Demi Imbalan $1000 Relakah Kamu Tinggalkan Smartphone?


Teknogav.com - Di era serba digital ini tentunya susah ya meninggalkan smartphone, bahkan hanya untuk satu minggu. Tetapi bila ada yang ingin tahu rasanya hidup tanpa smartphone, ada lho perusahaan yang bersedia memberikan imbalan $1000 atau sekitar Rp14,2 juta.

Frontier Bundles yang merupakan retailer resmi penyedia layanan internet Communication meluncurkan kontes yang akan memilih satu kandidat untuk menggunakan ponsel lipat zaman dulu menggantikan smartphone selama satu minggu penuh.

Jika orang yang terpilih tersebut berhasil menjalani satu minggu tanpa smartphone, maka dia akan mendapatkan imbalan $1000.

Perusahaan juga akan menyediakan perlengkapan untuk bertahan hidup yang mencakup peta fisik untuk dipakai menggunakan aplikasi seperti Google Map dan buku telepon untuk mencari nomor telepon, pulpen dan buku catatan, serta CD musik era tahun 1990an.

Tentu saja selama tidak menggunakan smartphone tersebut, peserta diharuskan mendokumentasikan seluruh pengalaman tersebut.

Pada kompetisi tersebut, peserta harus melacak lamanya menyelesaikan tugas seperti mengirim pesan teks dan memeriksa surat elektronik.

Perusahaan juga tertarik mempelajari setiap peristiwa di mana peserta ingin mencari tahu sesuatu melalui Google, lama waktu tidur selama periode kontes, perubahan produktivitas dan telat atau tidak pada setiap jadwal pertemuan.

Frontier tidak memberitahu cara mereka melakukan verifikasi peserta tidak menggunakan smartphone sama sekali selama periode tujuh hari tersebut. Tetapi pada halaman yang memuat peraturan kompetisi juga tak menyatakan larangan dari gawai lain seperti tablet atau laptop. Tentu saja jika tak ada larangan tersebut maka eksperimen ini percuma.

Tentu saja ini salah satu strategi marketing Frontier, apalagi aturannya juga mengatakan memilih pendaftar dengan kehadiran sosial yang aktif, ini berarti memberikan brand awareness yang lebih bagi Frontier.

Kompetisi ini dibuat seiring dengan meningkatnya kepedulian pada kecanduan teknologi. Perusahaan-perusahaan teknologi pun terpicu untuk membantu masyarakat mengatur waktu yang dihabiskan pada smartphone.

Tahun lalu Apple meluncurkan fitur Screen Time yang memungkinkan pemilik iPhone untuk melihat seberapa lama mereka menghabiskan waktu pada ponsel mereka dan aplikasi apa yang digunakan menghabiskan waktu tersebut.

Langkah yang sama pun diambil ponsel Google Pixel dengan fitur yang diberi nama Digital Wellbeing.

Frontier bukan satu-satunya perusahaan yang melakukan pengujian pada ketergantungan orang akan smartphone. Suatu perusahaan rintisan yang berpusat di Brooklyn, yaitu Light meluncurkan ponsel “dumb” pada tahun 2015. Ponsel tersebut hanya bisa menangani kerja dasar seperti menelpon dan menunjukkan waktu. Baru-baru ini perusahaan mengungkapkan model lebih baru yang juga bisa megirim pesan teks, tetapi masih belum menjalankan aplikasi.

Light mengatakan telah menjual lebih dari 10 ribu unit di lebih dari 50 negara. Tentu saja jumlah itu sangat sedikit dibandingkan jumlah yang dijual perusahaan teknologi besar, tetapi setidaknya terbukti bahwa beberapa orang masih melihat menariknya menggunakan ponsel tanpa gangguan.
Share:

Topik Populer