Mozilla Imbau Waspadai Pelanggaran Privasi Data dan Bahaya Surveillance Economy Mozilla Imbau Waspadai Pelanggaran Privasi Data dan Bahaya Surveillance Economy ~ Teknogav.com

Mozilla Imbau Waspadai Pelanggaran Privasi Data dan Bahaya Surveillance Economy


Teknogav.com - Di era digital ini ternyata banyak pengguna rela mengorbankan privasi demi mendapatkan konten, akses dan berbagai layanan yang ditawarkan teknologi. Beberapa perusahaan menggunakan teknologi untuk memantau masyarakat agar melakukan tindakan yang menguntungkan perusahaan tersebut. Tindakan tersebut seperti mengklik tautan, membeli produk, mendukung atau memilih suatu aksi sampai perubahan perasaan.

Hubungan antara perusahaan teknologi dan masyarakat membentuk ekonomi digital berupa surveillance economy atau surveillance capitalism. Surveillance Economy merupakan strategi ekonomi ketika perusahaan mengamati segala hal yang dikatakan dan dilakukan masyarakat. Informasi hasil pengamatan tersebut kemudian diumah menjadi keuntungan. Konsep tersebut yang membuat pengguna internet melihat produk yang baru dicari atau dibicarakan secara online.

Mozilla mengimbau para pengguna internet agar menyadari fakta mengenai internet tersebut dan waspada pada bahaya surveillance economy. Pada lokakarya bagi pegawai dan MozFest 2019 di London, Mozilla menerima berbagai komentar dan gagasan dari pegawai dan anggota komunitas. Hal ini dilakukan untuk memahami aspek-aspek surveillance economy. Ada tiga masalah besar yang menjadi pokok utama surveillance economy diangkat oleh diskusi, penelitian dan lokakarya tersebut, yaitu:
  • Tereksposnya data atau ketidakamanan privasi yang membebani masyarakat
  • Kepentingan pengguna tersingkir karena perusahaan besar bersaing mengumpulkan data secara diam-diam demi mengeruk keuntungan pribadi
  • Eksploitasi data konsumen yang tidak diawasi perusahaan
Pengguna teknologi digital hanya diberikan sedikit pilihan sehingga terpaksa menyetujui pengumpulan dan pengawasan data oleh perusahaan. Mozilla berusaha mengubah sistem tersebut untuk melawan ketidakseimbangan hak dalam surveillance economy melalui tiga usaha, yaitu:
  • Memperkuat kesadaran dan identitas dengan mengubah konsep persetujuan dari "kontrol atas privasi Anda" menjadi "kekuasaan atas identitas Anda."
  • Menghadirkan nilai baru, transparansi dan kekuatan bagi pengguna teknologi digital melalu pengendalian dan kepemilikan data
  • Menggunakan Mozilla sebagai layanan karena melakukan praktik data dan infrastruktur yang lebih sehat serta mendorong gerakan data untuk kebutuhan yang lebih baik
“Banyak perusahaan besar memperlakukan pengguna sebagai bahan baku gratis untuk memprediksi tren komersial dan memanupulasi perilaku secara tersembunyi. Kita sedang menghadapi ancaman besar terhadap hak asasi manusia. Semakin banyak orang mengungkapkan kekhawatiran mereka tentang pemantauan aktivitas di internet (internet surveillance). Mozilla merupakan pelopor open web yang siap mendukung warga digital. Kami akan berperan membantu menemukan solusi melawan aksi yang tak adil ini,” ucap Stan Leong, Vice President & General Manager of Emerging Markets, Mozilla.

Ruby Alamsyah, CEO Digital Forensik Indonesia memastikan bahwa 13 juta data pribadi pengguna internet di Indonesia telah dijual. Data tersebut mencakup nama lengkap, alamat, email, nomor telepon, kata sandi terenkripsi dan alamat IP. Penjualan dilakukan ke pihak-pihak tak bertanggung jawab dengan harga Rp20 juta saja.

Tentu saja hal tersebut menyebabkan kondisi darurat bagi perlindungan privasi dan data pribadi di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Berkenaan dengan hal tersebut, maka Indonesia akan mengacu pada Regulasi Umum bagi Perlindungan Data atau General Data Protection Regulation (GDPR). Pemerintah Indonesia juga sudah merancang RUU Perlindungan Data Pribadi (PDP) yang fokus pada data perorangan. RUU tersebut mengatur bahwa informasi hanya bisa dipakai untuk alasan yang disetujuai pemilik data dan melarang perdagangan data pribadi.

Pada tahun 2020 ini, Mozilla Emerging Market Group fokus pada advokasi internet sehat dan mengeksplorasi peluang berinovasi. Fokus tersebut dilakukan untuk mengatasi masalah surveillance economy. Mozilla juga mengangkat ‘Aspek Kesadaran’ sebagai tema bagi sektor internet tahun ini agar masyarakat menyadari pentingnya privasi data. Segala hal tersebut diharapkan dapat memberi kesempatan dan teknologi agar dunia digital dapat bermanfaat bagi masyarakat.
Share:

Artikel Terkini

Follow by Email