Tingkatkan Automasi, Red Hat Integrasikan Ansible ke Red Hat OpenShift Tingkatkan Automasi, Red Hat Integrasikan Ansible ke Red Hat OpenShift ~ Teknogav.com

Tingkatkan Automasi, Red Hat Integrasikan Ansible ke Red Hat OpenShift


Teknogav.com – Platform automasi Red Hat Ansible kini sudah terintegrasi dengan Red Hat Advanced Cluster Management for Kubernetes dan Red Hat OpenShift. Pengintegrasian ini dilakukan Red Hat untuk mempercepat automasi dan integrasi antara cloud-native dan infrastuktur tradisional. Harapannya integrasi ini akan memicu modernisasi aplikasi di lingkungan TI. Integrasi ini bisa menyederhanakan alur kerja dan menghilangkan pemisahan (silos) yang terjadi antara server tradisional, mesin virtual dan klaster cloud-native.

Baik platform automasi Ansible dan Red Hat OpenShift, keduanya menyandang predikat yang terdepan dalam The Forrester Wave. Sejumlah projek open source Ansible dan Kubernetes menggunakan kedua platform tersebut. Red Hat Advanced Cluster Management sendiri diluncurkan Juli 2020 untuk mendukung perusahaan-perusahaan melakukan pengelolaan yang lebih baik pada platform Kubernetes. Enterprise akan terbantu dalam engelola dan meningkatkan kapasitas klaster-klaster OpenShift di seluruh hybrid cloud menggunakan Red Hat Advanced Cluster Management.

Baca juga: Red Hat OpenShift Gunakan Pendekatan Cloud-Native Sambil Pertahankan Aplikasi Tradisional

Kini platform automasi Ansible dan Red Hat Advanced Cluster Management dapat bekerja sama. Hal ini memungkinkan perusahaan bisa memanfaatkan teknologi yang sedang digunakan dan masa depan cloud-native.

“Perusahaan-perusahaan dapat memanfaatkan Ansible dalam pengelolaan infrastruktur dan penerapan aplikasi dengan mengintegrasikan Red Hat Openshift dan platform automasi Ansible. Kami yakin Ansible secara de facto sudah menjadi standar dalam automasi. Red Hat sangat banyak memiliki otomatisasi Ansible yang siap digunakan, terkurasi, tersertifikasi, dan didukung dengan baik. Beberapa di antaranya adalah berbagai domain yang terkurasi,” ucap Joe Fitzgerald, Vice President, Management, Red Hat.

Manfaat Pengintegrasian Ansibel dan Red Hat Advanced Cluster Management

Data Gartner menunjukkan bahwa pada 2022 hanya 40% software pengelolaan kontainer yang ada tahun 2019. tetap eksis dan bersaing. Berdasarkan hal tersebut, maka berbagai keputusan terkait produk saat ini harus lebih bersifat taktis. Saat ini pembaruan dan modernisasi aplikasi TI menjadi prioritas utama. Red Hat OpenShift merupakan platform tangguh dan scalable untuk transformasi tersebut.

Sebagian besar organisasi tidak bisa beralih begitu saja dari sistem TI yang mereka pakai saat ini. Hal ini disebabkan sistem tersebut digunakan investasi dan workload penting. Demi mengatasi alur kerja yang terpisah, maka tim TI terpaksa memisahkan tim teknologi stack dan memilah-milah tim. Setiap tim pun membutuhkan alat dan strategi yang berbeda, sehingga menyebabkan kompleksitas dan friksi. Pengintegrasian platform automasi Ansibel dan Red Hat Advanced Cluster Management mengatasi hal ini.

Baca juga: Red Hat Ansible Automation Percepat Transformasi Digital dan Picu Inovasi

Integrasi akan merampingkan toolset dan melakukan handoffs antara teknologi tradisional dan cloud-native. Pemantauan cloud-native dan kebutuhan pengelolaan dapat dipenuhi Red Hat Advanced Cluster Management dengan berperan sebagai panel kontrol. Peran tersebut dilakukan ketika dibutuhkan alur kerja di tingkat aplikasi atau infrastruktur TI yang lama. Hal ini berlaku di seluruh klaster Red Hat OpenShift untuk memicu platform automasi Ansible.

Peran Red Hat Advanced Cluster Management ini mencakup melakukan pembaruan sistem, mengkonfigurasi penyeimbang beban, scaling pada server resource dan lain-lain. Hasilnya adalah alur kerja tunggal untuk mengelola lingkungan hybrid cloud yang kompleks. Perusahaan tak lagi harus memilih antara kebutuhan TI saat ini dan kebutuhan TI di masa depan digital.

Baca juga: Red Hat Forum APAC 2020 Bahas Manfaat Open Hybrid Cloud

"Minat pada pengelolaan lintas cloud dan visibilitas yang konsisten sedang naik daun dengan cepat akhir-akhir ini. Hal ini seiring tren perusahaan yang memindahkan lebih banyak workload mereka ke platform infrastruktur hybrid maupun multicloud. Platform tersebut termasuk VM dan lingkungan berbasis kontainer. Mayoritas pemimpin di perusahaan pengelolaan infrastruktur cloud mengatakan bahwa saat ini penting sekali memiliki management tool dan kapabilitas. Tool ini mencakup berbagai lingkungan cloud, termasuk public, private, hosted dan edge location. Penambahan fungsionalitas otomatisasi membantu memperluas jangkauan manajemen hybrid cloud yang efektif," ucap Mary Johnston Turner, Research Vice President, Cloud Management  di IDC.

Red Hat memanfaatkan keandalan fondasi OpenShift Kubernetas Operator untuk melakukan otomatisasi TI di lingkungan hybrid cloud sebagai bagian integrasi tersebut. Ketika OpenShift diterapkan di mana saja, maka operator Kubernetes lebih mudah menjalankan aplikasi. Teknologi Resource Operator for Red Hat Advanced Cluster Management memungkinkan platform automasi Ansibel melakukan banyak tugas dengan efisien. Pelaksanaan tugas yang efisien tersebut di luar klaster Kubernetes. Pra peninjauan integrase ini dapat dilihat pada minggu-minggu mendatang.

Share:

Artikel Terkini

Follow by Email