Data Ericsson ConsumerLab 2019 Ungkap Fakta Seputar 5G

Ericsson 5G Consumer Potential

Teknogav.com, Jakarta – Ericsson baru saja merilis laporan penelitian 5G Consumer Potential yang mengungkap ekspektasi konsumen terhadap teknologi 5G. Data tersebut juga memaparkan peluang yang terbuka bagi penyedia layanan telekomunikasi.

Metodologi penelitian dilakukan dengan empat cara, tiga di antaranya adalah dengan wawancara. Cara keempat adalah dengan riset kualitatif dan dua fokus grup yang dilakukan di London, New York dan Seoul.

Metodologi penelitian Ericsson
Metodologi penelitian Ericsson
Wawancara secara global dilakukan pada 35 ribu responden, sementara wawancara di Indonesia dilakukan pada 1500 responden. Demi mendapatkan perspektif mengenai industri yang berkaitan dengan kegunaan 5G, dilakukan juga wawancara dengan 22 pakar dan eksekutif senior.

Wawancara Pakar 5G

Secara global pelanggan memahami kegunaan teknologi 5G, termasuk untuk meringankan kepadatan jaringan di perkotaan dan menambah pilihan jaringan home broadband.

Di Indonesia sendiri pelanggan berharap teknologi 5G dapat diterapkan dalam dua tahun ini. Apalagi kecepatan mobile broadband dianggap belum cukup cepat oleh 44% pengguna smartphone di Indonesia.

Ekspektasi Waktu Penerapan Teknologi 5G
Ekspektasi Waktu Penerapan Teknologi 5G
Sekitar 50% dari pengguna smartphone dan 6 dari 10 orang yang tinggal di Jakarta memang mengalami masalah jaringan. Mereka berharap teknologi 5G bisa diterapkan di wilayah yang padat penduduknya dan akan beralih ke penyedia layanan 5G.

Lebih dari 50% responden ingin beralih operator jika tak menerapkan 5G
Lebih dari 50% responden ingin beralih operator jika tak menerapkan 5G
Saat ini 40% dari konsumen yang tertarik dengan jaringan 5G home wireless broadband memang tak puas dengan provider yang digunakan. Bagi mereka pilihan broadband sangat terbatas.

Pelanggan berharap berbagai fungsi dan teknologi dapat digunakan dengan memanfaatkan jaringan 5G dalam waktu 2-3 tahun sejak diluncurkan.

Sejumlah 67% konsumen global menyatakan bersedia membayar layanan 5G. Di Indonesia, pengguna smartphone bersedia membayar layanan 5G dengan harga premium Rp30 ribu, bahkan early adopter mau membayar Rp50 ribu.

Harga yang sanggup dibayarkan untuk teknologi 5G
Harga yang sanggup dibayarkan untuk teknologi 5G
“Kami menemukan fakta bahwa konsumen di Indonesia menantikan kehadiran 5G. Bagi operator, ini merupakan potensi bisnis penambahan pendapatan 30% dari pasar 5G di tahun 2026,” ucap Jerry Soper, Head of Ericsson Indonesia.

Harapan Pada Teknologi 5G

Selain kecepatan data yang tinggi dan konsisten, pelanggan juga menginginkan mode pembayaran yang mudah dan jaringan 5G yang aman.

Kecepatan data ultra-high dan keandalan konektivitas 5G diyakini 75% responden di Indonesia dapat memfasilitasi untuk bekerja di mana saja. Kantor pun bisa dibawa ke mana pun.

Teknologi 5G juga diperkirakan akan meningkatkan konsumsi video, selain resolusi video lebih tinggi, tersedia juga pengalaman video dengan format imersif. Format tersebut berupa augmented reality (AR), virtual reality (VR) layanan diorama dan komunikasi dengan hologram 3D.

Layanan yang diharapkan dengan teknologi 5G
Layanan yang diharapkan dengan teknologi 5G
Diperkirakan dalam seminggu konsumsi video di luar rumah akan meningkat 4 jam lebih lama, dengan penggunaan kacamata AR/VR tanpa jeda.

Peningkatan konsumsi video dengan adanya teknologi 5G
Peningkatan konsumsi video dengan adanya teknologi 5G
Layanan diorama dapat diterapkan saat menonton pertandingan bola misalnya, penonton bisa memilih posisi atau suduh pandang yang diinginkan.

Layanan Diorama
Layanan Diorama
Pemakaian data pun diprediksi 20% responden di Indonesia meningkat 10 kali lipat menjadi sekitar 110 GB per bulan. Pada tahun 2025 diperkirakan rata-rata pemakaian data smartphone meningkat menjadi 60 GB per bulan.

Peningkatan pemakaian data dengan teknologi 5G
Peningkatan pemakaian data dengan teknologi 5G
Sejumlah 76% responden di Indonesia mengatakan semua orang akan memakai kacamata AR dalam lima tahun mendatang. Kendati demikian smartphone diharapkan terus berkembang, 50% ingin layar lipat, proyeksi holografik dan kamera 360 derajat di perangkat 5G.

Perkembangan perangkat 5G
Perkembangan perangkat 5G
Smartphone harus terus berkembang
Smartphone harus terus berkembang
Menurut 57% responden, pengemudi mobil otomatis akan memberikan waktu lebih selama satu minggu setiap tahun. Bagi 67% responden, dalam lima tahun mendatang keberadaan 5G di mobil sama penting dengan penghematan bahan bakar dan kekuatan mesin.

Share:

Topik Populer