Vivo Usung Berbagai Inovasi Pada APEX 2019


Vivo APEX 2019

Teknogav.com , Jakarta – Pada Jumat, 27 April 2019, Vivo mengundang media untuk memperkenalkan berbagai teknologi terkini pada APEX 2019. Ini adalah prototype smartphone yang mengusung berbagai teknologi inovatif, dengan desain yang benar-benar tanpa tombol dan tanpa lubang. Ada tiga inovasi unggulan pada prototype ini, yaitu desain super unibody, pemindaian sidik jari pada seluruh layar, dan jaringan 5G.

Sebelumnya vivo telah menerapkan teknologi pop-up camera pada smartphone seri vivo v15 yang terlebih dahulu diperkenalkan pada APEX pertama. Jadi tidak menutup kemungkinan jika vivo akan mengusung inovasi-inovasi yang diusung APEX 2019 pada smartphone yang akan datang.
Hadir dengan pilihan warna Titan Silver, Quartz Wihite dan Meteor Gray, berikut ini adalah teknologi-teknologi yang diusung APEX 2019.

Desain Super Unibody

Seperti telah disinggung sebelumnya, APEX 2019 tampak mulus tanpa ada tombol dan juga lubang, desain yang diusung benar-benar minimalis. Layar menjadi fokus utama dari smartphone ini yang menjadi pusat fungsi interaktif.

Absennya tombol daya dan volume di bagian samping, digantikan tengan teknologi Touch Sense. Teknologi ini mengandalkan sentuhan tekanan dan penempatan kapasitansi, serta menekan feedback melalui vibration. Jadi layar sentuh pun menjadi pusat pengendali operasi.

Vivo APEX 2019


Beberapa fitur lain ditiadakan demi mengakomodasi fokus pada layar, dan mulus dengan lubang yang sangat minim. Fitur-fitur yang dikorbankan ini adalah kamera depan dan slot SIM card. Desain Super Unibody ini benar-benar terintegrasi tanpa celah, berkat teknologi kaca di bagian belakang. Seluruh bagian smartphone ini memang terbuat dari kaca dengan kelengkungan maksimal melalui proses yang kompleks.

Tidak adanya slot kartu SIM digantikan dengan teknologi kartu jaringan virtual. Tentu saja hal ini juga harus mempertimbangkan kesiapan para operator telekomunikasi menyediakan layanan tersebut, demikian juga halnya dengan teknologi 5G.

Lubang port untuk menyematkan headphone pun tidak ada, baik itu jack audio 3,5 mm, maupun port USB. Fungsi ini sudah bisa diatasi layaknya smartphone lain, yaitu menggunakan koneksi Bluetooth.

Port yang juga absen adalah port micro USB untuk transmisi data dan pengisian daya secara tradisional. Pengganti port ini adalah teknologi Mag port, yaitu port magnetik yang terdapat pada punggung smartphone. Port ini didukung docking, sehingga transfer data atau mengisi daya pun lebih nyaman dan akurat.

Vivo APEX 2019

Full Display Fingerprint Scanning

Jika dahulu pemindaian sidik jari menggunakan sensor khusus yang disematkan pada smartphone atau di titik tertentu pada layar, maka APEX 2019 bisa memindai sidik jari di titik mana pun pada layar. Kerennya lagi, agar lebih aman bisa menggunakan dua jari sekaligus, bahkan bisa menggunakan gabungan dua jari orang yang berbeda, agar membuka smartphone hanya bisa dilakukan berdua.

Layar perangkat ini juga memiliki tingkat kepekaan dan kecerahan yang tinggi, demi memberikan pengalaman pengenalan yang lebih baik. Kinerja ini tentunya juga didukung oleh optimasi algoritma vivo yang berkelanjutan.


Body Soundcasting Technology

Audio dihantarkan oleh APEX 2019 melalui getaran layar yang memanfaatkan teknologi speaker keramik pezoelektrik ganda, sehingga tak membutuhkan lubang speaker. Teknologi ini mirip dengan penerima MIX receiver generasi awal. Sementara itu jika ingin mendengarkan music bisa  menggunakan body sound yang memanfaatkan getaran pada bodi.


Desain PCB Duplex


Keterbatasan ruang motherboard diatasai vivo dengan menggunakan metode penumpukan 3D pada motherboard ganda. Dengan demikian dapat mengakomodasi kebutuhan rangkaian sirkuit baseband 5G yang cukup besar.


Liquid Cooling Technology


Kendala lain yang dihadapi pada teknologi 5G adalah mudah panas karena menarik data lebih kencang. Masalah panas ini diatasi dengan pelat pendingin cair berupa gel  dengan ukuran terbesar di iindustri ponsel.

Pelat ini ditempatkan di bawah aluminium dengan konduktivitas tinggi dan pada heatsink multi-layar grafit. Arah konduksi panas pelat ini lebih bebas dibandingkan pipa panas biasa, sehingga panas menyebar ke segala arah ke wilayah dengan suhu lebih rendah.
Share:

Topik Populer