Lambda Container Support Mudahkan Pembuatan Image Kontainer pada Komputasi Serverless Lambda Container Support Mudahkan Pembuatan Image Kontainer pada Komputasi Serverless ~ Teknogav.com

Lambda Container Support Mudahkan Pembuatan Image Kontainer pada Komputasi Serverless


Teknogav.com - Seiring dengan meningkatnya pelanggan yang mengadopsi kontainer, lebih banyak juga pelanggan yang menggunakan komputasi event-driven serverless. AWS pun mempelopori konsep ini beberapa tahun lalu dengan menghadirkan AWS Lambda. Makin banyaknya pelanggan AWS yang menggunakan layanan ini, maka muncul kebutuhan untuk membuat image kontainer tanpa perlu menghabiskan banyak waktu. AWS pun terus memudahkan pemenuhan kebutuhan pelanggannya dengan menyediakan layanan  terkini Lambda Container Support.

AWS Lambda adalah layanan komputasi serverless yang menjalankan kode program tanpa perlu melakukan provisioning atau mengelola server. Layanan ini menjalankan program secara virtual pada segala jenis aplikasi atau layanan backend, semuanya tanpa administrasi. Pelanggan hanya perlu mengunggah kode dalam file ZIP atau image kontainer. Kemudian Lambda otomatis mengalokasikan daya eksekusi komputasi dan menjalankan program berdasarkan permintaan atau event yang datang secara tepat. Hal ini berlaku di segala skala atau trafik.

Baca juga: AWS re:Invent Perkenalkan Amazon ECS Anywhere dan Amazon EKS Anywhere 

Lambda memecahkan masalah pelanggan yang memiliki beban kerja tertentu dan ingin memicu beberapa komputasi menggunakan beberapa instance EC2 ketika terjadi sesuatu. Sementara pengerjaan tugas ini hanya untuk beberapa ratus mili detik, tetapi semuanya harus terus menyala karena tidak tahu kapan ada tugas masuk. Lambda memungkinkan untuk menentukan pemicu atau trigger dengan beberapa kode pemrograman. Kini AWS telah mempersingkat kerja beberapa ratus mili detik tersebut menjadi satu mili detik sehingga bisa menghemat sampai 70%. 

Pelanggan banyak yang menyukai layananan model komputasi event-driven serverless. Mereka tak ingin menggunakan untuk komputasi use case tertentu saja, tetapi menginginkan arsitektur untuk aplikasi yang berjalan dengan cara tersebut. AWS pun membangun layanan lain yang memungkinkan untuk menjalankan serverless, contohnya adalah Amazon API Gateway, Amazon EventBridge, dan AWS Step Function. Layanan-layanan tersebut dapat digunakan untuk mengintegrasikan aplikasi. 

Baca juga: Habana Gaudi dan AWS Trainium, Prosesor Pelatih Model ML Andalan 

Trigger atau pemicu kode telah ditambahkan AWS pada banyak layanan AWS, sehingga pelanggan dapat memicu tindakan serverless dari layanan-layanan tersebut. Pemicuan kode dapat dilakukan secara otomatis dari 140 layanan AWS yang tersedia atau memanggilnya langsung dari web atau aplikasi mobile. Fungsi Lambda dapat ditulis dalam bahasa pemrograman favorit, seperti Node.js, Python, Go, Java dan lain-lain.

AWS Lambda telah menjalankan lebih dari satu juta transaksi per detik. Hampir setengah dari aplikasi baru di Amazon diterapkan mengunakan AWS Lambda pada tahun 2020. Banyak juga pelanggan yang menggunakan layanan kontainer dan juga serverless bersama-sama. Mereka ingin agar AWS dapat mempermudah penggunaan unit-unit komputasi yang kecil tersebut, karena cukup memakan waktu untuk membuat image kontainer. 

Baca juga: AWS Ungkap Pencapaian Tahun 2020 dan 8 Tips Kunci Reinvent  

AWS pun memperkenalkan Lambda Container Support untuk membuat aplikasi berbasis Lambda menggunakan alur kerja pengembangan kontainer yang ada. Kini kode dan dependencies dapat dikemas sebagai image kontainer yang kompatibel dengan Docker atau Open Container Initiative. Seperangkat alat atau kontainer dan aplikasi-aplikasi berbasis Lambda yang konsisten digunakan pada layananan ini. Fungsi-fungsi Lambda yang dibangun pada image kontainer pihak ketiga pun bisa diimplementasikan menggunakan Lambda Container Support.

Share:

Artikel Terkini

Follow by Email