Akses Fiber Management System Lebih Cepat dengan Solusi AirPON Huawei Akses Fiber Management System Lebih Cepat dengan Solusi AirPON Huawei ~ Teknogav.com

Akses Fiber Management System Lebih Cepat dengan Solusi AirPON Huawei

Teknogav.com – Huawei resmi meluncurkan solusi AirPON secara komersial bersama dengan HKT Hongkong dan Globe Filipina. Solusi ini membangun akses penuh ke jaringan fiber bagi operator telekomunikasi dengan memanfaatkan site nirkbel yang sudah ada. Keunggulan dari solusi ini adalah instalasi yang cepat dan hemat biaya. Berbagai aplikasi-aplikasi inovatif yang bisa memanfaatkan solusi tersebut pun dipaparkan Huawei pada peluncuran AirPON secara komersial ini.

Solusi Huawei AirPON untuk mendukung IPTV dan broadband
Passive optical network (PON) adalah jaringan serat optik yang menggunakan topologi satu titik ke banyak titik dan pemecah optik. Topologi ini diterapkan untuk menyampaikan data dari titik transmisi tunggal ke banyak titik ujung pengguna. Sistem ini bisa juga digambarkan sebagai fiber-to-the-building (FTTB), fiber-to-the-curb (FTTC), fiber-to-the-home (FTTH), tergantung ujung akhir PON tersebut.

Operator telekomunikasi harus menghadap tantangan besar ketika membangun FTTH. Terminal jalur optik (Optical Line Terminal/OLT) harus diterapkan pada peralatan kantor pusat, dan meletakkan kabel optik besar untuk menjangkau pelanggannya. Penerapan tersebut tentunya membutuhkan investasi awal berskala besar dan penanganan yang rumit, termasuk menerapkan aturan Right of Way (ROW). Dampaknya pembangunan jaringan membutuhkan waktu lama dan mahal. Nah, Huawei mengatasi masalah tersebut dengan solusi AirPON.

"Solusi AirPON dapat mempersingkat kabel optik antara OLT dan pengguna dari lebih dari 3 km menjadi di bawah 300 m. Efisiensi penyebaran kabel optik bisa sangat  ditingkatkan, periode ROI pun bisa lebih pendek menjadi kurang dari tiga tahun. Para operator bisa mendapatkan manfaat lebih cepat ketika membangun jaringan akses full-fiber,” ucap Gary Lu, President Huawei Network Marketing & Solution Sales Department.
Gary Lu, President Huawei Network Marketing & Solution Sales Department

Penerapan AirPON di HKT Hongkong dan Globe Filipina

Operator telekomunikasi HKT dan Globe berkesempatan untuk menerapkan teknologi AirPON dari Huawei ini sebelum diluncurkan secara komersial. Peter Lam, Managing Director HKT Engineering Dept. Hong Kong mengungkapkan bahwa solusi AirPON tersebut akan direplikasi HKT. Replikasi akan dilakukan di daerah pedesaan atau bangunan bertingkat rendah di daerah perkotaan untuk memperluas jangkauan layanan Ultra Broadband. Pemasangan peralatan PON dari AirPON bisa dilakukan di atas atap, sesuai penerapan PON di gedung tua bertingkat rendah di Hongkong.
Penerapan AirPON di HKT Hongkong

Globe Filipina yang sudah mendapatkan manfaat dari AirPON ini pun terbantu dalam meluncurkan jaringan FTTH yang efisien. Joel Agustin, Wakil President Globe Filipina pun menyatakan bahwa mereka bisa menyediakan layanan broadband fiber dengan cepat.

Keunggulan Solusi AirPON

Solusi AirPON Huawei pertama kali dirilis pada Februari 2020 di London. Sejak itu sudah ada 45 operator di seluruh dunia yang mengadopsinya dalam konstruksi jaringan. Solusi tersebut mencakup Blade OLT seri OptiXaccess Huawei, Digital QuickODN (DQ ODN), dan seri OptiXstar eAI ONT. Berbagai site telekomunikasi yang ada digunakan kembali untuk membangun jaringan akses full-fiber. Berikut ini adalah beberapa keunggulan AirPON:
  • Akuisisi lokasi: OLT blade luar ruangan dapat dipasang pada tiang atau menara seluler yang ada. Langkah ini dilakukan untuk berbagi jaringan backhaul nirkabel untuk transmisi hulu. Pemilihan site begitu cepat dan akurat, sehingga akan meningkatkan proyek dalam tiga bulan.
  • Penyambungan fiber: Jaringan DQ ODN memiliki fitur manajemen digital, teknologi pra-sambungan, dan konstruksi paralel tanpa penyambungan serat optik. Pemasangan dan pemeliharaan jaringan akses full-fiber bisa dilakukan dengan cepat oleh teknisi biasa.
  • Frame freezing: eAI ONT pintar mengidentifikasi jenis layanan dan menggunakan teknologi pemotongan Wi-Fi 6 untuk menyediakan saluran khusus untuk layanan VIP. Layanan-layanan tersebut biasanya digunakan untuk menggelar pendidikan secara online dan bermain game online. Monetisasi pun bisa dilakukan operator telekomunikasi berdasarkan pengalaman pengguna. AirPON mampu meningkatkan ARPU dengan tambahan USD2-USD10. Jika dirupiahkan angka tersebut sekitar Rp29 ribu sampai  Rp145 ribuan.

Potensi Pengembangan FTTH di Indonesia

Indonesia adalah pasar yang berkembang pesat untuk mengembangkan jaringan FTTH. Saat ini operator telekomunikasi memprioritaskan pengoptimalan biaya total kepemilikan (total cost optimization/TCO) dan perluasan jangkauan. Jika dibandingkan dengan jaringan FTTH tradisional, solusi AirPON yang inovatif dari Huawei. Para operator telekomunikasi bisa kembali memakai site nirkabel untuk membangun jaringan fixed broadband dengan cepat dan biaya lebih murah.

“Operator dapat merealisasikan penghematan belanja modal dan peningkatan Time to Market (TTM) untuk memungkinkan optimalisasi Return on Investment (ROI). Mereka pun bisa memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik di Indonesia,” ucap Andy Ma, CEO Huawei Indonesia Center.

Jaringan tetap adalah landasan dari operasi full-service, sedangkan konvergensi seluler tetap (Fixed Mobile Convergence/FMC) merupakan tren yang umum. Pembangunan jaringan akses full-fiber sedang meningkat di seluruh dinia. Hal ini menyebabkan Huawei akan terus berinovasi pada teknologi akses full-fiber. Para operator seluler bisa meraih keberhasilan bisnis dengan pengembangan dan bantuan  dari solusi berkelanjutan yang diberikan Huawei.
Share:

Follow by Email