Huawei Tunda Luncurkan MateBook Terbarunya Akibat Perang Dagang

Huawei MateBook

Teknogav.com – Pemblokiran produk Huawei di Amerika Serikat ternyata masih berbuntut panjang. Huawei tidak bisa menggunakan prosesor Intel dan perangkat lunak Microsoft yang digunakan pada laptop mereka akibat perang dagang Amerika Serikat. Padahal rencananya Huawei akan mengumumkan laptop Windows terkini, pada pameran CES Asia di Shanghai minggu ini. Peluncuran MateBook terkini pun terpaksa ditunda sampai waktu yang belum ditentukan.

Richard Yu, CEO Divisi Konsumer Huawei menyayangkan hal tersebut. “Laptop tersebut mestinya diumumkan minggu ini tanpa tanggal peluncuran, tetapi posisi Huawei di Daftar Entitas Amerika Serikat menghentikan Huawei untuk mengumumkan laptop terkini,” ungkap Yu. Peluncuran laptop tersebut tergantung seberapa lama Huawei tetap berada dalam daftar pemblokiran.

Tidak ada rincian teknis mengenai laptop yang akan datang tersebut, tetapi kemungkinan besar adalah jajaran produk MateBook terkini. Pada acara Mobile World Congress yang diselenggarakan pada bulan Februari, Huawei mengumumkan MateBook 14 dan memperbarui jajaran MateBook X mereka. Semua jajaran laptop tersebut belum ada yang beredar di pasaran.


Huawei MateBook X
Huawei MateBook X
Berdasarkan informasi dari Digitimes awal minggu ini, Huawei menghentikan produksi dan pengembangan komputer laptop mereka. Microsoft pun masih belum memberikan tanggapan mengenai masalah ini, bahkan menyingkirkan laptop Huawei dari obral penjualan toko online mereka.

Huawei pun sedang mengumpulkan komponen dan teknologi paten milik mereka untuk memitigasi dampak sanksi Amerika Serikat. Divisi laptop sendiri hanya merupakan bagian kecil dari bisnis perusahaan. Kendati demikian komputer Huawei sangat laris di pasar Amerika Serikat saat ini.

Langkah Huawei menunda peluncuran laptop ini merupakan tanda yang paling kelihatan dari kerugian perusahaan yang ditimbulkan oleh perang dagang.

Saat ini smartphone Huawei tampaknya masih belum terkena dampaknya. Tetapi para pakar telah mengingatkan  Richard Yu bahwa dampak tersebut akan terasa lebih cepat.
Share:

Topik Populer