. Semua perangkat dapat terhubung stabil dan tanpa buffering ketika digunakan untuk streaming video.
Archer AX10
Kekuatan sinyal akan lebih terfokus pada perangkat pengguna berkat teknologi beamforming dan empat antena. Teknologi Target Wake Up Time akan mengurangi konsumsi daya di perangkat pengguna sehingga baterai lebih awet. Pengaturan jaringan bisa dilakukan dengan mudah menggunakan aplikasi TP-Link Theter dari perangkat Android atau iOS. Router ini juga sudah mendukung semua Wi-Fi berstandar 802.11 dan semua perangkat Wi-Fi.

Archer TX3000E, Jaga Koneksi PC Tetap Lancar

Para pengguna internet di PC bisa menggunakan adapter khusus Archer TX3000E dari TP-Link. Perangkat ini merupakan terobosan Wi-Fi 6 Bluetooth 5.0 PCI-E. Network card ini menghasilkan sinyal powerful berkat teknologi 1024-QAM dan kecepatan bandwidth 160 MHz.  Kegiatan gaming, streaming video dan transfer data pun dijamin lancar.
Archer TX3000E
Adapter ini memiliki dua antena magnet 5 dBi multi-arah berkinerja tinggi yang memperluas jangkauan Wi-Fi. Antena pada bodi Archer TX3000E tersebut bisa diletakkan di dekat desktop untuk mengoptimalkan posisi dalam menerima sinyal. Perangkat tersebut dapat membantu kinerja Wi-Fi di PC mencapai tiga kali lebih cepat dari standar AC Wi-Fi drive bawaan PC.

EAP 620HD Access Point Wi-Fi 6 dengan Cloud Omada

Router access point ini membantu menyebarkan sinyal Wi-Fi merata ke seluruh ruangan sehingga cocok untuk penggunaan di kantor atau café. Kecepatan router sampai 1,8 Gbps berkat teknologi Next-Gen, selain itu juga memiliki kecepatan sampai 1.774 Mbps yang didukung Wi-Fi 6. EAP 620HD memakai sistem Band Steering untuk memindahkan perangkat di jaringan dual band ke jaringan yang lebih luas secara otomatis. Perangkat pun bisa mendapatkan koneksi lebih cepat sampai 5 GHz.
EAP 620HD
Kerennya lagi tersedia dukungan integrasi ke penyimpanan data pada cloud Omada dengan koneksi yang lancar. Kendali jaringan pengguna pun bisa dilakukan di mana saja dengan akses ke cloud Omada. Semua kegiatan di jaringan tidak akan terganggu ketika pengguna pindah lokasi berkat dukungan cloud Omada tersebut. Pemasangan perangkat didukung dengan Ethernet (802 .3at) yang mudah dilakukan. Konektivitas pun lebih aman dengan adanya autentikasi ganda ketika pengguna mengakses akun media sosial atau email.
Lima Perangkat Wi-Fi 6 baru dari TP-Link diperagakan
Kemanan kelima perangkat TP-Link saat online dijamin dengan antivirus andal Home Care™ security system dari Trend Micro™. Selain itu tersedia juga menyediakan fasilitas tambahan robust parental control untuk mencegah anak-anak membuka situs-situs terlarang.

Kelima perangkat Wi-Fi 6 dari TP-Link ini dibekali teknologi OFDMA dan MU-MIMO untuk meningkatkan kapasitas koneksi dibandingkan router standar 802.11. Teknologi tersebut memungkinkan router berkomunikasi dengan beberapa perangkat dan pengguna secara serentak di beberapa jalur berbeda.

"TP-Link selalu ingin memberikan update terkini bagi pengguna internet. Lima produk Wi-Fi 6 ini diharapkan dapat mendukung dan menjadi solusi bagi orang-orang yang ingin merasakan koneksi cepat dari Wi-Fi 6," jelas Sterling.

Biko Yoshia, Marketing Manager TP-Link Indonesia menambahkan bahwa perangkat-perangkat terkini TP-Link tersebut akan tersedia pada kuartal kedua tahun ini.
Share:

Penerapan 5G Membutuhkan Ekosistem End-to-End yang Didukung Semua Pihak


Teknogav.com, Jakarta - ICT Institute menggelar seminar Indonesia 5G Ecosystems Conference di Hotel Sultan Jakarta pada Selasa, 10 Maret 2020. Tema seminar tersebut adalah "Spectrum and Regulatory challenges and Applied Opportunity for Its Ecosystems and Competitive Economy”. Seminar ini bertujuan untuk bertukar gagasan dan pengalaman sambil mencari kesempatan kerjasama dalam ekosistem 5G antar pemangku kepentingan di industri dengan memfasilitasi diskusi mengenai ekosistem 5G. Para pembicara seminar tersebut mencakup Bapak Ismail dari Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) Kemkominfo dan Heru Sutadi, Ketua Ekosistem 5G Indonesia.

