Gunakan Platform Data Analytics Cloudera, Ini Tiga Fokus Bank Mandiri Gunakan Platform Data Analytics Cloudera, Ini Tiga Fokus Bank Mandiri ~ Teknogav.com

Gunakan Platform Data Analytics Cloudera, Ini Tiga Fokus Bank Mandiri

Teknogav.com - Pengelolaan data Bank Mandiri termasuk sampai analitis datanya, kini diperkuat oleh Cloudera, perusahaan solusi data cloud untuk enterprise. Platform Cloudera ini dapat memperkuat ketahanan dan kegesitan (agility) Bank mandiri, baik dalam mengembangkan bisnis, maupun mengelola dampak pandemi COVID-19. Hal ini karena platform tersebut dapat mengembangkan wawasan berbasis data untuk membantu berbagai pihak sehingga bisa menghadapi krisis dan beradaptasi pada perubahan akibat COVID-19.

Insight berbasis data yang dikembangkan Bank Mandiri ditujukan untuk membantu nasabah, karyawan dan pemangku kepentingan. Platform Cloudera akan membantu mendapatkan wawasan tersebut dengan mengelola lebih dari 100 juta rekaman data per hari. Billie Setiawan, Senior Vice President, Enterprise Data Management Group Bank Mandiri mengungkap bahwa platform Cloudera dapat memperkuat ketahanan dan agility.

Billie Setiawan, Senior Vice President, Enterprise Data Management Group Bank Mandiri

 “Langkah ini merupakan bagian dari transformasi digital yang dilakukan Bank Mandiri. Melalui platform ini, kami dapat mengembangkan insight berbasis data untuk beradaptasi secara cepat terhadap perubahan situasi. Pada saat yang sama, kami dapat memantau nasabah dan puluhan ribu pegawai agar tidak terpapar oleh COVID-19. Pandemi ini telah menciptakan tekanan yang signifikan terhadap perekonomian dan bisnis perbankan. Meskipun demikian, pandemi telah menghadirkan sebuah kenormalan baru (new normal) dan perubahan perilaku nasabah,” ucap Billie.

Cloudera menjadi Back Bone Ekosistem dan Teknologi Big Data Bank Mandiri

Bank Mandiri berkolaborasi dengan Cloudera membuat platform big data sebagai Enterprise Information & Decision Platform. Tiga fokus utama yang dibuat Bank Mandiri pada platform ini adalah sebagai berikut.

1. Memantau likuiditas dan transaksi harian di kantor cabang dan jaringan mikro secara real-time

Pemantauan likuiditas dan transaksi harian tersebut dilakukan pada 2.556 kantor cabang dan 2.236 jaringan mikro yang dimiliki Bank Mandiri. Tujuan pemantauan tersebut adalah untuk mempertahankan layanan terbaik bagi nasabah dan menata transaksi dengan baik. Pengambilan keputusan akan semakin efektif jika data semakin cepat dan mudah dikumpulkan. Data tersebut mencakup volume, value, dan frekuensi transaksi.

Platform big data juga memudahkan mengetahui data perubahan zona paparan COVID-19. Hal ini akan mempercepat pengambilan keputusan mengenai operasional cabang dan penyampaian informasi bagi nasabah dan para pemangku kepentingan. Salah satu pemangku kepentingan yang perlu diberikan informasi ini adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

2. Memantau status kesehatan karyawan di kantor regional, kantor wilayah dan kantor cabang setiap hari.

Pemantauan kesehatan ini dilakukan pada 76.477 di 12 kantor regional, 90 kantor wilayah dan 2.556 kantor cabang. Dashboard pada platform dapat menentukan karyawan berisiko terpapar COVID-19 atau tidak hanya dalam hitungan jam. Penentuan berdasarkan pengelolaan data terkait lokasi kerja (kantor atau rumah), jenis transportasi yang digunakan dan pola pergerakan mereka setiap hari. Informasi tersebut digunakan untuk mengambil keputusan berbasis data mengenai pengaturan tim dan meminimalisir risiko ribuan karyawan terpapar COVID-19.

3. Mempercepat proses restrukturisasi pinjaman

Pada fokus ini, Bank Mandiri membangun analisis untuk bisa mempercepat proses restrukturisasi pinjaman. Bank Mandiri juga berusaha terus mempertahankan service level agreement (SLA) dengan para nasabah.

Jaringan dan Distribusi Bank Mandiri
Data atau insight dibutuhkan Bank Mandiri sebagai komponen utama bagi perusahaan agar lebih gesit dalam mengatasi berbagai tantangan. Apalagi pandemi COVID-19 yang berdampak pada banyaknya tantangan. Pendekatan berbasis data dibuktikan Bank Mandiri berperan sangat krusial dalam mengatasi dampak COVID-19 pada bisnis perbankan dan para nasabah. Hal ini diungkapkan oleh Fanly Tanto, Country Manager Cloudera Indonesia.

“Platform Cloudera telah membantu Bank Mandiri mengarungi kompleksitas proses data, melakukan tata kelola data dan analisis multifungsi. Hal tersebut dilakukan di tengah perubahan situasi yang tak terelakkan ini. Semua dilakukan tanpa mengorbankan keamanan, tata kelola dan kepatuhan pada aturan yang berlaku,” ucap Fanly.
Share:

Follow by Email