Ekosistem Teknologi Huawei Siap Songsong Masa Depan

Teknogav.com – Huawei mengungkap berbagai teknologi terdistribusi terkini dan pengembangan ekosistem mereka pada acara Huawei Developer Conference (HDC) yang digelar 9-11 Agustus lalu. Ajang tersebut dihadiri 600 teknisi ahli Huawei, 6000 pengembang dan mitra dari seluruh dunia. Tujuan acara ini adalah mengeksplorasi ekosistem cerdas yang berorientasi masa depan menggunakan kecerdasan pada semua skenario demi menyajikan pengalaman terbaik bagi semua pengguna.

Awal merintis sebagai pemain baru di pasar gawai pada tahun 2010, Huawei hanya menjual 3 juta ponsel. Kini jumlah tersebut sudah meningkat sampaii 68 kali. Berdasarkan data IDC, pada paruh pertama tahun 2019, Huawei berhasil menjual 118 juta smartphone dan memiliki market share global 17,6%. Open platform Huawei, yaitu HiAI juga sudah memiliki lebih dari 2500 mitra. Lebih dari 140 juta perangkat IoT mendukung porotokol HiLink.

Sistem Operasi HarmonyOS

Pada HDC tahun ini, Huawei memamerkan sistem operasi terdistribusi berbasis mikrokernel baru, yaitu HarmonyOS. Teknologi ini mendukung pengembangan tunggal untuk penerapan mult-perangkat yang memastikan pengalaman terbaik penerapan kecerdasan di semua skenario. Para pengembang pun bisa menggunakan alat pengembangan yang disediakan teknologi ini dengan efisien.
Richard Yu/Yu Chengdong, CEO, Huawei Consumer Business
“HarmonyOS menghubungkan semuanya dan membuka pasar triliunan dolar. Huawei berdedikasi untuk berinovasi pada teknologi kami yang sudah ada, termasuk chip dan sistem operasi. Kami berusaha mengatasi tantangan yang umum untuk membantu para pelanggan serta pengembang,” ucap Yu Chengdong, CEO, Huawei Consumer Business.

Sistem operasi open-source ini berperan sebagai katalisator untuk semua teknologi di masa depan. HarmonyOS akan diterapkan pertama kali pada intelligent terminal seperti Huawei Vision, terminal kendaraan dan wearable.

Pada smartphone dan tablet Huawei yang menggunakan sistem operasi Android, Huawei akan menggunakan antarmuka EMUI10. Antarmuka ini pertama kali dapat dijajal pada smartphone Huawei P30 Pro.

Teknologi Deterministic Latency Engine pada EMUI10 mencegah sistem Android freezing akibat kontensi resource yang disorder antar task di semua tingkatan. Hasilnya adalah pengalaman interaktif yang stabil dan mulus. Antarmuka yang menawan pun disajikan oleh desain UX berbasis faktor manusia.

Open HMS untuk Ekosistem Baru

Huawei juga akan membuka Huawei Mobile Services (HMS) sepenuhnya kepada pengembang global. Tujuannya agar mereka dapat mengakses ekosistem HMS dengan cepat untuk berbagi resource.

HMS membantu pengembang untuk fokus pada inovasi dan menerapkan akses satu titik, serta distribusi global intelligent untuk semua terminal di semua skenario. Huawei akan membuka 14 jenis kemampuan HMS Core, 51 layanan, dan 885 API untuk pengembang di seluruh dunia. Hal ini dilakukan agar para pengembang dapat membangun ekosistem intelligent untuk semua skenario. Saat ini, ada lebih dari 43 ribu aplikasi terhubung ke HMS Core.

September nanti, Huawei akan meluncurkan aplikasi cepat secara global. Para pengembang global dapat mengakses standar aplikasi yang cepat sehingga mendapat pengalaman yang cepat, interaktif dan mudah tanpa instalasi. Huawei Ability Gallery telah menyajikan lebih dari 5000 layanan di Tiongkok dan akan go live secara global di bulan Desember.

Layanan App Gallery Connect juga akan diluncurkan Huawei secara global agar pengembang dapat beroperasi secara efisien di seluruh proses kreativitas, pengembangan, distribusi, operasional dan analisis.

Keragaman Alat Pengembang Bagi Pengembang

Dukungan kepada para pengembang di seluruh perangkat Huawei dilakukan dengan menawarkan peralatan yang lebih beragam dan kemampuan platform lebih banyak. Pada mobile chip, platform Kirin akan membuka tiga kemampuan, yaitu:
  • Berbagi kemampuan multimedia convergence untuk membantu pengembang aplikasi video singkat mewujudkan ide-ide kreatif mereka
  • Berbagi kemampuan convergence awareness agar aplikasi cukup cerdas untuk memahami pengguna
  • Berbagi kemampuan komputasi AI untuk memungkinkan terjadinya AI yang inklusif
Huawei juga meluncurkan HiLink & LiteOS & chip suite, yang mencakup open platform perangkat dan cloud, sistem operasi, dan chip. HiLink & LiteOS & chip suite membantu menyelesaikan kesulitan pengembangan industri IoT yang menyeluruh, sehingga pengembangan IoT lebih sederhana dan efisien.

Open platform HiLink menerapkan penemuan otomatis untuk semua perangkat IoT, koneksi sederhana, akses satu kali, pengendalian multi-terminal dan multi-moda.  Sedangkan LiteOS merupakan penghubung antar perangkat keras IoT dan aplikasi.

Maple JS, pengembangan perangkat IoT ringan dan unik serta kerangka kerja programming, memiliki performa operasional yang sama dengan bahasa C. Pengembangan aplikasi pun dapat dilakukan dengan cepat. Gabungan chip HiSilicon termasuk LiteOS, Gigahome, dan Honghu mengoptimalkan teknologi untuk kecerdasan perangkat.

Beberapa teknologi inovatif pun dipamerkan Huawei pada HDC, seperti teknologi komunikasi 5G mmWave, teknologi gesture control mmWave dan teknologi pendeteksian detak jantung dengan smartphone MateX. Penggunaan algoritma komputasi ruang dan teknologi identifikasi AI membangun layanan Cyberverse yang memadukan dunia virtual dan dunia nyata. Layanan ini akan memberikan pengalaman visual yang superior. Selain itu ada juga sistem crowdsourcing untuk mengumpulkan peta, mencapai posisi dan navigasi yang mendetail setiap meter dalam ruangan.

“Kami membangun ekosistem dan menarik mitra. Berbagai hal yang kami umumkan dan demonstrasikan pada HDC tahun ini adalah fondasi solid untuk menjalankan strategi kehidupan yang cerdas di semua skenario dalam 5 sampai 10 tahun ke depan,” ucap Yu Chengdong.
Share:

Topik Populer