Seminar mengenai 5G tersebut membahas mengenai peluang bagi pembuat kebijakan untuk memberdayakan warga dan juga bisnis, serta kunci untuk mengubah kota menjadi kota yang pintar.  Teknologi 5G juga akan memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik dan lebih kaya solusi dibandingkan teknologi sebelumnya, yaitu 4G, 3G dan 2G. Biaya pun lebih terjangkau, baik bagi pengguna layanan maupun penyedia layanan.

Teknologi 5G juga memberikan peluang untuk mengimplementasikan jaringan konvergensi berkabel. Pelaku teknologi dapat berperan untuk memberikan solusi dan secara simultan memberikan daya saing ekonomi untuk Indonesia yang maju dan sejahtera. 

Saat  ini ada 359 operator yang sudah berinvestasi di jaringan 5G di seluruh dunia. Para operator tersebut telah melakukan uji coba dan finalisasi bisnis. Sejumlah 80 operator telah membangun 5G 3GPP compliance. Kini sudah ada 63 operator di 35 negara yang sudah menerapkan teknologi 5G secara komersial.

Spektrum 5G di dunia saat ini makin banyak tersedia. Sekitar 40 negara telah menyelesaikan alokasi spektrum 5G sejak tahun 2015. Ada 54 negara yang telah mengumumkan rencana mereka, lengkap dengan time-line untuk mengalokasikan frekuensi 5G sampai tahun 2022. Tentunya hal ini akan menimbulkan pertanyaan, mengenai kesiapan Indonesia dalam menerapkan teknologi 5G. Pada tahun 2019, Indonesia sudah memiliki Palapa Ring yang akan menjadi backbone teknologi tersebut. 
Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menerapkan teknologi 5G di Indonesia adalah bisnis, teknis dan legal. Dari segi teknis biasanya menyangkut standarisasi dan spektrum yang akan digunakan. Sementara dari sisi legal berkaitan dengan regulasi yang dibutuhkan, aturan standarnya, termasuk penetapan frekuensi dan biaya atau fee atas spektrum yang digunakan.

Ketika menerapkan teknologi 5G tidak hanya frekuensi yang perlu disiapkan, tetapi kesiapan ekosistem secara end-to-end. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan mencakup kebijakan strategis, infrastruktur 5G, kebijakan implementasi, dan ketersediaan spektrum frekuensi radio.

Kebijakan strategis yang dilakukan pun berkaitan dengan pilihan teknologi 5G, keekonomian dan geo strategis berkenaan dengan situasi global. Pemilihan teknologi tentunya harus yang paling siap diimplementasikan.  Penerapan teknologi tentunya akan memberikan manfaat bagi sektor ekonomi karena begitu banyak industri dapat memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan produktivitas.

Bapak Ismail, Dirjen SDPPI Kemkominfo
"Produksi bisa berjalan dengan baik karena bisa menggunakan fungsi-fungsi robotik yang tadinya dilakukan manusia. Sebenarnya teknologi 4G sudah bisa melakukan hal tersebut, tetapi akan lebih banyak aplikasi yang bisa dilakukan dengan teknologi 5G. Beberapa industri besar seperti Mercy dan BMW akan menggunakan teknologi 5G untuk kebutuhan industri, bahkan sampai memantau pemanfaatan mobilnya. Misalnya ketika kita menggunakan kendaraan mereka, maka bisa dipantau ke mana saja mobil tersebut keliling. Selain itu teknologi bisa juga diterapkan pada mobil tanpa sopir," ucap Ismail.

Banyak sektor bisa menggunakan Internet of Things untuk memanfaatkan produktivitas, misalnya di pertanian dan peternakan. Pemantauan hewan ternak bisa dilakukan dengan Internet of Things, demikian juga pemantauan kebutuhan hewan-hewan ternak itu secara online. Sentuhan teknologi akan membuat produktif dan juga bisa digunakan untuk marketplace dari sektor pertanian dan peternakan, sehingga marketing tidak lagi sebatas lokal dan bisa memotong biaya.

