Genap Setahun, ASIOTI Ungkap Manfaat IoT untuk Efisiensi Genap Setahun, ASIOTI Ungkap Manfaat IoT untuk Efisiensi ~ Teknogav.com

Genap Setahun, ASIOTI Ungkap Manfaat IoT untuk Efisiensi

Teknogav.com - Asosiasi IoT Indonesia (ASIOTI) menyelenggarakan talkshow mengenai implementasi Internet of Things (IoT) di Indonesia pada acara ulang tahun pertamanya. Lembaga ini dirintis oleh Forum IoT Indonesia dan didukung Kementrian Komunikasi dan Informatika. Para stakeholder asosiasi ini mencakup komunitas akademisi, pengguna, pembuat perangkat, penyedia hardware dan software, sistem integrator, penyedia konektivitas jaringan dan regulator.

“Kami sudah banyak mensosialisasikan pentingnya penerapan IoT bagi industri dan pelaku usaha, yang mencakup penghematan biaya dan menambah efisiensi. Tak Cuma korporat, pemerintah pun bisa memperoleh manfaat IoT untuk menghemat biaya operasional pemerintah daerah dan pemerintah pusat,”ucap Teguh Prasetya, Ketua Umum ASIOTI.
Teguh Prasetya, Ketua Umum ASIOTI
Selamat tahun 2019, Teguh mensosialisasikan pentingnya penerapan IoT melalui PT. Alita Praya Mitra, tempat dia menjabat sebagai Chief Operation Executive (CEO). Perusahaan tersebut menyediakan layanan dan solusi untuk provider telekomunikasi, penyiaran, pemerintahan dan perusahaan-perusahaan besar.

Sosialisasi mencakup dukungan kebutuhan klien potensial, kolaborasi teknologi dan ekosistem dengan berbagai mitra, dan menggandeng pemerintah. Selain itu dilakukan juga peningkatan ekosistem melalui komunitas, publikasi melalui media dan media sosial sampai mendapat masukan dari klien.

“Badan usaha perlu diedukasi mengenai pemanfaatan IoT. Pada  tahun 2020, pemain IoT harus gencar blusukan ke badan usaha. Berdasarkan data Global Sysstem for Mobile Communication (GSMA), badan usaha bisa menghemat biaya 4-5% dari seluruh ongkos operasional,” ucap Ismail, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI).

Beberapa contoh bada usaha yang bisa melakukan penghematan operasional adalah PT. Pertamina (Persero) dan PT. PLN (Persero). Pada tahun 2018, PT. Pertamina bisa melakukan penghematan operasional 5%, yaitu sampai USD2,4 juta yang setara dengan Rp34,3 triliun. Penghematan yang dilakukan PT. PLN juga 5% di tahun yang sama, yaitu sebesar Rp15,41 triliun dari total operasional Rp308,2 triliun.

“Badan usaha bisa melakukan penghematan signifikan jika menerapkan IoT dan tepat sasaran dalam menyelesaikan masalah,” lanjutnya.

Penerapan IoT di Tegal

Penerapan IoT juga berguna untuk membantu mewujudkan Tegal Smart City seperti diungkapkan oleh Muhammad Jumadi selaku Wakil Walikota Tegal. Hal ini sesuai dengan visi utama daerah untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, profesional, akuntabel, berwibawa dan inovatif, berbasis teknologi informasil.

Salah satu layanan publik inovatif yang tersedia adalah Jakwir Cetem (Aja Kosih Wira Wiri Cepat, Tepat dan Mudah). Layanan tersebut mempermudah pengurusan dokumen kependudukan dengan mengantar dokumen ke rumah warga. Masyarakat kini tak perlu datang ke Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk mengurus dokumen, cukup lewat aplikasi di smartphone.

Jakwir Cetem merupakan berbasis smartphone, cloud dan iOT yang diluncurkan pada 21 Oktober 2019. Aplikasi tersebut bekerja sama dengan layanan transportasi online untuk mengantar dokumen kependudukan. Sejak diluncurkan, sudah dilakukan .712 kali pelayanan online. Layanan inovatif ini berharil masuk rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan melakukan Pengiriman Dokumen Kependudukan Terbanyak Dalam Sehari ketika diluncurkan.
Share:

Follow by Email