VMware-Deloitte: Peringkat Paparan Siber di Negara-Negara APAC dan Kesiapan Menghadapinya VMware-Deloitte: Peringkat Paparan Siber di Negara-Negara APAC dan Kesiapan Menghadapinya ~ Teknogav.com

VMware-Deloitte: Peringkat Paparan Siber di Negara-Negara APAC dan Kesiapan Menghadapinya


Teknogav.com - VMware-Deloitte Cyber Smart Index 2020 merangkum seberapa tinggi tingkat paparan risiko siber yang dialami oleh masing-masing negara di kawasan APAC, Laporan tersebut juga memaparkan tingkat kesiapan siber yang sudah dibangun oleh negara-negara tersebut. Index yang disusun fokus pada paparan yang dialami setiap negara akibat serangan siber, tingkat frekuensi serangan di permukaan, nilai yang berisiko terampas sampai tingkat kesiapan membuat kebijakan legal dan lingkungan yang mendukung bisnis siap menghadapi risiko siber yang semakin tinggi saat ini.

Ekonomi digital di Indonesia meningkat pesat karena pertumbuhan sektor layanan skala kecil. Sayangnya tingkat kesiapan Indonesia terhadap serangan siber justru menempati posisi ke-12. Kesiapan siber ini dapat didukung dengan peningkatan di beberapa akses. Perkiraannya tingkat paparan serangan siber akan meningkat di tahun-tahun mendatang.

Daftar Peringkat Negara-negara berdasarkan Tingkat Paparan dan Kesiapan
Negara yang paling siap di APAC adalah Singapura dengan skor yang konsisten tinggi pada segala upaya pembangunan kesiapan siber. Tingkat kepedulian lembaga hukum maupun lembaga lainnya di Singapura pun tinggi. Kendati demikian negara ini paling rentan terpapar serangan siber karena penetrasi TIK yang tertinggi di kawasan APAC.

Jepang merupakan negara paling rentan ketiga di APAC yang rentan terpapar risiko siber dan kedua tertinggi untuk kesiapan. Peringkat ketiga masalah kesiapan tersebut adalah Australia. Negara ini juga menempati peringkat keempat paling berisiko. Legslasi siber, edukasi dan litbang di negara tersebut juga kuat. Kesiapan siber di Korea Selatan juga relatif baik dengan angka litbang tertinggi dan waktu respon terbaik terhadap ancaman siber. Tingginya risiko siber di negara ini karena pemakaian teknolgi yang diterapkan di segala lini oleh perusahaan dan pemerintah.

Malaysia termasuk negara yang memiliki tingkat risiko terpapar serangan siber rendah. Hal ini karena kuatnya kerja sama dalam menyusun regulasi dan penerapan perlindungan privasi, terlepas dari kapabilitas yang kurang di sisi organisasional. Sementara itu kesiapan Thailand dalam menghadapi paparan serangan siber berada di posisi ke delapan dan peringkat ke-9 dalam hal risiko terpapar. Negara ini mengalami serangan siber tertinggi di APAC karena tingginya penggunaan perangkat dan mata uang kripto.

Vietnam menempati peringkat ke-11 mengenai risiko paparan, tetapi frekuensi serangan paparannya tinggi. Negara ini kurang siap menghadapi serangan siber karena legislasi mengenai kemanan dan privasi data yang kurang komprehensif .
Share:

Artikel Terkini

Follow by Email