Bapak Ismail juga mengungkapkan bahwa dalam mempersiapkan infrastruktur, perlu keterlibatan dari semua lapisan. Jadi dalam mempersiapkan infrastruktur sebenarnya sudah bisa dilakukan tanpa menunggu penetapan spektrum terlebih dahulu. Infrastruktur pun tak hanya dibutuhkan di Jakarta, tetapi seluruh pelosok agar bisa dinikmati seluruh rakyat Indonesia. Beliau menghimbau para operator untuk melakukan modernisasi dan persiapan infrastruktur, selain mempertanyakan isu spektrum frekuensi.

Infrastruktur 5G ini membutuhkan ketersediaan jaringan berkapasitas besar, infrastuktur pasif dan spektrum frekuensi radio. Jaringan berkapasitas besar membutuhkan banyak hal, mulai dari backbone, backhaul sampai ke jaringan akses. Sementara untuk infrastruktur pasif mencakup pole, tower, ducting, bangunan atau gedung dan lain-lain untuk small cell. Ketersediaan spektrum frekuensi radio mencakup berbagai rentang, yaitu low band, middle band sampai high band.

Beliau juga menjelaskan mengenai empat kunci pengembangan 5G di Indonesia, yaitu Time to market yang tepat, infrastructure sharing, model bisnis yang inovatif, kolaborasi dan perluasan. Menurutnya penerapan 5G tidak bisa terburu-buru hanya karena ingin lebih awal menerapkan 5G.

"Time to market yang tepat ini satu hal yang krusial, yaitu kapan Indonesia masuk dan komersial. Jika terlalu cepat banyak cost keluar untuk learning process dari teknologi itu hanya karena terburu-buru komersil. Jika teknologinya sendiri masih belajar, dan kitasudah melakukan implementasi komersial, akhirnya kita beberapa kali harus melakukan double investment karena terlalu cepat," ucap Ismail.

Jadi time to market harus tepat untuk menghindari market failure, baik dari segi suplai maupun permintaan. Infrastructure sharing yang mencakup network sharing juga menjadi kunci untuk mengurangi cost sampai sekitar 40% untuk jaringan akses. Ketika menerapkan jaringan, dibutuhkan juga kolaborasi antar perusahaan telekomunikasi. Bisnis yang dijalankan operator pun perlu diperluas, tidak hanya retail, tetapi juga B2B.

Ketika ditanya mengenai kesiapan spektrum 5G,  dari sisi pemerintah belum bisa memastikan waktu pastinya karena membutuhkan proses yang panjang dan keterlibatan semua pihak. Tidak semua proses menjadi kewenangan pemerintah, tetapi dari parlemen juga. Proses tersebut termasuk pengembalian alokasi pita frekuensi dan lelang ulang. Refarming perlu dilakukan, yaitu pemindahan dari pengguna lama untuk bisa dirilis untuk penggunaan 5G, hal ini sedang berjalan, salah satunya adalah analog switch off di broadcasting. Undang-undang penyiaran perlu ditetapkan terlebih dahulu, sehingga diperoleh pita frekuensi 700 Mhz yang sangat penting.

Bapak Ismail menekankan bahwa pemanfaatan teknologi 5G sendiri perlu disiapkan secara paralel oleh industri, masyarakat dan stakeholder lain, jadi persiapan tidak hanya dari pemerintah.

"Kolaborasi yang harus dilakukan antara swasta dan pemerintah adalah untuk membangun aplikasi-aplikasi atau use-case use-case yang khas Indonesia, karena Indonesia punya kekhasan sehingga pemanfaatannya agak berbeda dengan negara-negara lain. Seyogyanya pemanfaatan tersebut menggunakan aplikasi lokal, kami berharap walaupun infrastruktur belum dibuat, tetapi pembangunan aplikasi-aplikasi lokal ini harus dimulai sejak sekarang, karena dengan 4G dan Internet of Things sebenarnya aplikasi-aplikasi tersebut sudah bisa dimanfaatkan sekarang. Nanti dengan hadirnya 5G aplikasi tersebut akan lebih hebat lagi pemanfaatannya," paparnya.
Share:

Nokia Jadi Ponsel Resmi Film James Bond No Time To Die


Teknogav.com - HMD Global, the home of Nokia Phones mengumumkan kolaborasinya dengan film James Bond ke-25, No Time to Die. Pada kolaborasi tersebut, Nokia akan menjadi mitra ponsel resmi dari film tersebut. Nokia pun merilis iklan yang dibintangi Lashana Lynch, pemeran Agen Nomi pada film 'No Time to Die'. Iklan tersebut adalah bagian dari kampanye pemasaran global yang menampilkan salah satu smartphone Nokia terkini.

Share:

Artikel Terkini